7 Hal Salah dengan AwasKecolongan.com
(sumbangan artikel dari Enda Nasution)
Jika Anda tinggal di Jakarta maka dari minggu-minggu ini Anda akan melihat billboard dan display yang mempromosikan sebuah situs "Awas Kecolongan" yang memberikan pesan hanya satu alamat internet yaitu http://www.awaskecolongan.com/
Kampanye yang menimbulkan keingintahuan di benak banyak orang ini kemudian juga didukung oleh iklan TV dan juga display ad di situs online, misalnya detik.com.
Iklan yang kemudian kita ketahui sebagai sebuah front-campaign bagi MIZONE ini adalah sebuah terobosan baru yang menggunakan mixed media, di berbagai channel, termasuk internet. Dan dengen gencarnya kampanye below the line AwasKecolongan.com, maka kita berasumsi dan memberikan harapan besar bahwa ada sesuatu yang istimewa dan inovatif di situs tersebut. Sebuah asumsi dan pengharapan yang ternyata salah.
Di bawah ini beberapa hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan lebih baik lagi, mengingat anggaran dan usaha yang sudah ditumpahkan pada situs AwasKecolongan.com tersebut.
1. Tidak siap. Sejak kampanye below the line dilancarkan, situs awaskecolongan.com tampak belum selesai 100%. Beberapa halaman hanya diberi janji bahwa akan ada sesuatu disini pada tanggal 19 Juni, ketika dicek pada tanggal 19 Juni maka hal yang dijanjikan itu tetap tidak ada.
Pada tanggal 20 Juni, pengguna internet yang mencoba mengakses www.awaskecolongan.com akan mendapatkan halaman ini:

Hingga tanggal 21 Juni pun ketika situs telah berubah dari AwasKecolongan.com menjadi maxxibilities.com halaman-halaman penting seperti "consumer corner" dan "media corner" bahkan "contact us" hanya berisikan kalimat UNDER CONSTRUCTION.

Di halaman depan, fitur "maxxibilities zone", "what’s up", "daily news" dan "daily tips" masih kosong dan tidak berfungsi.

Ekspektasi pengunjung yang telah terbangun oleh kampanye yang gencar langsung hilang, sesuatu yang buruk untuk brand MIZONE sendiri.
2. Tidak jelas dan membingungkan. Brand AwasKecolongan.com yang sudah dipromosikan bila diakses hari ini tgl 21 Juni 2007 akan otomotasi di-redirect menuju http://maxxibilities.com/ tanpa ada keterangan apapun. Walaupun begitu semua informasi di dalam situs masih merujuk pada awaskecolongan.com hanya header pada setiap halaman sekarang berganti menjadi "About Maxxibilities". Keterangan singkat seperti "AwasKecolongan.com sekarang telah menjadi Maxxibilities.com" dapat menjawab kebingungan ini dengan mudah.
3. Traffic yang datang tidak dimaksimalkan. Hasil kampanye online dan offline yang berwujud pada traffic yang datang ke situs ini tidak maksimal karena tidak ada usaha untuk menangkap pengunjung yang datang. Hal yang sebenarnya bisa dikerjakan dengan usaha sederhana memberikan email form yang bisa diisi untuk pengunjung yang ingin mendapatkan update jika ada yang baru atau ajakan untuk subscribe pada RSS Feeds.
4. Tidak ada usaha membuat pengunjung berpartisipasi. Tidak ada user generated content dan pembentukan komunitas. Konsep "Awas Kecolongan" sendiri sebenarnya sangat menarik sebagai topik awal pembangungan sebuah diskusi online. Hal mana yang tidak difasilitasi oleh pengembang situs. Padahal dengan usaha pembuatan Forum/Milis atau memberi cara gampang beserta petunjuk untuk berpartisipasi dalam diskusi ini maka diskusi akan makin berkembang.
5. Tidak ada interaksi selain dengan sebuah alamat email. Media online seperti situs/website unggul karena kemudahan interaksi dua arah antara pemilik dan pengguna website. Interaksi ini dapat tampil apakah dalam bentuk forum, comment system bahkan sesimpel gravity wall atau tag board. Tapi situs ini sekarang hanya menampilkan sebuah alamat email. Blog yang dilink dari situs ini yang beralamat di http://awaskecolongan.blogspot.com tampak sepi dan bahkan sama sekali tidak di-branding, apakah menggunakan AwasKecolongan.com atau Maxxibilities.com atau bahkan MIZONE.
6. Tidak memberikan kesempatan untuk para penghuni internet lainnya untuk berpartisipasi di situs/blog mereka masing-masing. Usaha sederhana untuk memberikan banner/sticker ataupun button yang dapat ditempel di blog/situs-situs lain akan berdampak pada promosi gratis yang akan men-drive traffic ke situs ini. Ini pun tidak dilakukan.
7. Tidak ada insentif agar orang kembali atau stick around di website (tidak sticky). Singkatnya situs AwasKecolongan.com ini kekurangan faktor stickyness. Tidak banyak yang bisa dikerjakan di situs tersebut, tidak banyak info yang bisa didapat, tidak jelas harus melakukan apa dan tidak ada alasan untuk kembali (repeat visitors) untuk mengecek situs tersebut.
Jika dibandingkan dengan situs Mizone Indonesia sendiri maka situs Mizone sendiri jauh lebih bagus, menarik, lengkap dan informatif dari AwasKecolongan.com
Kampanye AwasKecolongan.com ini bermula dari ide dan konsep menarik yang berusaha keluar dari "Brand Mizone" dengan mencoba memberikan sebuah sudut dan entry point diskusi menarik dengan memberdayakan media baru.
Sayang implementasi yang terburu-buru dan setengah hati sepertinya membuat kampanye ini akan terbuang percuma dan tidak memberikan dampak apa-apa pada brand itu sendiri.
AwasKecolongan.com yang mengajak masyarakat untuk selalu fokus dan berkonsentrasi dalam kehidupan sehari-hari ternyata “kecolongan” dalam proses peluncuran situsnya mereka sendiri.


















