Home » Online Branding

Rich Media Banner, Apa Lagi Nih?

22 November 2007 2,486 views 15 komentar

Ini masih ilmu yang didapat dari Rich Media Workshop minggu lalu. Terlepas dari kegiatan workshop itu adalah sarana jualannya MDAS (Microsoft Digital Advertising Solution), ada beberapa hal baru yang menarik dipresentasikan di sana. Salah satunya adalah tentang rich media banner, yang tentunya berbeda dengan banner standar yang sering kita lihat di Detik.com atau Okezone.com.

Banner standar biasanya hanya berupa animasi tanpa ada interaksi sama sekali. Rich banner memungkinkan terjadinya interaksi langsung di dalam banner, baik berupa permainan interaktif sederhana, hingga memfungsikan banner sebagai sebuah mini website dengan audio dan video streaming di dalamnya.

Berikut beberapa istilah yang muncul saat mendengar rich media banner.

  • Expandable banner. Banner yang saat mouse digerakkan di atasnya, ukurannya akan melebar dan meninggi lebih besar daripada ukuran aslinya. Dengan dimensi banner yang lebih besar memungkinkan lebih banyak ruang untuk konten di dalamnya. Ini contohnya.

  • Polite banner. Ini adalah istilah untuk rich media banner yang cukup memanfaatkan dimensi banner aslinya, tidak melebar, tidak meninggi. Bisa dilihat contohnya seperti banner Maxxibilities yang sedang tayang di Friendster sekarang. Atau bisa lihat ini juga.

  • Floating video banner. Mirip expandable banner, hanya bedanya kalau floating video banner langsung menguasai seluruh tampilan di layar. Misalnya: karakter yang tadinya diam di dalam polite banner, saat mouse digerakkan di atasnya, langsung keluar dari posisinya dan berjalan di atas halaman website. Ini contohnya.

  • Peel back banner. Meski jarang digunakan, tapi ada baiknya diketahui juga. Diawali dengan ukuran banner yang keci, selanjutnya saat mouse digerakkan di salah satu ujungnya, ukuran banner membesar. Contohnya ini.

  • Synchronized banner. Ini istilah bila ada 2 jenis banner di halaman yang sama, lalu saat kita berinteraksi dengan banner A, dampaknya bisa terlihat di banner B, atau sebaliknya. Dan ini dia contohnya.

  • Behavioral sequencing. Banner ini menarik, karena mencoba melihat perilaku pengunjungnya melalui ragam pilihan tautan di dalam banner. Ini contohnya.

Karena interaktif, sudah tentu menggunakan rich media banner akan memberikan dampak positif lebih besar daripada sekedar banner standar. Tentunya ukuran file dalam banner pun ikut menentukan. Meski lebih interaktif, kalau ukuran menjadi lebih besar, bisa jadi malah menurunkan popularitas website tempat banner ditayangkan, karena waktu loading yang lebih lama.

Itu sebabnya, khusus untuk target pasar Indonesia yang dominan masih menggunakan dial up, interaksi dalam rich media banner belum bisa memanfaatkan unsur audio dan video (apalagi streaming). Khawatirnya, efektifas iklan dalam banner malah turun karena tidak ada pengunjung website yang mau melihatnya (malah mungkin jadi tambah sebal, karena menghabiskan bandwidth-nya).

Artikel lalu yang relevan:

15 komentar »

  • Praditya :

    Hmm… Ternyata ada istilah baru ya untuk banner2 yg seperti itu.

    ~ Salam kenal semuanya… :D

  • bb :

    Edan tenan !
    Terimakasih pencerahannya…
    bb

  • -tikabanget- :

    eh..eh..
    banner banner begitu bikin ‘berat’ ndak tho?

  • Pitra (penulis) :

    kalo video sih bikin berat. makanya ndak bisa di Indo. tapi kalau lainnya yg berupa flash, biasanya ukurannya tetap dibatasi maks 50 KB.

    kalo di US, ukuran banner di-loadnya bertahap. mulai dari 50 KB. lalu, di background akan loading hingga 100 KB. selanjutnya kalau ada video, baru di load setelah itu.

