Info dan artikel baru seputar advergame, animasi, komik, video, viral, dan website.
Experiental Activity
Kategori: Knowledge, Event — Pitra @ Sunday, July 3, 2005, 1:35 pm

Rabu, 29 Juni 2005 kemarin, dimulai pelaksanaan event Bobo Fair di JHCC. Event tahunan ini diikuti oleh banyak brand yang erat hubungannya dengan balita dan anak. Acaranya luar biasa ramai. Hampir semua brand menyuguhkan experiental activity di setiap stand-nya.

Stand Sari Husada menyuguhkan “hutan buatan,” lengkap dengan jembatan-jembatanan, rumah-rumahan gubuk, hingga “sungai” yang berisi “buaya.” Lalu, ada stand Nestle Dancow yang menunjukkan pameran karya anak-anak, lengkap dengan panggung yang dipakai untuk kegiatan mendongeng.

Beberapa stand menyediakan beragam game, dari game yang mengolah motorik hingga otak. Terlihat hampir setiap stand menyediakan fasilitas “mandi bola.” Beberapa brand yang menekankan pada perkembangan otak, bahkan menyediakan permainan interaktif yang mengasah daya pikir.

       

Salah satu game interaktif yang mengasah daya pikir ini bisa dilihat di stand Nutricia. Kebetulan saya bertemu dengan rekan dari SmartShell, yang mengerjakan game interaktif Nutrilon Royal Game. Game ini terdiri dari kumpulan 3 mini game yang dirangkai dalam satu cerita, dengan tema tentang pencarian harta karun. Tema ini dihubungkan dengan tema TVC produk ini. Agar lebih menarik bagi anak, disisipkan animasi di antara minigamenya. Gamenya ternyata cukup menantang untuk anak-anak.

Rekan saya ini juga bercerita, kalau Nutricia mendapat keuntungan 2 kali dengan game ini. Pertama, konsumen akan senang memainkan game ini, yang secara tidak langsung akan semakin mengenal brand Nutrilon. Kedua, pemain diminta untuk memasukkan database diri sebelum ia bermain. Database ini yang nanti akan dipakai oleh Nutricia dalam strategi pemasaran mereka berikutnya.

Hal menarik lain dalam event Bobo Fair ini adalah, begitu banyaknya maskot produk berseliweran di seputar pameran. Pengenalan brand melalui maskot sepertinya sudah menjadi hal yang wajar. Mereka mengajak pengunjung untuk berfoto bersama, sambil membagikan agenda acara yang akan diselenggarakan brand yang diwakilinya.

Asyik juga kalau semua brand terus melakukan aktivitas seperti ini. Pengunjung pun pasti senang, karena mereka bisa terlibat aktif dalam kegiatan itu.

Istilah kerennya, Advergame!
Kategori: Advergame, Knowledge, Local Game — Pitra @ Saturday, July 2, 2005, 2:53 am

Di US, brand-brand terkenal sudah cukup lama menggunakan game sebagai media kampanyenya (terutama karena devisa yang dihasilkan via game kini sudah melebihi yg didapat dari film-film Hollywood). Coba lihat game-game konsol sekarang, hampir semuanya tidak lepas dari unsur brand di dalamnya. Kebanyakan memang brand hanya dipasang sekedar background saja, misal: papan-papan iklan yg ada di tepi lapangan game FIFA-nya keluaran Electronic Arts, atau di skate ring yang dipakai oleh Tony Hawk dalam game-nya.

Pasar game konsol memang paling besar di US, tapi product development-nya memakan waktu lama (bahkan kadang sampai 3 tahun), sehingga agar sesuai dengan strategi komunikasi suatu brand, brand baru bisa masuk pada saat proses pengembangan akhir. Akibatnya, paling-paling brand cuma muncul sebagai latar game saja (mungkin kalau dianalogikan di TV, hanya  menjadi sponsor yang muncul sebagai running text saja). Pasar game konsol ini membidik usia 18-34 tahun (diutamakan remaja pria).

Tapi ada pasar game lain yang memang lebih kecil, tapi malah terbukti lebih efektif mengkampanyekan brand. Malah, beberapa game ini di-owning oleh brand tersebut. Game ini sifatnya lebih kasual, sederhana, dan tidak terlalu kompleks. Modelnya biasanya pengembangan dari permainan kartu, arkade, olahraga sederhana. Game seperti ini di US ternyata malah banyak dimainkan oleh anak-anak, remaja baik pria maupun wanita, hingga sebagian wanita dan pria dewasa. Ada yang berbasis flash game, dan dimainkan via website (pemain harus online). Ada pula yang harus di-download terlebih dulu, baru bisa dimainkan.

