Home » Creative Works

Mendistribusikan Komik Brand

23 May 2006 2,570 views 14 komentar

Komik merupakan salah satu media komunikasi yang menarik untuk brand, khususnya brand yang ditujukan untuk konsumen anak-anak. Penanaman pesan brand melalui penokohan dan penceritaan komik yang menarik merupakan salah satu kelebihan komik dibandingkan media lainnya. Namun, komik tanpa kanal distribusi yang benar, tentu juga tidak akan memberikan manfaat bagi brand.

Walls - Connello

Di Indonesia, penyaluran/distribusi komik karya dalam negeri secara umum hanya dilakukan melalui 2 cara, jalur mainstream dan independen. Jalur mainstream adalah dengan cara mendistribusikannya ke toko-toko buku utama. Promosi tambahan seperti materi POS (point of sales) masih diperlukan, untuk menarik perhatian konsumen akan komik tersebut. Jalur independen dilakukan dengan mendistribusikannya secara gerilya. Umumnya dilakukan dari event ke event. Cara yang relatif lebih murah, tapi lebih melelahkan. Masing-masing cara memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.

Lalu, bagaimana dengan komik brand? Cara-cara di atas tetap bisa dilakukan, namun dengan masuknya brand dalam komik, muncul beberapa alternatif kanal distribusi. Cara yang umum dilakukan adalah menjadikan komik sebagai banded promo dari brand. Komik dikemas sebagai bagian dari kemasan produk, dan dijadikan alat untuk menarik konsumen untuk membeli produk. Trik yang paling umum dilakukan adalah dengan membuat beberapa seri komik dan menaruhnya secara acak di setiap kemasan. Karena anak-anak suka mengkoleksi sesuatu, cara ini memberikan peluang untuk meningkatkan penjualan dengan lebih cepat. Cara ini sebenarnya tidak hanya terbatas untuk banded promo berupa komik. Banded promo lain seperti mainan, cergam, kartu, bisa pula menggunakan cara serupa. Pengukuran melalui distribusi ini juga mudah, karena langsung terukur dari seberapa banyak produk terjual.

Pepsodent - Pepo Sigi

Metode distribusi lainnya adalah dengan mendistribusikannya langsung ke lokasi target, misalnya: sekolah, mal, dll. Tentunya pembagian komik secara gratis atau dijual murah, belum tentu berdampak positif terhadap pengenalan brand. Sebaiknya komik yang ditayangkan harus pula bersifat interaktif, sehingga anak-anak bisa terlibat langsung di dalamnya. Misalnya, menggunakan kuis dalam komik. Pertanyaan kuis harus relevan dengan cerita dalam komik atau tentang brand itu sendiri. Anak-anak diajak untuk mencari tahu lebih lanjut tentang informasi brand, dengan mencari jawabannya dalam cerita komik. Hal ini pernah dilakukan brand Fristi sebelumnya di sekolah-sekolah. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam kuis bisa menjadi alat ukur seberapa besar keberhasilan promosi.

Petualangan Fristi

Metode distribusi lainnya adalah dengan menggandeng majalah atau tabloid anak-anak. Bila biasanya brand menayangkan print ad di media cetak, mengapa tidak merubah format print ad menjadi komik? Model seperti ini banyak dipakai brand untuk majalah-majalah anak seperti Bobo dan Kids Fantasi. Komik sebanyak 1-2 halaman ditayangkan sebagai bagian dari konten majalah. Anak-anak tidak akan melihatnya sebagai iklan, melainkan sebagai cerita-cerita komik umum yang selalu muncul di majalah. Cara ini sangat baik bila tujuan pembuatan komik adalah untuk membangun brand awareness.

Jadi, tertarik untuk mencoba komik sebagai alternatif penyampaian komunikasi pesan brand?

14 komentar »

  • stefi :

    saya sebenarnya sangat suka dengan kartun dan saya sangat ingin dapat membuat kartun, animasi, dan lain2nya. oh ya sebenarnya komik in indonesia tu bagus tapi kenapa ya peminatnya sedikit.tapi kita sebagai generasi muda juga gak mau kalah dong ma komik luar negeri. ayoooo kita semua bangkitkan kreativitas n imajinasi kalian. ok!

  • bima :

    gw pengen ngopy

  • shaqty v-v :

    orang indonesia bisa bikin comic tp knp yaaah ko’ ga’sengetop punya orang luar? kurang menarik apa yah? eh, tapi kebanyakan punya kita tuh bagus,cuman kurang banyak peminat.orang2 tua juga kan lebih banyak yang beranggapan miring ttg comic.padahal comic itukan baguz yah? eh, klo’ nggambar tu sebenernya di bolehin ga’ sih dlm islam?

  • Rohendi :

    Gw punya cerita & gambar yang ingin dipublikasikan tapi gimana ya cara ??? klo ada yang tau caranya, tolong kirim e-mail ke macho_mandoang@yahoo.com
    Maksih

  • Rohendi :

    hy gwa mohon,gwa punya segudang cerita hasil karya gwa sendiri tapi gwa bingung mau dikirim ke mana ???
    tolong gwa dong !!!!

  • DEDEN SANUSI :

    Bagi Temen2 yg mo bantu kami SILAHKAN YAH …..aku mo buat TAMAN BACAAN disekitar rumahku, aku perlu segudang komik Plus bacaan apa saja deh …kalo ada yg punya buku2 bekas Telpon aku yah di 085214052083

  • DEDEN SANUSI :

    Bagi Temen2 yg mo bantu kami SILAHKAN YAH …..aku mo buat TAMAN BACAAN disekitar rumahku, aku perlu segudang komik Plus bacaan apa saja deh …kalo ada yg punya buku2 bekas Telpon aku yah di 085214052083

  • DEDEN SANUSI :

    Yg Penting Iklash Ok ….

  • nura :

    hei hei ayo jangan kalah sama komik2 luar

  • TOPAN NOFIAN :

    JAGO JAGONYA BIKIN KOMIK ADA DI SKOLAH GW
    DI SMKN 14 BANDUNG (SEKOLAH MENENGAH SENI RUPA)

  • irvan :

    Komik-komik seperti Pepo & Sigi, Fristi masih ada gak yah ?
    Kalau masih ada, di mana yah saya bisa mendapatkannya ?

  • Pitra (penulis) :

    #11 irvan, komik2 itu udah nggak ada lagi. Dulu dipublishnya dalam majalah Bobo. Jadi mungkin harus ngumpulin majalah Bobo tersebut. Tapi itu pun sudah lamaaa sekali.

  • shoufan :

    mas aku bingong menjual komik karyaku selain aku ke kurangan modal
    juga mau dijual kemana ,saran mas bagaimana?

  • kunarto :

    kawan kawan semua ` ayo kita nikmati produk dalam negeri.. secara kualitas banyak produk kita yang g kalah keren ama produk luar. tapi cuma karena kadang kita selalu mengiblat keluar, akhirnya produk kita jadi kurang perhatian… ayo kita cintai produk saudara setanah air……

Tinggalkan komentar Anda!