
Sebuah TVC yang ditayangkan di media televisi pun ternyata bisa diintegrasikan dengan website dan kegiatan below the line. Saat KFC US mempromosikan produk Buffalo Snacker melalui TVC, pada salah satu frame di TVC itu ditampilkan sebuah kode rahasia. Kode rahasia ini lalu diisikan di website KFC. Untuk 75.000 orang pertama yang bisa menjawab kode rahasia tersebut, KFC akan membagikan kupon gratis untuk mencoba produk tersebut. Dengan cara demikian, KFC memberikan efek buzz yang luar biasa. Untuk yang mau tahu kode rahasianya, masukkan saja kata “buffalo.”
Cara ini merupakan salah satu cara termudah untuk membangun brand experience melalui sekaligus banyak kanal. Orang mau tidak mau harus menunggu TVC dan memperhatikan terus-menerus setiap kali TVC itu tayang (meski cara lebih mudah bisa dilihat melalui website, dengan menayangkannya frame per frame). Orang lalu diajak untuk mampir ke website, yang artinya website pun semakin banyak diakses oleh pengunjung. Orang diajak untuk menukarkan kupon di gerai-gerai KFC dan mencoba produk yang dimaksud. Harapannya, “perjuangan” mendapatkan produk tersebut disebarkan oleh para pemenang ke teman-temannya, yang lalu akan mencoba melakukan hal serupa.


















Biasalah…strategi promosi…
[…] Iklan TVC sudah semakin jarang diperhatikan penonton. Kecenderungan orang untuk mengganti saluran saat iklan berlangsung sudah menjadi hal lumrah. Tulisan tentang hal ini pernah dibahas sebelumnya di blog ini. Oleh karena itu, pengiklan mulai mencari ide-ide baru untuk “memaksa” penonton menyaksikan pesan iklan. Beberapa bulan lalu, KFC menayangkan TVC Buffalo Snacker, dimana ada sekian frame dalam keseluruhan durasi iklan, menampilkan kode rahasia. Kode ini lalu dimasukkan dalam website KFC untuk kemungkinan memenangkan hadiah langsung dari KFC. […]
Fristi