Masih terkait dalam rangkaian seri infografis di blog ini, kali ini yang ditampilkan adalah infografis keanggotaan Google+ dari Indonesia. Sumber data diambil dari situs ini, namun untuk jumlah circle-nya dicek ke profil masing-masing orang. Menariknya, tiga orang Indonesia yang di-circle oleh puluhan ribu orang semuanya adalah fotografer. Mereka memanfaatkan Google+ untuk berbagi (sekaligus promosi) keahlian fotografi mereka.
Di era Web 2.0 ini, tak dipungkiri kalau kita punya kehidupan sosial pula di dunia maya. Bahasan di kategori ini akan bercerita seputar perilaku dan kebiasaan kita kala bersosialisasi melalui beragam jejaring sosial yang ada.
Kini semakin banyak brand melakukan pendekatan dengan konsumennya melalui pembuatan microsite, penyebaran viral, dan permainan online. Kategori ini akan membahas beragam kasus yang pernah ada.
Beraktivitas di dunia online sudah menjadi kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang bermanfaat seperti chat, menulis blog, mengunggah foto dan video sudah menjadi hal yang lumrah. Kumpulan tulisan relevan dengan hal tersebut dibahas di kategori ini.
Masih terkait dalam rangkaian seri infografis di blog ini, kali ini yang ditampilkan adalah infografis keanggotaan Google+ dari Indonesia. Sumber data diambil dari situs ini, namun untuk jumlah circle-nya dicek ke profil masing-masing orang. Menariknya, tiga orang Indonesia yang di-circle oleh puluhan ribu orang semuanya adalah fotografer. Mereka memanfaatkan Google+ untuk berbagi (sekaligus promosi) keahlian fotografi mereka.
Sudah tahu tentang kontes Infografisme belum? Kalau belum silakan cek dulu infonya di situs ini. Anda bisa mengolah data-data apapun (lebih baik sih kalau terkait dengan Indonesia) menjadi tampilan visual yang menarik, enak dibaca, dan mudah dipahami. Lebih detilnya silakan cek saja aturan mainnya di sini.
Dulu orang malu dan takut berbagi cerita tentang dirinya. Sejak social media masuk jadi bagian dalam kehidupannya, batasan kemaluan dan ketakutan berkurang. Seakan-akan social media bisa menjadi tempat untuk berbagi semua cerita, baik terhadap teman lama maupun terhadap teman yang baru dikenal. Orang yang paham social media pasti sadar kalau dalam berbagi selalu ada batasannya. Yang cerdas adalah yang berbagi cerita hal-hal yang memang layak diceritakan ke publik maya. Yang cerdas pasti tak akan membeberkan informasi dan kegiatan yang bersifat sangat pribadi.
Perjalanan hidup kita selalu penuh dengan cerita. Kadang menarik, kadang membosankan, kadang butuh sesuatu untuk dikenang, kadang ada beberapa hal yang tak ingin lagi kita ingat. Pastinya di masa datang tetap akan datang momen dimana kita rindu mengingat peristiwa yang dialami di masa lalu. Kalau dulu kita merekoleksi ingatan melalui album foto cetak. Kini kita bisa mengingatnya melalui perjalanan kita di social media. Lebih mudah, gampang dicari, dan kita bisa mengingat setiap peristiwa dengan lebih detil.
Sejak sebulan lalu Facebook Page untuk brand sudah mengalami perubahan. Seharusnya sejak tanggal 30 Maret kemarin, semua Page otomatis berubah ke versi baru, yakni versi timeline. Jadi para admin social media, terima jadi saja perubahan yang terjadi di Facebook. Lagi pula ini bukan pertama kalinya Facebook Page berubah (kalau nggak salah ini sudah versi ketiga), dan bukan nggak mungkin akan berubah kembali di masa datang.
Nggak ada yang melarang bikin kontes di Twitter. Semua boleh bikin aktivitas di Twitter dalam bentuk apapun, termasuk menyelenggarakan kuis berhadiah. Cuma ya Twitter itu kan tempat umum. Seperti tempat umum lainnya, kita bebas membuat kegiatan apapun, asalkan tidak membuat orang lain merasa terganggu. Nggak beda dengan Twitter. Di setiap tweet yang kita buat sebaiknya tidak membuat orang lain jadi merasa terganggu.
Sudah pernah mencoba aplikasi iButterfly Indonesia belum? Aplikasi mobile ini bisa diunduh oleh pengguna iOS dan Android. Permainannya berupa game menangkap dan mengoleksi kupu-kupu. Koleksi yang lengkap nantinya bisa ditukarkan dengan hadiah tertentu. Yang membuatnya unik, aplikasi ini justru dikembangkan oleh advertising agency, dan bukan oleh developer independen. Kesempatan kali ini Media Ide mewawancara Mbak Paramitha Indri Hapsari (Mitha) dari Dentsu Digital yang bertanggung jawab tentang pelaksanaan program ini.
Tahun 2008 Intel di Indonesia pernah membuat film pendek action Secret of the Box, tapi kala itu hype-nya tak terlalu heboh. Mungkin karena waktu itu belum banyak juga pengguna internet Indonesia yang bisa mengakses YouTube dengan lancar, plus social media di Indonesia belum seheboh sekarang. Di tahun 2012 ini Intel (dan Acer) mensponsori pembuatan film independen. Kali ini genre yang diambil adalah romantis, dan disutradarai oleh Joko Anwar.
Semalam teman-teman di IndoPacific Edelman berbagi informasi menarik tentang tingkat kepercayaan di Indonesia, menggunakan metode pengukuran Edelman Trustbarometer (yang memang sudah sering mereka pakai sejak tahun-tahun sebelumnya). Isi presentasinya sendiri bisa dibaca saja salindianya berikut ini:
Setiap kali ada aplikasi social media baru yang lagi menanjak popularitasnya, otak ini selalu memikirkan, apa ya yang bisa diadaptasi oleh brand di sini? Saat Instagram dulu mulai populer, yang dipikirkan adalah dengan cara apa nanti brand bisa masuk di dalamnya. Nah sekarang ada lagi yang mulai menanjak popularitasnya. Namanya Pinterest, sebuah aplikasi visual bookmark.