<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Brand Berpartisipasi di Era Web 2.0?</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 09:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: barkan</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-167781</link>
		<dc:creator>barkan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 03:46:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-167781</guid>
		<description>sebenarnya istilah web 2.0 itu adalah sebuah bahasa teknis dikalangan programmer web. untuk lebih jelasnya kita bandingkan dengan web 1.0.
pada web 1.0 untuk memproses atau submit harus memerlukan refresh page atau halaman, hal ini dikarenakan masih meng implementasikan komponen-komponen standart pada form. kemudian pada web 2.0 hal itu tidak terjadi. kita dapat memproses suatu transaksi atau submit tanpa perlu refreshing halaman, hal ini bisa terjadi karena sudah meng implementasikan teknologi AJAX. jadi web. 2.0 itu sendiri identik dengan AJAX. tidak hanya itu. dengan AJAX suatu web bisa di ubah interfacenya seperti aplikasi desktop pada windows atau OS lainnya. untuk peng aplikasiannya tidak harus untuk web jaringan sosial atau sejenisnya, hanya kebetulan saja web-web semacam itu meng implementasikan teknologi web. 2.0 / AJAX. jadi web 2.0 itu adalah revolusi GUI pada web yang tadinya statis menjadi sangat dinamis dengan meng implementasikan teknologi AJAX. (Asynchronous JavaScript and XML).
silahkan dipelajari sendiri ....he..he..
(komponen pendukung ajax: JQuery, Prototype, ExtJS, MooTools, Dojo, highslide, YUI(yahoo punya), &amp; banyak lagi komponen maupun framework yg meng implementasikan AJAX)...salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya istilah web 2.0 itu adalah sebuah bahasa teknis dikalangan programmer web. untuk lebih jelasnya kita bandingkan dengan web 1.0.<br />
pada web 1.0 untuk memproses atau submit harus memerlukan refresh page atau halaman, hal ini dikarenakan masih meng implementasikan komponen-komponen standart pada form. kemudian pada web 2.0 hal itu tidak terjadi. kita dapat memproses suatu transaksi atau submit tanpa perlu refreshing halaman, hal ini bisa terjadi karena sudah meng implementasikan teknologi AJAX. jadi web. 2.0 itu sendiri identik dengan AJAX. tidak hanya itu. dengan AJAX suatu web bisa di ubah interfacenya seperti aplikasi desktop pada windows atau OS lainnya. untuk peng aplikasiannya tidak harus untuk web jaringan sosial atau sejenisnya, hanya kebetulan saja web-web semacam itu meng implementasikan teknologi web. 2.0 / AJAX. jadi web 2.0 itu adalah revolusi GUI pada web yang tadinya statis menjadi sangat dinamis dengan meng implementasikan teknologi AJAX. (Asynchronous JavaScript and XML).<br />
silahkan dipelajari sendiri &#8230;.he..he..<br />
(komponen pendukung ajax: JQuery, Prototype, ExtJS, MooTools, Dojo, highslide, YUI(yahoo punya), &amp; banyak lagi komponen maupun framework yg meng implementasikan AJAX)&#8230;salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yollis</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-167457</link>
		<dc:creator>yollis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 19:21:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-167457</guid>
		<description>Sayangnya, nggak semua pemilik brand ngeh dengan teknologi web 2.0. Celakanya, agency mereka juga banyak yg belum paham dg internet marketing, apalagi teknologi dan konsep web 2.0. Industri internet Indonesia memang punya PR yg cukup berat: educate &quot;pasar&quot; (baca: pemilik produk) ttg manfaat internet utk digital branding. Teknologi web melompat terlalu jauh kedepan, sementara di Indonesia, pasarnya belum terlalu siap. Di sisi lain, belum semua biro iklan paham dg konsep digital branding. Ada yg udah mulai serius, ada yg baru nyoba-nyoba :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayangnya, nggak semua pemilik brand ngeh dengan teknologi web 2.0. Celakanya, agency mereka juga banyak yg belum paham dg internet marketing, apalagi teknologi dan konsep web 2.0. Industri internet Indonesia memang punya PR yg cukup berat: educate &#8220;pasar&#8221; (baca: pemilik produk) ttg manfaat internet utk digital branding. Teknologi web melompat terlalu jauh kedepan, sementara di Indonesia, pasarnya belum terlalu siap. Di sisi lain, belum semua biro iklan paham dg konsep digital branding. Ada yg udah mulai serius, ada yg baru nyoba-nyoba <img src='http://media-ide.bajingloncat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jacob Bunga</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-140956</link>
		<dc:creator>Jacob Bunga</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 14:34:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-140956</guid>
		<description>bagaimana membuat Website deng benar dan mudah? terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana membuat Website deng benar dan mudah? terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Harya bimo</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-38185</link>
