Home » Creative Works

Rejuvenasi Karakter

27 June 2006 35 views 4 komentar

Akhir minggu ini film layar lebar Superman kembali muncul. Sudah banyak yang membahas tentang film ini. Beberapa kritikus bahkan memuji film arahan Bryan Singer ini. Sutradara ini sebelumnya berhasil menerjemahkan karakter X-Men ke layar lebar dengan sentuhan menarik, tanpa menghilangkan karakterisasi tokoh-tokoh di dalamnya. Mudah-mudahan hal serupa terjadi pula di film Superman Returns ini.

SupermanPenokohan Superman sendiri, maupun asal-usulnya, sebetulnya sudah berulang kali diceritakan ulang, dengan berbagai versi. Versi komiknya sendiri pun berbeda-beda. Versi terakhirnya bisa dibaca di mini seri Superman: Birthright tahun 2004. Hampir setiap 20 tahun sekali, karakter Superman, dan karakter-karakter utama dari komik terbitan DC, seperti Batman, Wonder Woman, ini selalu direjuvenasi. Asal-usul, sifat, perilaku karakter berikut penceritaannya, diolah dan disesuaikan dengan karakteristik pembacanya. Hal ini dilakukan untuk menarik pembaca baru, yang dulunya masih bayi namun sekarang sudah memiliki uang saku dan melakukan pembelian.

Setiap rejuvenasi akan selalu dihadapkan dengan pro dan kontra. Bagaimana menyikapi tren pembaca baru yang masih muda, dan mempertahankan pembaca loyal yang sudah semakin dewasa. Menghidupkan karakter fiktif hingga membangun emosional pembaca memang tidak bisa dilakukan dengan mudah. Bercerita pada pembaca yang sudah sangat melek internet dan terbuka wawasannya tentu akan berbeda dengan bercerita pada pembaca 20 tahun lalu. Dahulu batas antara hitam dan putih, kejahatan dan kebaikan, bisa digamblangkan dengan jelas. Sekarang, membuat cerita seperti itu malah membuat pembaca bosan.

Bila ingat cerita-cerita komik pada tahun 1980-an, semua terasa sangat sederhana, dibandingkan cerita komik sekarang. Untuk para pembaca yang sudah terbiasa main online game dengan cerita yang rumit, para pembuat cerita komik juga harus bisa mengembangkan karakter dalam komiknya menjadi lebih kompleks (bahkan kadang membuat pusing kepala). Karakter Superman yang di tahun 1980-an lebih kuat super dibanding man-nya, kini dibalik. Unsur manusiawi sangat kuat dimasukkan. Tokoh Clark Kent dibuat lebih menarik daripada tokoh Superman itu sendiri. Kehidupan pribadi Clark Kent pun dibuat lebih menarik, dari hubungan dengan orang tuanya, hubungannya dengan Lois Lane hingga ke jenjang pernikahan, sampai pada dampak emosional yang dirasakan para karakter di sekeliling Superman saat ia meninggal hingga hidup kembali.

Infinite CrisisJalan cerita yang dulu relatif lebih sederhana, sekarang dibuat kompleks. Sesuatu yang dulu dianggap tabu dalam penceritaan tokoh protagonis dalam komik, kini banyak dikenalkan. Hal-hal dimana dulu unsur kebenaran dan keadilan menjadi panutan para tokoh protagonis, kini menjadi semakin kabur. Superman yang di versi-versi terdahulu tidak pernah mengambil nyawa seseorang, di versi modernnya diceritakan, dengan sangat terpaksa, pernah membunuh salah satu musuhnya (meski akhirnya memberi dampak psikologis terhadap dirinya). Batman versi modern diceritakan jauh lebih suram, dan bahkan tidak pernah tersenyum. Dunia seakan gelap bagi dirinya, karena ia tidak percaya pada satu orangpun. Wonder Woman yang dikenal dulu sebagai duta perdamaian, kini melewati batas, dengan membunuh salah satu antagonis di crossover Infinite Crisis silam.

Pengembangan karakter atau tokoh tidak bisa berhenti dan berpatokan hanya dari desain asalnya saja. Mungkin Jerry Siegel dan Joe Shuster, pencipta karakter Superman, tidak akan menyangka betapa berkembangnya karakter ini. Desain karakter yang asalnya hanyalah cerita pendek berkembang menjadi sedemikian luas, dengan beragam versi. Namun semua pengembangan itu tentunya tetap harus berpegang pada karakterisasi kuncinya. Dalam hal Superman, sebagai seorang mahkluk asing yang mencoba melindungi bumi yang telah ia anggap sebagai rumahnya sendiri.

4 komentar »

  • Guntar :

    Superman akan jadi berkesan klo dlm cerita & karakternya bisa mencurahkan hikmah & inspirasi. Bagus deh klo efek superman bisa kayak michael jordan.

    Spt Spiderman, saya begitu tersentuh dg ucapan semisal, “Dlm kekuatan yg besar ada tanggung jawab yg besar”. dan juga ttg betapa kegigihan spiderman dlm menjalani kehidupan superhero yg tidak menyenangkan.

    Jadi, rejuvenasi yg saya harapkan dari superman adl bertambahnya kemampuan dlm menginspirasi penggemarnya. Terkesan berlebihan? saya kira tidak :-)

  • Irfan Irawan :

    Superman dengan musuh bebuyutannya, Lex Luthor sebenarnya seumuran ga ya..?

    Di film ini tampak sekali si Lex Luthor lebih ’senior’ ketimbang Superman…

    Or.. Superman awet muda???

  • Pitra (penulis) :

    Karakter Superman sudah beberapa kali direjuvenasi. Hal ini menyangkut pula rejuvenasi beberapa karakter pendukung dan antagonisnya, termasuk Lex Luthor.

    Kalau kita bicara versi movie atau komik versi klasik, Lex Luthor jelas lebih tua. Kalau kita bicara versi Smallville atau komik versi terakhir (Birthright), Lex Luthor lebih tua sedikit daripada Clark Kent.

  • yuli kis :

    sebenernya aku gak begitu ngefans bgt ma superman, tp krn kesan ikonik yang bgtu kuat, jd aja suka. sbnrnya gw mau bilang apa ya?!

Tinggalkan komentar Anda!