  • Andy OrangeMood :

    Mengkoreksi sedikit…
    Khusus untuk video MDAS, Friendster dan mungkin beberapa network international bekerja sama dengan Ad Surfing seperti Double Click atau EyeBlaster untuk mengatasi masalah tersebut. Seperti misalnya technology mereka yang mampu mendeteksi speed connection user seberapa cepat, kemudian akan memberikan file yang sesuai, jadi misalnya 1 buah video akan ada 3 file, 1 low resolution, 2 normal, 3 high.

    Di Indonesia sudah banyak yang menggunakan video, contoh untuk minggu ini 24/11/07 di msn.co.id iklan nokia n81 bisa lihat videonya dan running smooth. Contoh lain di Windows Live Messenger akan ada video dari HP, dan dulu2 ada iklan Nokia, Adidas, dan lainnya yang kebetulan client saya. :)

    Thank.

    “Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”

  • LuPhKimm :

    Iklan berbasis video kurang cocok di Indonesia, makan banyak bandwidth :p

  • Hans :

    Hmm, belum tentu effeknya rich media banner lebih positif daripada banner standar… Tergantung implementasi juga nih, kadang annoying banget untuk tutup/menghilangkan floating atau peeling banner, ‘kan?

    Sudah liat synchronized banners yang baru dari Apple? Link: http://www.youtube.com/watch?v=rvpGACmQaoI&feature=related

  • Nukman Luthfie :

    Pertanyaannya: apakah jenis iklan ini (terutama yang synchronized) bisa diterapkan di portal2 Indonesia — terutama yang mengadopsi desain detikcom, di mana banyak iklan menumpuk di satu halaman? Prinsipnya kan iklan tidak boleh mengganggu iklan lain

  • isman :

    Apa itu bukan pertanyaan yang keliru, Pak Nukman? Karena desain detikcom sendiri sudah melanggar prinsip “iklan tidak boleh (terlalu) mengganggu kenyamanan pengunjung”. Jadinya iklan dianggap derau (noise).

    Namun, apakah jenis banner-banner baru ini bisa menjadi jawaban? (Terutama karena dengan lebih sedikit iklan yang terpasang dalam satu halaman, ongkosnya jadi lebih mahal.)

  • Nukman Luthfie :

    kalau sudah pernah lihat iklan jenis synchonized, maka akan terbayang, jika iklan jenis itu ditaruh di detikcom kemungkinan akan menutupi – atau melewati salah satu (atau beberapa) iklan lain.
    Nah, iklan yang tertutup atau terlewati ini yang merasa terganggu. Tolong koreksi jika saya keliru.

  • Adis™ :

    wah saya coba lihat kok gak bisa ya? apa harus pake IE n Firefox…pdhl aku pake mbak Opera..

  • Gunawan S :

    salam kenal semuanya..

    memang betul Pak Nukman, dgn banner jenis synchronized, banner yg lain kemungkinan akan terganggu jika tertutup.
    Pada dasarnya Rich media banner merupakan pilihan, dimana spt yg saya kutip dari teman baik saya, Pak Pandu Admax : “merupakan salah satu cara agar iklan kita memperoleh perhatian dari visitor.” Dan utk hal tsb, kita dapat melakukan Polite banner instead Floating Video Ad atau Synchronized banner.

    Mohon koreksi jika ada kesalahan. Matur nuwun..

  • Sartika Kurniali :

    Meskipun bannernya bisa dibuat semenarik apapun, tetap saja merupakan marketing one way yang intrusive. Bisa dilihat di kompas.com. Walau bannernya interaktif, tapi sangat annoying.

    Marketing online saat ini lebih baik menggunakan media dua arah dan tidak bersifat memaksa. Social networking adalah contoh yang bagus karena “iklan” yang tampil adalah karena memang user menginginkan hal tersebut.

  • Erlangga :

    wow…ada gak yach buku referensi / contoh-contohnya & cara-cara pembuatannya…kalo ada dimana yach saya bisa dapatkan….

  • rmbdeveloper :

    RMB adalah kekuatan komunikasi visual yang dikerjakan oleh creative director dan media planner yang bisa menempatkan posisi rich media banner yang pas pada suatu portal sehingga ke interactive -an banner dan message banner bisa langsung dicerna dan tidak terjadi kesan annoying di halaman web.

Tinggalkan komentar Anda!