Di negeri Paman Sam sana, ada website Agloco yang mencoba memadukan konsep website komunitas ala Friendster atau MySpace dengan program MLM. Konsepnya, website Agloco ini bukan milik pribadi atau kelompok, melainkan milik bersama seluruh anggotanya. Perhitungan saham setiap anggotanya dihitung berdasarkan jumlah page view yang dihasilkan oleh anggota. Setiap anggota bisa melakukan proses member get member (ala MLM). Setiap anggota baru yang terekrut, si perekrut akan mendapatkan persentase page view dari setiap anggota baru ini. Demikian pula seterusnya hingga tingkatan perekrutan berikutnya.
Rupanya target mereka adalah mengejar jumlah page view setinggi-tingginya. Entah bagaimana perhitungannya, jumlah page view yang tinggi ini bisa pula bernilai tinggi saat website Agloco ini didaftarkan di bursa saham. Nantinya, nilai yang didapat dari bursa saham ini yang akan dikonversikan menjadi uang untuk seluruh anggotanya.
Kayaknya konsepnya muluk ya? Ketergantungan website ini nantinya sepenuhnya ada di pasar saham. Padahal, konsep bergantung pada bursa saham ini pula yang memberikan sumbangan besar pada kejatuhan dotcomers di tahun 2000-an dulu. Bisa jadi pasar tidak mau mengapresiasi website yang namanya belum terkenal ini. Lain kalau nama brand Agloco sudah setingkat dengan Amazon, Google, atau MySpace.
Sayangnya pula, konten website ini pun sangat terbatas. Fungsi komunitasnya hanya sebatas pada proses rekrutmen. Seandainya komunitas ini pun bisa dikembangkan, tentu nama Agloco akan ikut berkembang pula. Mudah-mudahan, setelah masa Beta berakhir, fokus pada pengembangan komunitas anggotanya pun bisa diperbaiki.
Yah, kita lihat saja. Siapa tahu ide gila ini berhasil di masa depan. Jadi, kalau ada yang tertarik untuk registrasi menjadi anggota, silakan langsung klik website-nya.