Info dan artikel baru seputar advergame, animasi, komik, video, viral, dan website.
Roni: Berhenti Berjualan di Toko Fisik dan Membuka Toko Online
Kategori: Interview — Pitra @ Friday, February 29, 2008, 8:06 pm

Manet VisionNah, berikutnya adalah wawancara dengan pemilik ManetVision.com, yaitu Mas Roni Yuzirman. Blogger ini selain aktif berbisnis online melalui tokonya, ia juga pendiri dan masih aktif di komunitas Tangan di Atas (TDA). Apa itu ManetVision.com dan apa itu TDA, simak saja wawancara berikut ini.

(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)

Boleh diceritain nggak, ManetVision.com itu tentang apa? Berjualan apa saja?

ManetVision itu adalah perusahaan yang membawahi bisnis saya, Manet Busana Muslim yang bergerak di bidang fashion.

Kenapa Mas Roni memilih berjualan busana muslim secara online? Prospeknya seberapa menarik sih? Katanya dulu pernah punya toko (fisik) sendiri?

Karena kepepet, waktu itu (2004) 3 toko saya di Tanah Abang nyaris bangkrut dan karena satu dan lain hal saya diusir keluar dari toko oleh PD Pasar Jaya. Ya, terpaksa angkat kaki dari sana dan memulai bisnis seadanya dari garasi rumah.

Waktu itu saya memulainya tanpa melihat prospeknya. Terus terang sekali lagi karena kepepet, modal nyaris habis dan tidak punya pilihan. Jadi, saya berpikir dengan memulai secara online dari rumah akan jauh menghemat dan murah dibandingkan buka toko di Tanah Abang yang sewa per kiosnya antar Rp. 50-100 juta per tahun.

Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan ManetVision.com? Pasarnya kemana saja?

Waktu itu saya mengawalinya dengan memasang iklan baris gratis di internet, mengirim press release ke media-media massa, dan mendapat promosi gratis di setiap seminar dan talkshow Pak Tung Desem Waringin, yang membimbing saya secara pribadi ketika itu.

Pasarnya saat ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia, dan sedikit di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.

(lanjut?)

Dhika: Berkenalan dengan Batik Pekalongan di PasarBatik.com
Kategori: Interview — Pitra @ Tuesday, February 26, 2008, 7:16 pm

Setelah disela-sela sedikit dengan tulisan lain, berikut lanjut wawancara Media Ide dengan salah satu pendatang baru di dunia dotcomers. Ia adalah Mas Adhika Dirgantara, atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Dhika. Silakan kunjungi blognya kalau mau kenal dengan yang bersangkutan lebih lanjut.

Mas Dhika, bersama istrinya kini aktif berjualan batik secara online melalui website-nya, PasarBatik.com. Nggak usah berbasa-basi lagi, berikut ini cuplikan wawancara Media Ide dengan si pemilik PasarBatik.com.

(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)

Boleh diceritain nggak, PasarBatik.com itu tentang apa? Apakah menjual barang lain selain batik?

Tentu boleh tho mas emoticon PasarBatik.com adalah semacam lapak jualan online yang khusus jualan batik, baik untuk pembelian ecer maupun grosir. Saat ini berkonsentrasi untuk memasarkan produk batik Pekalongan thok. Belum ada barang lain selain batik yang dijajakan di PasarBatik.com, dan untuk beberapa waktu ke depan belum terfikir untuk menjajakan produk di luar produk (yang ada hubungannya dengan) batik.

Kenapa Mas Dhika memilih bisnis di retail online semacam ini? Prospeknya seperti apa?

Sebenarnya PasarBatik.com tidak murni retail ya, karena sasaran kita malahan cenderung ke pembeli grosir; para wirausaha muda dan baru yang sebelumnya orang kantoran dan cukup melek internet, kemudian buka usaha ritel busana dan memerlukan supplier batik. Meski kami tidak bisa menghalangi, kalau kemudian banyak juga pembeli eceran yang berbelanja di PasarBatik.com.

Kalau lihat batik sebagai produk yang kami jajakan secara online prospek pasarnya masih cukup luas ya. Karena sepemantauan kami, masih belum banyak lapak online yang khusus menjajakan batik (Indonesia) secara ’serius’; melakukan pembaruan katalog, melakukan online marketing secara serius, mengedukasi pasar dengan pengetahuan batik, dsb.

(lanjut?)

