|
Upaya mengenalkan brand melalui aktivitas below the line dan above the line tentu sudah bukan hal yang asing lagi. Semua orang pun yakin kalau dunia maya bisa ikut membantu memperkuat brand. Namun kenyataanya, mereka hanya sekedar mengadaptasi model dunia nyata ke dunia maya, tanpa mengenal lebih dalam kelebihan dunia maya itu sendiri.
|
|
 |
Sebenarnya, membangun sebuah brand di dunia maya memiliki kompleksitasnya tersendiri. Di dunia ini, kita menemukan suatu interaktivitas yang menghubungkan antara brand dan target pemakainya. Dengan semakin berkembangnya teknologi, dan semakin beragamnya jenis media yang bisa ditawarkan melalui internet, bentuk interaktivitas pun semakin beragam. Semua bergantung dari atribut brand itu sendiri.
Dunia internet tidak seperti 5 tahun lalu dimana atribut brand hanya muncul sebagai visual atau tampilan desain saja. Saat itu, sebuah brand cukup menampilkan alamat website yang sama dengan nama brand, dan disertai desain sesuai dengan atribut brand, dan konsumen sudah menerimanya. Sekarang, dimana jutaan orang berkumpul dan berkomunikasi di dunia maya, website seperti dulu tidaklah cukup.
Kini website harus bisa memberikan pengalaman lebih. Website sebuah brand pun perlu mengajak konsumennya untuk berinteraksi langsung melalui pengalaman nyata di website. Bentuk pengalaman ini haruslah unik, dan disesuaikan dengan atribut brand itu sendiri. Komunikasi perlu diciptakan antara brand dengan konsumen, dan antara konsumen yang menggunakan brand tersebut. Bukan zamannya lagi brand dikomunikasikan satu arah dimana konsumen hanya menerima pasif, tanpa bisa merespon tanggapan dan persepsinya tentang brand tersebut.
(lanjut?)