Home » Creative Works

Advertiser VS Consumer

20 November 2007 2,185 views 4 komentar

Loh kok VS, bukannya mereka seharusnya berteman?

Pesan ini yang menjadi awal presentasi MDAS (Microsoft Digital Advertising Solution) di Rich Media Workshop minggu lalu. Awalnya, mereka memutar TVC MDAS yang bercerita tentang perilaku para pengiklan dan konsumennya sekarang. Iklannya memang sudah tayang lebih dari 6 bulan lalu, tapi konteks yang diceritakan masih relevan dengan kondisi di Indonesia kini. Di TVC ini diceritakan tentang sepasang suami istri yang dulu mesra, namun kini ingin bercerai karena keduanya makin lama makin hidup di dunia yang berbeda.

Menariknya, semua jargon pengiklan saat mereka berjualan muncul sebagai bagian dari dialog. Si wanita yang mengenakan baju bertuliskan “consumer” mengeluh karena mereka sudah lama tidak ngobrol. Si pria yang mengenakan baju bertuliskan “advertiser” merasa sudah melakukan itu semua, dengan cara menunjukkan cintanya melalui iklan di billboard, TVC, print ad, dll. Si pria juga merasa cukup bisa memanjakan istrinya melalui kupon diskon, voucher, hingga kesempatan meraih hadiah liburan. Tentu saja si istri pun kesal. Ia merasa dapat segalanya, tapi itu semua tidak seperti yang ia inginkan. Dan sepertinya si suami tidak peduli akan itu semua. Apakah itu hubungan yang diinginkan?

Mudah-mudahan saja, melalui pesan komunikasi yang dilancarkannya via TVC ini, benar-benar diwujudkan nyata oleh MDAS melalui media yang mereka miliki. Seperti biasa, mengeksekusi ide komunikasi lebih susah daripada sekedar mempromosikannya. Dan siapa tahu pula, banyak pengelola brand, terutama yang masih berpikir tradisional, mulai terenyuh hatinya dan sadar bahwa sebagai konsumen, kita nggak mau dicekoki iklan jualan terus-menerus.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

4 komentar »

  • -tikabanget- :

    eh..ehh..
    jadi mau si istri tadi apa dong..??
    *baca ulang*

  • Bey :

    Sejujurnya, begitulah yang kadang terjadi. Oleh karenanya, pendekatan yang banyak dilakukan oleh perusahaan advertising saat ini adalah gimana caranya memberikan jaminan benefit (win win solution), bukan sekedar profit.

  • AinkUjangAli :

    Adversiter sibuk dengan pekerjaannya makanya jarang ngobrol ama consumer lagian kan yang jadi Consumer bukan satu alias poligami klo aslina mah. ya hal itu diwajarkan. lagian company di Indo yang non multi ato menghindari pajak alias msih pake CV. biasanya cuman profit dan profit doang.
    kaga penting produk ato image company yang penting barang stock digudang ludes.
    bagus juga TVCnya sayang masih dibikin luar. coba kita cuman ngerti aja ngeh nya kepentok rutinitas ama duit.
    hahaha. no heart feelings.
    thnks yap :)

  • AinkUjangAli :

    eh nambahin ya.
    banyaknya prestasi si advertiser bikin seakan2 bukan aware tapi labgsung habit yang didapet itu bikin pemakai advertiser ngeh dengan yang dikatain advertiser. hidup advertiser yang punya kenalan di AC nielsen ama fortune.
    nambahin lagi ya. tvc buat adv wa hebat kia semua saling ngingetin keren. semua mesti tau ini video dunk.
    thnks bnget ya
    :)

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge