Info dan artikel baru seputar advergame, animasi, komik, video, viral, dan website.
Mendistribusikan Komik Brand
Kategori: Knowledge, Comic — Pitra @ Tuesday, May 23, 2006, 1:26 am

Komik merupakan salah satu media komunikasi yang menarik untuk brand, khususnya brand yang ditujukan untuk konsumen anak-anak. Penanaman pesan brand melalui penokohan dan penceritaan komik yang menarik merupakan salah satu kelebihan komik dibandingkan media lainnya. Namun, komik tanpa kanal distribusi yang benar, tentu juga tidak akan memberikan manfaat bagi brand.

Walls - Connello

Di Indonesia, penyaluran/distribusi komik karya dalam negeri secara umum hanya dilakukan melalui 2 cara, jalur mainstream dan independen. Jalur mainstream adalah dengan cara mendistribusikannya ke toko-toko buku utama. Promosi tambahan seperti materi POS (point of sales) masih diperlukan, untuk menarik perhatian konsumen akan komik tersebut. Jalur independen dilakukan dengan mendistribusikannya secara gerilya. Umumnya dilakukan dari event ke event. Cara yang relatif lebih murah, tapi lebih melelahkan. Masing-masing cara memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.

Lalu, bagaimana dengan komik brand? Cara-cara di atas tetap bisa dilakukan, namun dengan masuknya brand dalam komik, muncul beberapa alternatif kanal distribusi. Cara yang umum dilakukan adalah menjadikan komik sebagai banded promo dari brand. Komik dikemas sebagai bagian dari kemasan produk, dan dijadikan alat untuk menarik konsumen untuk membeli produk. Trik yang paling umum dilakukan adalah dengan membuat beberapa seri komik dan menaruhnya secara acak di setiap kemasan. Karena anak-anak suka mengkoleksi sesuatu, cara ini memberikan peluang untuk meningkatkan penjualan dengan lebih cepat. Cara ini sebenarnya tidak hanya terbatas untuk banded promo berupa komik. Banded promo lain seperti mainan, cergam, kartu, bisa pula menggunakan cara serupa. Pengukuran melalui distribusi ini juga mudah, karena langsung terukur dari seberapa banyak produk terjual.

Pepsodent - Pepo Sigi

Metode distribusi lainnya adalah dengan mendistribusikannya langsung ke lokasi target, misalnya: sekolah, mal, dll. Tentunya pembagian komik secara gratis atau dijual murah, belum tentu berdampak positif terhadap pengenalan brand. Sebaiknya komik yang ditayangkan harus pula bersifat interaktif, sehingga anak-anak bisa terlibat langsung di dalamnya. Misalnya, menggunakan kuis dalam komik. Pertanyaan kuis harus relevan dengan cerita dalam komik atau tentang brand itu sendiri. Anak-anak diajak untuk mencari tahu lebih lanjut tentang informasi brand, dengan mencari jawabannya dalam cerita komik. Hal ini pernah dilakukan brand Fristi sebelumnya di sekolah-sekolah. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam kuis bisa menjadi alat ukur seberapa besar keberhasilan promosi.

Petualangan Fristi

Metode distribusi lainnya adalah dengan menggandeng majalah atau tabloid anak-anak. Bila biasanya brand menayangkan print ad di media cetak, mengapa tidak merubah format print ad menjadi komik? Model seperti ini banyak dipakai brand untuk majalah-majalah anak seperti Bobo dan Kids Fantasi. Komik sebanyak 1-2 halaman ditayangkan sebagai bagian dari konten majalah. Anak-anak tidak akan melihatnya sebagai iklan, melainkan sebagai cerita-cerita komik umum yang selalu muncul di majalah. Cara ini sangat baik bila tujuan pembuatan komik adalah untuk membangun brand awareness.

Jadi, tertarik untuk mencoba komik sebagai alternatif penyampaian komunikasi pesan brand?



