Keterbukaan TVC Chevy Tahoe
Beberapa minggu lalu, Chevy Tahoe, yang sempat diperkenalkan melalui program TV Apprentice, meluncurkan website interaktif dimana pengunjung bisa menyusun berbagai klip video, menambahkan pesan, dan memasukkan pilihan musik, sehingga menjadi TVC utuh, sesuai keinginan pengunjung sendiri. Hasil rangkaian pengunjung ini lalu bisa ikut dikompetisikan melalui website.
Bisa jadi ini adalah salah satu bentuk awal pola pengiklanan baru, dimana pemasar brand ikut mengajak konsumen untuk berpatisipasi langsung terlibat pembuatan iklan. Iklan tidak harus satu arah, sesuai keinginan pemasar brand, dengan konsumen sekedar sebagai pemirsa saja. Di sini pemasar membebaskan konsumen untuk melontarkan versi mereka terhadap brand Chevy Tahoe.
Sebenarnya ide serupa pernah dilakukan oleh produk Old Spice dan film American Pie: Band Camp. Perbedaan utama, yang lantas menjadi isu besar, adalah saat pengunjung bisa memasukkan teks bebas sesuai keinginan pengunjung sendiri. Beberapa kaum pencinta lingkungan (environmentalist) ternyata membuat versi iklan dengan copy teks yang justru menjatuhan brand Chevy Tahoe.

Tentunya resiko ini sudah diantisipasi oleh Chevrolet. Sejak lama para environmentalist banyak menentang penggunaan SUV. Chevy Tahoe, seperti mobil SUV lainnya, dituduh memiliki bensin yang boros. Namun, Chevrolet sendiri menanggapinya dengan positif. Ed Peper, General Manager Chevrolet, menyatakan bahwa jika Chevrolet malah mensensor iklan yang disusun berdasarkan sudut pandang berlawanan dengan apa yang diharapkan, bisa-bisa malah Chevrolet yang dibantai di dunia forum dan blog yang kini semakin terbuka. Dalam keterbukaan internet seperti sekarang, ia malah mengajak mereka yang bertentangan dengan produk SUV untuk berdebat dan berdiskusi langsung.
Secara tidak langsung, kasus kontroversial ini justru malah mengangkat brand Chevy Tahoe ke permukaan. Kasus ini menjadi bahasan di banyak blog dan website. Ini hanya satu contoh kasus di era social computing, dimana konsumen diberi keterbukaan untuk memberikan persepsinya terhadap apapun. Dampaknya memang bisa positif dan negatif. Sekarang tinggal pemasar brand sendiri, apakah bermental kuat untuk menghadapi dunia yang berbeda ini?















Tinggalkan komentar Anda!