Dulu saya mikir… kok kayaknya idenya kurang mengigit ya… ehhh ternyata eksekusinya keteteran. Sayang sekali ya?
Baru berkunjung ke sana, dan mata saya kok sakit banget ya pas ngeliat situsnya x_x. Warnanya itu lho, terlalu “kuat”, ya jelas ga bisa bikin orang sticky. Warna Mizone itu bagusnya diletakkan di header atau di sidebar, tapi ga pantes kalau diletakkan jadi warna background. Ngejreng bo!
Tidak ada yang bisa mengakhiri sebuah website selain kesan kunjungan pertama yang mengecewakan.
Ditambah lagi kritikan “low performance” dari Enda Nasution. Saya hanya bisa berharap….
Benar sekali, strategi komunikasi Mizone dengan kampanye ATL dan BTL awas.kecolongan sangat ok, sayangnya, sekali lagi sayangnya, semua itu dibiarkan mubazir. Kayaknya karena Mizone ga sabar aja kalee…coba kalu benar2 digarp, duh, idenya oke, situs berisi hal-hal atau kisah yg menyebalkan dan mencerminkan aneka ragam kecolongan…Benar-benar kecolongan deh Mizone, kecolongan duit yg pasti banyak…
eh, kayaknya kok dah dibenerin ya..
Ide bagus, penerapan payah…
Khas Kita, kekekek….
yuk mariiiiiiiiiieeeeee
Buang-buang duit doank …
awalnya gw penasaran, tapi setelah gw liat ternyata…
S.T.A.N.D.A.R.T.
biasa aja, gw kira bagus…
terlalu memaksakan.
tapi coba terus aja, mungkin karena masih baru…
iya gue juga sempet masuk ke situs itu, cuman gue kira emang sengaja dibikin penasaran dulu. Eh, ternyata site ngga siap padahal marketing campaign dah jalan! awaskecolongan.com dah kehilangan moment-nya.
Kayaknya lucu juga kalau ada yang bikin awaskehilanganmomen.com
Wah, berarti mereka juga kecolongan, ya? Bikin slogan sendiri tapi gak “diamalkan”…
wah sayang sekali ya …
kecolongan !!!bener2 kecolongan..g mutu…coba lebih kreatif lagi dong….
[…] Alih-alih ingin melibatkan konsumen dalam berkomunikasi, bisa-bisa malah jadi PR buruk, seperti yang dialami oleh Mizone ketika melakukan kampanye awaskecolongan.com. Bahkan blog Virus Communications yang mencoba mengupas campaign ini dari sisi yang positif pun, tak bisa menahan obrolan yang cenderung menganggap campain ini ngga paham insight komunitas online. […]