Silakan tinggalkan komentar. Trackback tidak diizinkan.
4590-newsize-468x60.gif
10 komentar untuk “Mendistribusikan Komik Brand
  1. stefi komentar:

    saya sebenarnya sangat suka dengan kartun dan saya sangat ingin dapat membuat kartun, animasi, dan lain2nya. oh ya sebenarnya komik in indonesia tu bagus tapi kenapa ya peminatnya sedikit.tapi kita sebagai generasi muda juga gak mau kalah dong ma komik luar negeri. ayoooo kita semua bangkitkan kreativitas n imajinasi kalian. ok!

  2. bima komentar:

    gw pengen ngopy

  3. shaqty v-v komentar:

    orang indonesia bisa bikin comic tp knp yaaah ko’ ga’sengetop punya orang luar? kurang menarik apa yah? eh, tapi kebanyakan punya kita tuh bagus,cuman kurang banyak peminat.orang2 tua juga kan lebih banyak yang beranggapan miring ttg comic.padahal comic itukan baguz yah? eh, klo’ nggambar tu sebenernya di bolehin ga’ sih dlm islam?

  4. Rohendi komentar:

    Gw punya cerita & gambar yang ingin dipublikasikan tapi gimana ya cara ??? klo ada yang tau caranya, tolong kirim e-mail ke macho_mandoang@yahoo.com
    Maksih

  5. Rohendi komentar:

    hy gwa mohon,gwa punya segudang cerita hasil karya gwa sendiri tapi gwa bingung mau dikirim ke mana ???
    tolong gwa dong !!!!

  6. DEDEN SANUSI komentar:

    Bagi Temen2 yg mo bantu kami SILAHKAN YAH …..aku mo buat TAMAN BACAAN disekitar rumahku, aku perlu segudang komik Plus bacaan apa saja deh …kalo ada yg punya buku2 bekas Telpon aku yah di 085214052083

  7. DEDEN SANUSI komentar:

    Bagi Temen2 yg mo bantu kami SILAHKAN YAH …..aku mo buat TAMAN BACAAN disekitar rumahku, aku perlu segudang komik Plus bacaan apa saja deh …kalo ada yg punya buku2 bekas Telpon aku yah di 085214052083

  8. DEDEN SANUSI komentar:

    Yg Penting Iklash Ok ….

  9. nura komentar:

    hei hei ayo jangan kalah sama komik2 luar

  10. TOPAN NOFIAN komentar:

    JAGO JAGONYA BIKIN KOMIK ADA DI SKOLAH GW
    DI SMKN 14 BANDUNG (SEKOLAH MENENGAH SENI RUPA)

Silakan komentar:

ragam sponsor
Join the GMI panel and get paid for your opinions! Floor FX A-BOX Rank My Wall Eye Pleasure
komentar terakhir
  • dephwaduu , ngurus rambut tiap hari , oke deh , timbang nganggur .
  • Retty“Ketika blogging sudah dikompetisikan, menurut saya sudah bertentangan atau melunturkan the nature of...
  • Entink2 nyar bucu Peliatan, BaliKaMi ENTINK2 NYAR BUCU meRaSa peRLu adanYa wEbSite ini KareNa bAnYak mAnFat yg...
  • Waisnawa (west)Dg aDanYa DUNIA ONLINE REMAJA, pAra RemJa dAPat MengeTahui dUnia yG c0cok Utk rEmaJa. Jadi bISA...
  • Tuhu Nugraha DewantoWahhh kok malah jadi saling kenalan yahhh. Pusing mode on…
  • muwsithjika pacar kita jelek bagai mana jadinya nanti kan kita tidak bisa pacari dia lagi
  • HendravinciAku dah punya komiknya saat pertama kali diterbitkan… Dan saat itu juga aku gak bisa ngelepasin tuh...
  • hermanKomunikasi marketing yang brilian……
ragam tautan
dari blog lain

dunia yang gatal

  • Tunggu...

eye pleasure

  • Tunggu...

RSSKQF