Info dan artikel baru seputar advergame, animasi, komik, video, viral, dan website.
Dino Duel
Kategori: Event, Local Game — Pitra @ Sunday, July 24, 2005, 6:05 am

Bila ada yang ke TimeZone beberapa hari ini, pasti Anda akan melihat game arkade baru yang sedang gencar dipromosikan. Namanya Dino Duel, game yang merupakan gabungan antara game arkade biasa dengan collectible card game.

Setelah memasukkan koin, pemain bisa mendapatkan 2 jenis kartu yang disebut character card dan battle card. Kartu ini lalu digesek pada mesin game (seperti ATM), dan akan berpengaruh terhadap kemampuan karakter Dino yang kita miliki. Setiap kartu memiliki keunikan sendiri-sendiri, dan kita mendapatnya secara acak. Karakter dengan kekuatan unik yang kita miliki ini lalu kita adu dengan pemain lain.

Mungkin sudah ada yang tahu collectible card game seperti Magic, the Gathering? Nah, seperti itulah kartu yang dimaksud. Bedanya, untuk Dino Duel, kartu memiliki 2 fungsi. Pemain bisa bermain seperti mereka bermain kartu lainnya. Namun pemain juga merasakan pengalaman berbeda saat memainkannya di mesin game. Di sini, pemarin akan mengikuti jalan suatu cerita, sambil lebih merasakan secara visual adu tanding para Dino. Hal yang tidak bisa mereka rasakan saat bermain kartu seperti biasa.

Informasi lebih banyak tentang game bisa dilihat di sini.

Game ini mencoba membidik kecintaan pemain akan 2 tipe permainan, dan menggabungkannya dalam 1 bentuk game. Suatu cara yang unik, untuk menarik 2 segmen pemain yang berbeda. Berhasil atau tidaknya, kita tunggu saja.

Game ini di-develop oleh Matahari Studio, dan murni diproduksi oleh anak bangsa. Sebelumnya, perusahaan yang merupakan anak perusahaan grup TimeZone dari Australia ini, telah banyak mengerjakan proyek subkontrak game dari Amerika, seperti: Need for Speed: Underground.

Open Source Marketing
Kategori: Knowledge — Pitra @ Tuesday, July 19, 2005, 6:04 am

Istilah ini diambil dari salah satu tulisan James Cherkoff di www.collaboratemarketing.com. Disebut demikian karena konsepnya mirip dengan konsep open source dalam pembuatan software, yaitu bertumpu pada komunitas. Komunitas yang di dalamnya terdiri dari banyak orang yang berpikiran serupa.

Pola pemasaran saat ini dikatakan sudah tidak cocok lagi. Kondisi dimana suatu kegiatan kampanye produk harus berdasarkan guideline yang telah ditetapkan oleh brand manager atau marketing manager dirasakan sudah tidak tepat lagi. Untuk beberapa hal, bahkan menjadi rahasia pengelola brand. Untuk mereka di komunitas, kalau pesan kampanyenya tidak menarik (mungkin karena tidak sesuai dengan gaya mereka), kampanye itu tidak akan digubris. Mereka lebih tertarik untuk mengembangkan sendiri brand berdasarkan persepsi mereka sendiri.

Komunitas open source ini bergerak secara transparan, real time, dikelola oleh pribadi (bukan perusahaan), dan memiliki jaringan sosial yang luas. Dalam kondisi demikian, brand manager harus lebih cerdik. Ia harus lebih membuka diri, mengganggap komunitas sebagai pihak yang lebih pandai. Ia secara halus mengajak anggota komunitas itu untuk berpartisipasi menentukan nilai-nilai dari brand.

Agar tidak kebablasan, bisa jadi, brand manager menentukan suatu panduan umum, dengan pengembangan kreatifnya diserahkan kepada komunitas. Sebagai contoh, iklan Budweiser dengan ‘Whassup!’ nya pertama kali muncul dalam bentuk TVC. Tak lama, di dunia internet tersebar beragam versi ‘Whassup!’ yang dibuat oleh konsumen. Produsen Budweiser, Anheuser-Busch, membiarkannya karena melihat komunitas mengembangkannya dalam bentuk yang lebih inovatif.

Intinya, dengan model kampanye seperti ini, konsumen pun ikut terlibat dalam penyampaian pesannya. Tidak melulu satu arah, dicekoki oleh pesan dalam brand, dimana konsumen mau tidak mau hanya bisa menerima. Konsumen pun bisa ikut memberikan persepsinya tentang brand.

Hei, siapa tahu malah akan muncul ide-ide baru yang inovatif dari aktivitas ini…

Info lebih banyak tentang open source marketing:

Pepo dan Sigi
Kategori: Event, Logo/Mascot — Pitra @ Sunday, July 10, 2005, 6:03 am

Hampir setahun lalu, Pepsodent memunculkan maskotnya, Pepo dan Sigi. Pepo adalah karakter berbentuk odol, sementara Sigi berbentuk sikat gigi. Keduanya ditemani oleh 3 rekannya: Giham, Giser, dan Ringring. Mereka semua tinggal di Kota Gigi dan sering bertualang bersama. Dalam petualangannya, mereka sering bertemu dengan 3 kuman bandel: Kokus, Plakis, dan Plakus.

Karakter-karakter ini awalnya dimunculkan dalam 12 episode animasi berdurasi masing-masing 90 detik. Cerita yang diambil seputar kesehatan gigi dan mulut. Animasi ini juga terus diputar di setiap event yang diselenggarakan oleh Pepsodent. Dampaknya cukup baik. Anak-anak semakin paham kalau mereka tidak menjaga mulut dan gigi mereka, mereka pun akan diserang oleh kuman penyakit.

