Home » Experiential

Selewat Iklan di Bandar Udara Juanda

8 April 2007 41 views 3 komentar

Sudah lama nggak ke Surabaya. Saat mendarat, disuguhi dengan bandar udara internasional Juanda yang baru, yang masih resik dan sekilas bersuasana seperti bandar udara Changi di Singapura. Seperti biasa, fasilitas komuter baru pun nggak akan bisa lepas dari iklan. Jualan medianya terasa ada dimana-mana, meski sebagian tampak ditampilkan dengan cara yang tidak biasa. Yang paling unik adalah 2 media berikut: kereta troli dan garbarata.

A-Mild  A-Mild

Lihat saja kereta troli untuk pengangkut barang, yang diisi dengan ragam iklan A-Mild dengan gaya copy-nya yang khas, namun kontektual dengan suasana pusat komuter transportasi. Kalau nggak salah hitung, ada 4 varian iklan A-Mild di kereta troli ini: “Dibantu Mau Bantu Gak Mau,” “Buah Tangan Banyak Larangan,” “Lagi Enak Ngantri Malah Disalip,” dan “Udah Mendarat Niat Masih Liburan.” Nggak tau deh, apakah iklan-iklan A-Mild ini tayang pula di bandar udara lainnya.

Gudang GaramSaat hendak pulang kembali menuju Jakarta, dari tempat tunggu keberangkatan, dengan leluasa kita bisa melihat pesawat parkir dengan garbarata (skybridge atau bahasa ndeso-nya belalai) yang menghubungkan pesawat dengan terminal bandara. Kalau di Jakarta, garbarata ini hanya ditempeli iklan maskapai penerbangan. Namun kalau di Juanda, garbarata yang bisa dilihat oleh ratusan orang di tempat tunggu ini sudah ditempeli dengan beragam iklan rokok. Salah satunya yang cukup mendominasi adalah iklan Gudang Garam.

Lumayan lah sejenak berlibur ke Surabaya, sebelum esok sudah harus kembali lagi ke kehidupan “normal.”

3 komentar »

  • Hedi :

    Iya, Juanda sekarang lebih bagus, mudah²an ga mengekor buruknya Cengkareng. Tapi urusan iklan itu, kadang nyebelin mata, cuma demi kemurahan dan kemudahan (fasilitas) konsumen, apa boleh buat :D

  • Charly Silaban :

    Iklan boleh banyak, namun hendaknya kenyamanan tetep nomor satu.. Kapan giliran Bandara Polonia ya jadi resik dan nyaman.. BT bgt, trolly yg jadi fasilitas umum udah di take-in smua sama petugas bandara dan bayar minimal Rp 10.000 sekali penggunaan. Pemeras Bangsat !!

  • faiz zulfikar :

    weezzz suroboyoku makin canggih mudah-mudahan aja tambah canggih lg,,and satu lagi saya minta tlng buat pemkot surabaya tlng di tmbah tempat nongkrong anak” muda surabaya..itu masi dikit
    mudah”an komen saya didengar amin TERIMA KASIH
    faiz
    AREK SUROBOYO

Tinggalkan komentar Anda!