Menggunakan Blogger sebagai Influencer, Efektifkah?
Kategori: Knowledge — Pitra @ Friday, February 22, 2008, 9:35 am

LogoUpaya Toyota-Astra Motor (TAM) mengenalkan produk terbarunya kepada para blogger jelas upaya baru yang belum pernah dicoba, sekaligus mengandung resiko tinggi karena efeknya yang tak terduga. Katanya, memang ini upaya TAM untuk mendekatkan diri ke komunitas yang sudah ada. Hanya kenapa untuk peluncuran Corolla Altis baru ini, yang dijadikan salah satu sasarannya adalah blogger? Apakah ini memang cara yang efektif untuk menyebarkan buzz tentang Altis di kalangan pembaca online?

Dari para blogger yang diundang, semua terdiri dari latar belakang berbeda, dengan bahasan topik yang berbeda di blog mereka masing-masing. Kata pihak TAM sendiri, memang tidak ada target spesifik blogger dari blog seperti apa yang mereka undang. Setidaknya blog itu blog yang cukup populer lah, artinya dibaca banyak orang.

Karena latar belakang yang berbeda dari setiap blogger, tidak semuanya paham tentang dunia otomotif. Buat blogger yang mengerti banget soal mobil, tentu ini menarik dan bisa dijadikan bahan tulisan di blognya. Namun buat yang nggak terlalu ngerti? Bisa jadi, yang dituliskan hanya sekedar sudut pandang acaranya menurut pemahaman dirinya, yang artinya, malah tidak spesifik membahas Corolla Altis itu sendiri di blognya (seperti di blog ini).

Setelah acara yang berlangsung baik, sudah tentu blogger dengan senang hati akan menuliskannya di blog masing-masing. Mereka sudah pasti tidak akan menjelek-jelekkan, meski juga tidak menyanjung-nyanjung pula (toh ini kan bukan iklan). Efek tak terduga yang paling menakutkan/menggembirakan adalah reaksi dari para pembaca blog.

(lanjut?)

Blogger Luncheon with Corolla
Kategori: Event — Pitra @ Wednesday, February 20, 2008, 8:23 pm

Berhenti sejenak dari rentetan interview Media Ide sebelumnya, dan sedikit beralih ke dunia nyata (karena akhirnya ada bahan tulisan untuk posting emoticon). Kemarin dapat undangan dari Toyota-Astra Motor (TAM) untuk ikut hadir di perjamuan para blogger di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan. Jarang-jarang toh blogger diundang makan di hotel bintang lima? Biasanya kalau kita ngumpul selalu di tempat yang sederhana nan murah meriah.

Blogger Luncheon with CorollaDi jamuan makan siang yang istimewa ini, Pak Achmad Rizal, Manajer Marketing Communications TAM banyak cerita tentang Corolla Altis seri terbaru, yang muncul dalam 3 tipe dan 6 warna (beda tipe, beda harga). Detil mobilnya nggak akan dibahas di sini. Tunggu saja nanti pas launch-nya pada tanggal 28 Februari 2008 di Senayan City. Anda bisa ikutan test drive pula di sana.

Untuk sementara, coba simak TVC-nya dengan bintang utamanya, Mas Orlando Bloom di sini, atau acara launch-nya di Chiangmai di sini.

Setelah jamuan makan siang, kita-kita lalu diajak ke ballroom dimana kita bisa melihat mobil Corolla Altis yang dimaksud berikut SPG yang menyertainya. Mau foto-foto dengan mobil atau SPG-nya juga nggak dilarang.

Yang sebetulnya menarik adalah gagasan untuk mengundang beberapa blogger ke acara ini. Tidak banyak yang diundang, memang. Kalau nggak salah hanya sekitar 15 orang, namun sayang yang datang hanya sekitar 8 orang. Rupanya blogger dengan blognya sudah dianggap TAM sebagai influencer nyata, yang punya pengaruh terhadap komunitas pembacanya. Hehe, tentunya harapan mereka, kita menulis yang baik-baik tentang Corolla Altis di blog masing-masing.

Blogger Luncheon with Corolla Blogger Luncheon with Corolla

Mudah-mudahan upaya komunikasi di dunia online yang dimulai dengan mendekatkan diri dengan para blogger, akan diikuti pula dengan strategi lanjutan yang lebih spesifik dan semakin mengarah dengan target segmen Corolla Altis iu sendiri. Tunggu saja nanti 28 Februari 2008, kegiatan online seperti apa yang akan dibuat oleh TAM untuk Corolla Altis.

Oh, ya… Lumayan, pulang-pulang kita dapat oleh-oleh kaos, topi, flash disk 2 GB, dan dompet kecil. Yang lumayan sih flash disk-nya. Hehehe.. emoticon

Artikel lain yang terkait:

Ollie: Pecinta Buku yang Jual Buku
Kategori: Interview — Pitra @ Tuesday, February 19, 2008, 6:12 pm

Kutukutubuku.comKalau ingat buku, ingat kutu buku. Nah kalau ingat kutu buku, ya ingatlah dengan Kutukutubuku.com. Pendirinya semua wanita dan cinta banget dengan buku. Salah satunya adalah Ollie, yang menjadi target wawancara Media Ide kali ini. Jadi simak aja ya wawancara berikut!