Model game kasual seperti ini proses development-nya tidak terlalu lama. Sekitar 2-3 bulan sudah cukup. Hal ini memungkinkan brand untuk berkampanye via game model ini. Game bisa diidentikkan dengan lifestyle pengguna brand (misal: game basket Live the Madness buatan developer Wild Tangent menggunakan icon kaleng Coca Cola sebagai item bonus yg bisa diambil pemain). Atau bahkan game yang identik dengan product knowledge, seperti game produksi Wild Tangent untuk Toyota melalui game Corolla Joyride.

Game bisa disebar melalui website maupun viral. Bila game menarik dan mampu membuat pemainnya kecanduan (cukup misalnya 10 menit saja), secara tidak langsung, pesan-pesan brand akan tertanam dalam benak pemain. Sepanjang game-nya enjoyable, tentu pemain tidak akan keberatan dengan keberadaan brand tersebut. Intinya adalah, bagaimana membuat gameplay yang menarik namun tetap bisa meng-embedd-kan pesan brand (secara tidak langsung), dan bagaimana membuat game menjadi experience bagi pemain.

Untuk pasar Indonesia, game konsol sulit menjadi pertimbangan, selain karena proses development yang lebih lama (mengingat belum ada industrinya), pemasarannya pun sulit terukur, karena faktor game piracy (pembajakan).

Clear Warriors

Tapi peluang advergame untuk game kasual - dimana pemain bisa mendapatkannya melalui website - masih sangat besar. Waktu development-nya tidak lama (maksimal 3 bulan untuk game arkade sederhana). Pemain game online pun juga sangat banyak. Bagi brand yang memiliki target demografi pria 12-30 tahun, game kasual berbasis online merupakan pasar yang menarik. Hal ini tidak tertutup untuk target demografi wanita yang hobi bermain game ala Tetris dan kuis-kuis. Tentunya, segala hal yang berhubungan dengan internet, pemasarannya akan mudah diukur (misal: seberapa lama pemain bermain, berapa unique user yang memainkan game, dll).

Contoh advergame yang pernah berjalan di Indonesia salah satunya: game Clear Warriors buatan SmartShell (divisi Stratego Bandung) dan Draft Indonesia. Sambil bermain, pemain bisa menyerap pesan product knowledge dari shampo Clear, melalui aksi para jagoan Clear yang membunuh monster ketombe dan gatal.

Petualangan di Singapura

Pasar game lainnya adalah, mencoba mengkaitkan antara game - brand - event, yaitu game yang dimainkan melalui event yang diselenggarakan oleh brand. Pepsodent Indonesia sering melakukan hal ini. Tahun lalu, Singapore Tourism Board pun juga melakukan hal yang sama melalui event promo yang diselenggarakan di mal-mal.

Promo dalam game memang masih jarang terdengar di Indonesia. Bahkan tidak semua brand manager atau advertising agency memanfaatkan celah pasar ini. Ada yang tertarik mencoba?

ragam sponsor
Join the GMI panel and get paid for your opinions! Floor FX A-BOX Rank My Wall Eye Pleasure
komentar terakhir
  • JonruPak, BelajarMenulis.com juga sedang mengadakan lomba blog, dengan konsep yang agak beda. Info selengkapnya di...
  • Widi Asmoromas pitra.. ini bagus nih :D thanks for sharing! sharing is not stealing
  • santiwow. gini dech, klo jadi kapitalis yang mukanya tebel. bilangnya cari duit buat kemanusiaan, tapi cari profit...
  • tungdeblang pool resto & loungedi kos2an temen saya,daerah pengadegan ada stiker kayak gitu…hehe… di...
  • simple_lifech4mL3yQHUMzZ,,LOwWw gUyZzz…gW Lgi biNgUn9 b4n93tzz nieEE..? 4d4 y6 m4w b4ntUin gw g4k???gw l4gy ad4...
  • wibigimana sih cara liat story board tvc . . . gw butuh bgt story boardnya baygon yang versi demam...
  • ulung prabowoDear Bajing Loncat, saya ulung dari Initiative media-saya sedang mengumpulkan data tentang perkembangan...
  • harryd.renaissance = keren!
ragam tautan
dari blog lain

dunia yang gatal

  • Tunggu...

eye pleasure

  • Tunggu...

RSSKQF