Menjelang akhir tahun, kita sekali lagi mendapat bencana (kayaknya rutin ya?). Kali ini, bencananya memang bukan bencana fisik seperti tsunami yang menimpa Aceh, melainkan bencana yang menimpa dunia informasi. Sejak putusnya serat optik di pedalaman laut dekat Taiwan, akses internet menjadi melambat, bahkan putus.
Sebagai pengguna, ternyata kita benar-benar tergantung dengan akses internet internasional. Setiap hari kita menggunakan instant messanger, seperti Yahoo!, GoogleTalk, atau MSN. Sejak bencana itu, akses ke server Yahoo, dan semua server website yang ada di negeri Paman Sam sana terputus. Mayoritas dari kita banyak menggunakan e-mail Yahoo dan Gmail, karena godaan kapasitasnya yang besar. Pasti banyak yang menyimpan datanya di sana. Sekarang, seluruh data itu tidak bisa kita akses dari Indonesia.
Sekian ratus mailing list Indonesia disimpan di Yahoogroups dan Googlegroups. Seluruh mailing list ini susah untuk diakses. Biasanya kita menerima e-mail hingga ratusan setiap harinya, sekarang bisa menerima 10 e-mail saja sudah beruntung. Sepertinya beberapa port e-mail ke luar negeri pun ditutup, mungkin untuk mengurangi bandwidth ke luar negeri.
Sebagai pengelola website, sudah pasti banyak developer yang juga kebingungan. Kebanyakan website kita pun di-host di luar negeri. Selain murah, umumnya disebabkan karena website tersebut jadi mudah diakses dari negeri manapun. Meski website tersebut masih online, tapi kita kebingungan untuk meng-update-nya, karena kita sekarang tidak bisa mengaksesnya.
Untuk meng-update blog ini pun juga dibutuhkan perjuangan, mengingat blog ini pun di-host di negeri Paman Sam sana. Kalau sekarang bisa posting, ini berarti sudah melalui perjuangan yang panjang.
Rasanya jadi kembali seperti satu dekade yang lalu. Jangan-jangan, 2 hari lagi ini kita bukan memasuki tahun 2007, tapi tahun 1997!
Selamat tahun baru semuanya!










Siapa yang menyangka, blog ini masih bertahan hingga sekarang. Meski kadang susah payah menyempatkan waktu untuk posting, karena aktivitas luar lainnya yang terkadang padat. Dulu, keinginan untuk posting setelatnya 3 hari sekali selalu tersampaikan. Sekarang, wah, makin suka telat. Kadang, bisa seminggu tidak ada posting sama sekali. Seorang
.
.
Kemarin teman sempat memberikan banded promo L.A. Lights ini. Ternyata banded promo berupa bungkus rokok yang dibalut dengan bonus korek gas ini dijual khusus hanya di outlet Indomaret saja. Harganya lebih murah daripada bungkus L.A. Lights pada umumnya, dengan kemasan yang cukup menarik. Meski desainnya terlihat sederhana, ternyata teman (yang perokok) malah mengapresiasinya. Katanya, lebih enak seperti ini. Dia jadi nggak pernah ketinggalan korek gasnya lagi. Membawanya pun katanya jadi lebih praktis, karena baik rokok dan korek selalu berada di dalam satu tempat.
Don’t Die Ding adalah judul film animasi artistik terbaru keluaran marketing agency Curiosity Group, US. Visual yang ditampilkan dalam animasi ini agak abstrak, dan susah dimengerti. Intinya, dalam film animasi ini diceritakan kalau Ding menghadapi beragam tantangan hingga akhirnya ia berhasil dan terbang tinggi.