(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)

Boleh diceritain nggak, Kutukutubuku.com itu tentang apa? Bisa ditemukan apa saja di sana, selain buku?

Kutukutubuku.com adalah toko buku online ++ hehe. Selain buku kita jual VCD education juga seperti National Geographic dan Discovery Channel. Selain produk, di Kutukutubuku.com juga ada kolom Meet The Writer, basically di situ kutukutubuku ngobrol bareng penulis untuk mengetahui macam-macam hal mulai dari personal life-nya hingga teknik menulis. Sebenernya ada bookclubs juga, tapi sayangnya harus mati karena dah kebanjiran spam. emoticon Kita ada rencana untuk bikin bentuk baru dari bookclubs ini karena banyak banget kutu buku yang pengen sharing dengan kutukutubuku lainnya. emoticon

Kenapa Mbak Ollie memilih bisnis di retail online semacam ini? Prospeknya seperti apa?

Waktu dulu saya memilih membuat toko buku online karena saya ingin sekali kerja ‘bergelimang’ buku. Dulu sih pengen kerja di Amazon.com tapi kayaknya rada sulit. Jadi ya kenapa nggak bikin my own Amazon. emoticon Kebetulan juga saat itu toko buku online yang sudah ada belum bisa mengakomodir kebutuhan saya. Jadi ya akhirnya mulai bikin kutukutubuku.com.

Prospek ke depannya bagus banget untuk retail online, karena dengan adanya perang tarif antar penyedia layanan internet (dimulai dari Fastnet), semakin banyak customer yang mulai terkoneksi dengan internet. Lebih dari 200 juta orang di Indonesia, Anda tidak akan kekurangan pasar.

Nggak takut dengan para pesaingnya yang gede-gede, seperti Gramedia misalnya? Apa yang membedakan Kutukutubuku.com dengan mereka?

Pesaing yang gede-gede? Tergantung ya, kalo kita nganggep diri kita kecil ya mereka akan kelihatan gede haha. Well, kami sih nggak takut dengan Gramedia, tapi most likely mereka yang takut dengan Kutukutubuku.com khususnya dan toko buku online pada umumnya haha.

Call me emotional, tapi kutukutubuku.com itu dibangun dengan cinta dan passion akan buku yang besar, tidak hanya sekedar bisnis semata. Dan menurut saya itu salah satu glow yang membedakan kami dengan pesaing kami.

Kalo soal teknis ya, diskon pasti beda dengan Gramedia, kita kasih 15% OFF untuk rata-rata semua buku lokal dan kadang-kadang cuci gudang dengan diskon 25%, buku diantar langsung ke rumah (orang Jakarta paling seneng dengan layanan delivery karena ancaman macet dan banjir dimana-mana), gratis gift wrap untuk kado, dan personal touch customer service dengan book recommendation dan layanan seperti best friend. Hopefully layanan seperti ini bisa kita pertahankan terus selamanya.

(lanjut?)

ragam sponsor
Join the GMI panel and get paid for your opinions! Floor FX A-BOX Rank My Wall Eye Pleasure
komentar terakhir
  • dephwaduu , ngurus rambut tiap hari , oke deh , timbang nganggur .
  • Retty“Ketika blogging sudah dikompetisikan, menurut saya sudah bertentangan atau melunturkan the nature of...
  • Entink2 nyar bucu Peliatan, BaliKaMi ENTINK2 NYAR BUCU meRaSa peRLu adanYa wEbSite ini KareNa bAnYak mAnFat yg...
  • Waisnawa (west)Dg aDanYa DUNIA ONLINE REMAJA, pAra RemJa dAPat MengeTahui dUnia yG c0cok Utk rEmaJa. Jadi bISA...
  • Tuhu Nugraha DewantoWahhh kok malah jadi saling kenalan yahhh. Pusing mode on…
  • muwsithjika pacar kita jelek bagai mana jadinya nanti kan kita tidak bisa pacari dia lagi
  • HendravinciAku dah punya komiknya saat pertama kali diterbitkan… Dan saat itu juga aku gak bisa ngelepasin tuh...
  • hermanKomunikasi marketing yang brilian……
ragam tautan
dari blog lain

dunia yang gatal

  • Tunggu...

eye pleasure

  • Tunggu...

RSSKQF