		<dc:creator>Harya bimo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 16:11:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-38185</guid>
		<description>Beberapa contoh yang ditulis di artikel ini memang sudah secara &quot;global&quot; berhak menyandang status web 2.0, tapi contoh yang mengenai website promo ga bisa dianggap 2.0. Kalo mau tau ciri2 yang praktis web 2.0 coba aja ke http://www.digital-web.com/articles/web_2_for_designers/ atau masukkan urlnya ke http://web2.0validator.com/. Ayo bareng2 bangun web2.0 di Indonesia!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa contoh yang ditulis di artikel ini memang sudah secara &#8220;global&#8221; berhak menyandang status web 2.0, tapi contoh yang mengenai website promo ga bisa dianggap 2.0. Kalo mau tau ciri2 yang praktis web 2.0 coba aja ke <a href="http://www.digital-web.com/articles/web_2_for_designers/" rel="nofollow">http://www.digital-web.com/articles/web_2_for_designers/</a> atau masukkan urlnya ke <a href="http://web2.0validator.com/" rel="nofollow">http://web2.0validator.com/</a>. Ayo bareng2 bangun web2.0 di Indonesia!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Media-Ide &#187; Komik Jeep Patriot – Integrasi Web 2.0 dan Komik</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-30782</link>
		<dc:creator>Media-Ide &#187; Komik Jeep Patriot – Integrasi Web 2.0 dan Komik</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Feb 2007 14:56:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-30782</guid>
		<description>[...] Sekarang memang masanya partisipasi langsung dari konsumen. Sebisa mungkin kendali komunikasi dipegang oleh konsumen sendiri, dan pengelola produk/merk hanya sebagai pencipta aturan. Sisanya, biarkan konsumen bermain mengikuti aturan yang ada. Konsep itulah yang menjadi dasar Web 2.0. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sekarang memang masanya partisipasi langsung dari konsumen. Sebisa mungkin kendali komunikasi dipegang oleh konsumen sendiri, dan pengelola produk/merk hanya sebagai pencipta aturan. Sisanya, biarkan konsumen bermain mengikuti aturan yang ada. Konsep itulah yang menjadi dasar Web 2.0. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizal Renaldi</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-8579</link>
		<dc:creator>Rizal Renaldi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2006 11:53:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-8579</guid>
		<description>[...] Untuk beberapa posting kedepan anda bakal sering melihat judul posting &quot;Web2.0&quot;, web versi 2? mungkin. Gua lagi &quot;meneliti&quot; (cie&#8217;ellaah) tentang Web2.0 tuh sebenernya mahluk apa sih? Berawal dari artikel tentang web2.0 di sini, gua jadi penasaran untuk cari tahu lebih jauh apa itu Web2.0. Dari penelusuran awal gua tentang Web 2.0 di Wiki, diketahui bahwa Web 2.0 itu sebuah istilah untuk mendeskripsikan perubahan sosial dan fungsi dari web. Dari wiki pula disebutkan bahwa orang yang pertama kali menggunakan istilah Web2.0 ini adalah Tim O&#8217;Reilly, pada sebuah konferensi tentang web. Ok, gua sedang mengeksplore O&#8217;reilly sekarang. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Untuk beberapa posting kedepan anda bakal sering melihat judul posting &quot;Web2.0&quot;, web versi 2? mungkin. Gua lagi &quot;meneliti&quot; (cie&#8217;ellaah) tentang Web2.0 tuh sebenernya mahluk apa sih? Berawal dari artikel tentang web2.0 di sini, gua jadi penasaran untuk cari tahu lebih jauh apa itu Web2.0. Dari penelusuran awal gua tentang Web 2.0 di Wiki, diketahui bahwa Web 2.0 itu sebuah istilah untuk mendeskripsikan perubahan sosial dan fungsi dari web. Dari wiki pula disebutkan bahwa orang yang pertama kali menggunakan istilah Web2.0 ini adalah Tim O&#8217;Reilly, pada sebuah konferensi tentang web. Ok, gua sedang mengeksplore O&#8217;reilly sekarang. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fauzan</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-8157</link>
		<dc:creator>Fauzan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2006 09:26:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-8157</guid>
		<description>Artikelnya bagus dan inspiratif!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikelnya bagus dan inspiratif!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: petrus</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/comment-page-1/#comment-8092</link>
		<dc:creator>petrus</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Sep 2006 16:43:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=226#comment-8092</guid>
		<description>Apakah perlu legitimasi dari institusi independent?
 Agar brand tersebut falid dan aktual.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah perlu legitimasi dari institusi independent?<br />
 Agar brand tersebut falid dan aktual.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

