Sebenarnya Apa Sih Spam Itu?
Untuk mereka yang aktif berinternet, dan sering menuliskan alamat e-mail-nya dimana-mana, sudah tidak diragukan lagi kalau mereka akan menerima e-mail tidak dikenal berisikan konten yang tidak menarik, yang lebih terkenal dengan sebutan spam. Percaya atau tidak, berdasarkan Return Path kalau 10 dari 12 e-mail yang diterima umumnya adalah spam. Pastilah pernah menerima e-mail yang tidak jelas seperti: viagra, OEM software, pil kesehatan, MLM, dengan segala varian cara penulisannya. Menyebalkan memang.
Seringkali dalam membuat sebuah website, taktik promosi murah pertama kali yang terpikir dilakukan adalah melalui direct marketing seperti e-mail. Murah memang, karena hampir tanpa biaya. Tapi, perlu diperhatikan, apakah si penerima memang ingin menerimanya? Karena apapun isinya (baik itu berguna maupun tidak), kalau tidak seizin yang bersangkutan, tetap saja dikategorikan sebagai spam.
Sekitar dua tahun lalu, Federal Trade Commission (FTC) US mengeluarkan CAN SPAM Act (Controlling the Assault of Non-Solicited Pornography and Marketing Act) untuk mengatur peredaran e-mail komersial. Peraturan ini bisa dijadikan acuan tentang apa sebetulnya spam, dan bagaimana mengatur pengiriman e-mail komersial agar reputasi brand website tetap terjaga baik.
-
Menyampaikan informasi yang salah atau membingungkan. Pengisian “from,” “to,” dengan alamat e-mail yang tidak jelas, baik itu nama pengirim maupun domain pengirim. Nama domain pengirim sebaiknya sama dengan nama website yang dipromosikan.
-
Menyampaikan “subject” yang tidak sesuai dengan konten pesan e-mail yang dikirimkan.
-
Setiap penerima e-mail harus diberi kesempatan untuk memilih opt-out, bila ia tidak mau menerima e-mail komersial serupa lagi di masa depan. Mekanismenya bisa bermacam-macam, baik melalui pengiriman e-mail kosong atau melalui website. Namun intinya, saat penerima itu memutuskan untuk tidak mau menerima e-mail komersial lagi, maka pengirim harus menghormati keputusan itu.
-
E-mail komersial yang dikirimkan tersebut memang jelas teridentifikasi sebagai iklan, dan di dalam e-mail harus dicantumkan alamat lengkap perusahaan/individu pengirimnya.









Wah… ada juga yaa pembahasan ttg SPAM ini…
btw salam kenal ya..
Thanks ya…dari gak tau ttg SPAM jadi tau deh!
Tinggalkan komentar Anda!
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Kategori
Arsip
Artikel Terakhir
Artikel Acak