Karakter-karakter ini sering muncul di beragam media kampanye Pepsodent. Dari komik berseri yang sempat menjadi bonus di majalah Bobo, hingga menjadi media ajar dalam bentuk flipchart dan poster, yang dipakai oleh tim kesehatan gigi Pepsodent dalam mengkampanyekan kesehatan gigi dan mulut ke sekolah-sekolah dasar.

Dalam event “Pepsodent Initiative for Dental Health” di Cilandak Town Square Jakarta dan Istana Plaza Bandung beberapa bulan lalu, terlihat maskot Pepo dan Sigi mengajak anak-anak untuk memeriksakan gigi dan mulut mereka. Di event ini, anak-anak juga bisa memainkan game interaktif yang juga bertemakan karakter Pepo dan Sigi.

Pepo dan Sigi merupakan satu contoh dimana maskot bisa memperkuat pengenalan brand kepada targetnya. Pepo dan Sigi memang makhluk fiktif. Namun karena fiktifnya ini, citra positif bisa dibangun dan diciptakan sendiri sesuai keinginan dan arahan brand

Rich Media Format
Kategori: Knowledge — Pitra @ Saturday, July 9, 2005, 8:54 pm

Rich Media didefinisikan oleh eMarketer.com sebagai media advertising yang memanfaatkan motion (animasi/video), suara dan/atau interaktifitas yang melibatkan audiens. Keterlibatan ini bisa ditujukan untuk memantapkan persepsi brand di benak konsumen.

banner sebagai media advertising di internet. Dengan semakin berkembangnya teknologi Flash dan Java, diikuti dengan banyaknya pengguna internet dengan kabel dan ADSL, memungkinkan munculnya media advertising yang lebih daripada sekedar gambar diam.

Dengan rich media, penyajian bisa lebih kreatif. Media ini bisa memberikan pengalaman online yang menarik bagi para surfer, sembari mereka tetap menerima pesan-pesan brand. Bayangkan, kalau banner yang muncul bisa berinteraktif dengan surfer. Misalnya, penggunaan game sederhana yang mewakili pesan brand dalam banner tersebut.

Namun, kreatif pun ada batasnya. Jangan sampai malah menjadi sangat intrusif, misalnya: iklan yang melayang (float) di atas halaman website atau video yang menghabiskan bandwidth saat kita membuka halaman website. Surfer akan malas membuka halaman itu lagi. Dampaknya, citra brand pun akan ikut terbawa buruk.

White paper berjudul “Rich Media: At the Tipping Point” dari eMarketer.com bisa menjadi rujukan perbandingan betapa besar revenue yang dihasilkan dari media ini di US.

7 Manfaat Penggunaan Game untuk Kampanye Brand
Kategori: Advergame, Knowledge — Pitra @ Saturday, July 9, 2005, 8:50 pm
  1. Pengalaman (experience).
    Game memberikan pengalaman bagi konsumen. Untuk itu, gameplay pun harus dibuat menarik dan merefleksikan citra brand. Biasanya, tema game mengikuti kampanye iklan brand itu di media lain (TV, print, billboard, dll).
  2. Interaktifitas (interactivity).
    Game membangun interaktifitas pemain dengan brand. Kedekatan emosional brand dengan pemain bisa dibangun di sini.
  3. Berulang (repetitive).
    Game bisa dimainkan berulang-ulang, dengan waktu yang ditentukan sendiri oleh pemain. Jadi, kapan pun pemain menyempatkan diri bermain, saat itu juga dia tereskpos oleh brand tersebut.
  4. Terukur (measurable).
    Game bisa mengukur seberapa sering, seberapa lama, dan seberapa banyak pemain terekspos oleh suatu brand.
  5. Database.
    Game membangun database pemain, yang bisa dimanfaatkan produsen untuk kebutuhan pemasaran brand tahapan selanjutnya.
  6. Integrasi online-online.
    Game bisa diintegrasikan dengan kampanye online brand yang lain. Penggunaan website, blog, forum, dan rich media bisa memperkuat penetrasi brand di dunia online.
  7. Integrasi online-offline.
    Game bisa diintegrasikan dengan kampanye offline brand. Sistem prestasi dalam game memungkinkan pemain mendapatkan hadiah yang bisa diambil di retail terdekat.
ragam sponsor
Join the GMI panel and get paid for your opinions! Floor FX A-BOX Rank My Wall Eye Pleasure
komentar terakhir
  • DaifieMenurut w gay tu sbnr ny cm slah pmikiran ja,. N di sebab kn faktor sikologis,. Krna gk mgkn ada asap klo gk da...
  • mumuwaa… ada gw… aseeek…
  • Ratih AprilianiWahhh!!!! ……. Kalau dah jelek ms hrs lbh jelek lg!!!! Tapi blh deh dicoba,...
  • fenderakapan neh ada u wilayah palembang? padahal banyak loh band indie palembang yang kreatiffffff band gue musti...
  • jedwhoaalaaaahhhhhhhhh
  • StrinefoxSuperhero..?? tiap orang pasti pengen jadi superhero lah pastinya….tapi apa siap nanggung...
  • Antonius SetiawanGw tuch suuuukaaa banget dech ama ristynya…..Oke….Gi le….dech pokoknye.
  • OllieSaya pernah nyasar beneran dan ‘melakukannya’ beneran di toilet cowok T_T Tolong pengelola gedung...
ragam tautan
dari blog lain

dunia yang gatal

  • Tunggu...

eye pleasure

  • Tunggu...

RSSKQF