Percaya tidak percaya, akhirnya sampai juga di posting ke-100. Awalnya dulu, bulan Juli 2005, Media Ide hanya bertempat di Blogspot, sembari sedikit belajar tentang apa itu blog, bagaimana membuatnya, bisa digunakan untuk apa saja, dll. Ternyata setelah mulai dipahami, muncul banyak ketidakpuasan menggunakan Blogspot.
Mengolah desain template di Blogspot agak susah, menuntut lebih banyak online, padahal koneksi yang ada hanyalah dial-up. Belum lagi selalu munculnya banner Blogspot di atas layar yang tidak bisa dihilangkan. Dan, yang paling menyebalkan adalah tidak adanya fasilitas administrasi untuk komentar, sehingga beberapa tulisan sering di-spam. Lihat saja blog Tiara Lestari yang penuh dengan komentar spam.
Setelah bertandang ke beberapa blog, bertanya kesana kemari, dan banyak mempelajari beberapa engine blog, akhirnya pilihan jatuh dengan menggunakan Wordpress. Kebetulan saat itu server Bajing Loncat memiliki ruang sisa banyak. Maka, dibuatlah sub-domain Media Ide di sana, dan berawallah pembelajaran baru dengan Wordpress pada bulan Oktober 2005. Berbagai artikel yang sudah pernah ditulis di Blogspot dipindahkan ke server baru.
Untuk memudahkan proses desain, instalasi Wordpress dilakukan di localhost (menggunakan XAMPP). Eksperimen desain dilakukan di sini. Setelah puas, barulah seluruh file di-upload ke server.
Desain template memang berawal dari salah satu desain template gratis, namun banyak dimodifikasi dan digabungkan dengan beberapa script dari template-template lain. Akhirnya, muncullah tema merah-hitam seperti yang bisa dilihat sekarang. Kadang-kadang, banner judul Media Ide diganti beberapa kali, untuk menghindari kebosanan, meski tetap dalam nuansa tema yang sama: merah-hitam. Bagian artikel/tulisan tetap didesain menggunakan latar belakang putih, untuk memudahkan orang membaca. Mungkin kombinasi warna ini sesuatu yang jarang ditemui dalam sebuah blog. Biarlah, mudah-mudahan ini malah menjadi identitas dari blog Media Ide itu sendiri.
(lanjut?)





















