Home » Online Branding

Seksualitas dalam Advergame

25 December 2005 14,966 views 17 komentar

Beberapa bulan lalu 2 seri game terkenal sempat mendapat sorotan tajam karena unsur seksualitas di dalamnya. Ada bagian cerita dalam game Grand Theft Auto: San Andreas yang menampilkan seks konsensual, meski karakternya tetap mengenakan pakaian. Unsur ketelanjangan yang diberi efek blur dalam game Sims 2 juga mendapat kritikan. Penggunaan efek blur ini katanya memberi kesan kalau ada sesuatu yang disembunyikan di baliknya. Terlepas dari sorotan kritik ini, kedua game tersebut tetap laris dalam pemasarannya.

Tak jauh berbeda dengan game umumnya, advergame pun sering tak lepas dari unsur seksualitas. Namun, penggunaan unsur seks sebagai penarik perhatian dalam advergame umumnya hanya dilakukan untuk produk-produk yang ditujukan untuk usia dewasa.

Beautiful Game

T-Mobile yang menawarkan jasa menonton bola FIFA 2006 melalui telepon selular, menampilkan advergame Beautiful Game di website-nya. Di advergame ini, Anda akan menjadi seorang perempuan eksibisionis yang harus lari ke tengah lapangan untuk menendang bola, sambil menghindari pemain dan polisi. Advergame ini sungguh menghibur. Unsur ketelanjangan memang menjadi tawaran utama untuk menarik perhatian.

Virtual Bartender

Contoh lainnya adalah advergame simulasi Virtual Bartender yang menampilkan video wanita pelayan bar. Anda bisa mengetikkan perintah tertentu, dan si bartender wanita akan menuruti perkataan Anda. Dimulai dari perintah sederhana seperti “hello,” “beer,” “dance,” hingga berbagai perintah yang menjurus ke seksual. Silakan Anda mencari link tersembunyi dalam artikel ini untuk tahu semua perintahnya.

Girl on Girl Kamasutra

Advergame Girl on Girl Kamasutra sudah lama muncul. Di advergame ini seksualitas ditonjolkan dengan lebih ekstrim. Anda diminta untuk mencari gaya yang tepat dalam bercinta. Banyaknya variasi gaya dalam setiap level membuat advergame ini menjadi amat menarik.

Mojo Master

Game bertema simulasi kencan memang menjadi tren sejak game Sims pertama kali diluncurkan. Axe Unlimited meluncurkan Mojo Master, sebuah advergame online yang mengajak pemainnya untuk menaklukkan ratusan wanita dengan kepribadian berbeda-beda. Lingkungan dan karakter yang bernuansa 3D disertai konsep yang kuat, menunjukkan betapa seriusnya pengembang advergame ini, Wild Tangent, dalam mengelola brand Axe melalui sebuah game.

Masih banyak lagi contoh-contoh advergame yang memanfaatkan seksualitas dalam pengemasannya. Seksualitas tidak terbatas pada visual semata. Hal yang dilakukan oleh Philips Ambilight melalui suara godaan manja dari seorang wanita bisa menjadi contohnya.

Unsur seksualitas memang masih menjadi bahan yang dipertimbangkan dalam menggarap konsep sebuah advergame. Namun, hal itupun dibatasi pada segmen tertentu saja, biasanya untuk brand atau produk yang bertarget segmen pria usia 18-34 tahun.
http://www.blondeblog.com/beertendercommands.html

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

17 komentar »

  • toni :

    Saya pernah membaca iklan sebuah editor untuk php, PHPEditor kalau gk salah. Di sana iklannya mengatakan: “Almost better than sex”

    Heheheh, advertorial yang bagus banget .. buktinya sampai sekarang saya masih ingat. :)

    Keep the good work :)

  • andrianto H :

    di GTA san andreas memang ada mode sexual yang kemudian di kunci sama pembuatnya (walaupun sebenernya codenya masih embedded di gamenya)
    tapi selain sexualitas ada satu lagi yang sama menariknya yaitu “kekerasan” GTA adalah perpaduan bagus antara kedua hal ini.
    nice site!

  • Imponk :

    Kepuasan. Kata itu mungkin yang dicari banyak orang. Tidak puas main game biasa, yang satu ini —game-game seksi— bisa jadi pilihan. Selain permainannya menghibur, mata pun jadi “seger”. Produsen Games rupanya tidak kurang akal untuk memanjakan para pelanggannya. Selain produsennya penganut perdagangan bebas, mereka tidak bertanggungjawab terhadap norma yang timbul akibat game-game semacam itu. Ah, norma, apalah sekarang artinya?

  • doeljoni :

    game yang menjual pelampiasan naluri purba manusia :) )

    setidaknya masih lebih aman ketimbang di lakukan di dunia nyata… minimal gak ada penjara…

    walau kurang bagus buat anak-anak hahahaha…

  • hericz :

    Hmm, game paling parah yg pernah tak mainin cuma Leisure Suite larry.

    Jaman gambar 3d masih merupakan kemewahan.

  • downey :

    aku sih kpingin ada permainan yang memacu adrenalin sepeti permainan orang dewasa tentang sexdan permainan ini hanya khusus orang dewasa saja

  • ADI :

    TOLONG BERIKAN KATA SANDI UNTUK GAME GTA SAN ANDREAS

  • chipok :

    wah yahut banget

  • TOM :

    GAME BAGIAN DARI FANTASI MANUSIA.JIKA SEX ADA DIDALAMNYA,……………………………

    BERMANFAAT BAGI YANG DEWASA

    PERUSAK BAGI YG MSIH BALITA

    TAPI NGK PA2 KOK,TINGGAL YANG MENGKONSUMSI.HE…HE..

  • syappakah aku? :

    gw mainnya sambil berdenyut euy!!!!gak nahan…..bisa bantu bikin fantasiyang aduhai….dan membuat tangan harus mengelus2….hihihihi….

  • celo :

    gw gak ngerti cara merintahkan game ini

  • celo :

    bantuin dunk???

  • infogue :

    Artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://18-thn.infogue.com/seksualitas_dalam_advergame

  • manya :

    ehem ehem :)

  • veve :

    “VIDEO DAN GAMBAR SEXSUAL MERUSAK FIKIRAN ANAK2″MAINLAH GAME YANG BERMANFAAT BAGI JALAN FKRAN KITA;INDONESIA JANGAN BUGIL DI DEPAN CAMERA MAUPN DI PERTONTONKAN DI MANA2.

  • setanjalanan :

    jaman skrng mah jmnny bk2an,tul nggak

  • devi :

    wduh2…..bwt yg dewasa ok2 j tp bwt yg msh imoet2 jgn dl y!!!!

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge