Home » Interview

Catur PW: Jualan Helm Lewat TokoHelm.com

14 February 2008 5,658 views 5 komentar

TokoHelm.comSaat ini Media Ide berkesempatan untuk mewawancarai si pemilik website TokoHelm.com, Bung Catur PW. Bung Catur ini sehari-harinya bekerja di MarkPlus, namun masih menyempatkan untuk membangun toko online dengan produk yang cukup spesifik, yaitu helm. Kalau ada yang ingin berkontak langsung dengan Bung Catur, ia bisa ditemukan di persinggahan blognya yang banyak membahas tentang personal branding.

Nah, berikut ini wawancara Media Ide dengan Bung Catur. Mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi bagi kalian yang ingin membangun toko online seperti yang kini sudah dijalankan oleh Bung Catur.

(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)

Boleh diceritain nggak, TokoHelm.com itu tentang apa? Bisa ditemukan apa saja di sana?

“Jual secara online only. Kita nggak jualan secara offline loh" produk-produk seperti: helm, jaket motor, sepatu motor, product related dengan pengendara sepeda motor (terutama yg dipakai oleh si pengendara). Tapi sekarang lebih difokuskan kepada helm, varian yg lebih beragam, dan harga beragam, dan untuk konsumen beragam pula (gender dan usia). Selain itu juga melayani pembelian secara grosir (untuk toko) serta helm special custom (untuk perusahaan).

Kenapa Bung Catur memilih bisnis di retail online semacam ini? Prospeknya seperti apa?

Bermula dari kebutuhan rekanan bisnis saya di TokoHelm.com, Boyd, yang saat itu sedang mencari helm by online, searching setengah mati cari di Google, Yahoo dan bahkan MSN, cari info tentang helm yg dia inginkan. Tapi ternyata nggak ada??? Heran deh, mosok toko helm di Indonesia belum ada yg buka online? Nah kepikiran deh suatu ide bisnis baru, setelah kita lobi-lobi distributor helm (dapat harga yg bagus), akhirnya sepakat untuk bikin situs TokoHelm.com.

Prospeknya cukup bagus, mengingat Indonesia adalah pasar motor paling besar di Asia. Tahun 2007 kemarin saja, kendaraan bermotor yg tercatat di Polri berjumlah lebih dari 5 juta motor, dan ternyata jumlah motor paling banyak (60-70%) adalah di Jakarta.

TokoHelm.comMenurut Bung Catur sendiri, ukuran sukses TokoHelm.com ini seperti apa? Kira-kira akan tercapai dalam berapa tahun? Atau malah jangan-jangan sudah tercapai?

Dulu saya, Boyd dan Mbak Lulu (3 founder TokoHelm.com) mempunyai mimpi, bahwa TokoHelm.com akan menjadi first mind dari para pencari helm ketika dia mencari di dunia online. Seperti Bhineka.com untuk para pencari komputer lah. Nggak tau sudah tercapai atau belum, tapi nyatanya ketika orang mencari informasi tentang helm melalui internet (tentang model, harga, merk, dan belinya dimana), pertama yg terlintas di pikirannya adalah "beli helm," "toko helm," atau "harga helm." Nah ketiga-tiganya ketika di-submit ke mesin pencari Google, Yahoo atau MSN akan muncul selalu di halaman pertama (mostly urutan pertama juga) adalah www.tokohelm.com.

Tapi itu hanya ukuran sukses secara brand image, namun beberapa ukuran sukses lainnya pasti harus diikutsertakan. Seperti diantaranya lancarnya cash-flow dan profit yg tinggi.

Secara keseluruhan TokoHelm.com masih sangat dini jika dibilang sudah sukses. Perkiraan saya sih, dalam waktu 1-2 tahun ke depan main goal TokoHelm.com akan tercapai menjadi toko online yg ‘sukses,’ karena perjalanan masih panjang, Bung … :P

Selain mendapatkan revenue dari penjualan, apakah ada revenue tambahan lain yang didapatkan dari TokoHelm.com? Boleh cerita apa saja kalau ada?

Salah satu keuntungan dari toko online yg tidak didapat oleh toko offline adalah selain mendapat revenue dari produk, banyaknya traffic yg masuk ke toko online kita dapat dijadikan revenue tambahan (dari iklan), baik itu dari revenue (aktif) menjual spot banner ke prospektif company maupun dari revenue (pasif) iklan elektronik dari publisher yang sudah ada di dunia online (Google AdSense, AdBrite, dll). Ya, paling tidak beberapa ratus dolar per bulannya dapat dikantongi, cukup untuk membayar biaya operasional toko online.

Yang pasti akan jadi pertanyaan orang-orang, seberapa besar atau kecil revenue dari TokoHelm.com ini setiap bulannya?

Kalo yg ini masih classified yak :D Karena saya anggap masih belum terlalu memuaskan, soalnya
tantangan besar sebuah toko online di indonesia adalah change of customer habit, untuk percaya beli di toko online. Nah, tantangan ini bagi produk helm cukup berat, karena mereka yg hendak membeli masih memakai budaya "liat, raba, coba, baru kemudian beli."

Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Bung Catur, TokoHelm.com sudah akan melakukan hal apa saja?

Simple saja, dalam bayangan saya, 10 tahun mendatang:

  • TokoHelm.com akan menjadi first choice bagi para pengguna kendaraan bermotor (khususnya sepeda motor) untuk mencari produk-produk kelengkapan pengendara dan kelengkapan motornya.
  • Menjadi pilihan pertama para pemilik toko offline untuk belanja supply product mereka (terutama helm dan perlengkapan pengendara motor serta perlengkapan motor mereka).
  • Menjadi Main Gateway masuknya produk-produk baru otomotif (sepeda motor) baik dari produsen lokal maupun internasional.
  • Menjadi tempat berkumpulnya para komunitas motor online terbesar dan teraktif di Indonesia. Tidak terbatas dari jenis motor, ataupun merk motor.

Mungkin itu saja dulu, yg lainnya segera menyusul.

Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

5 komentar »

  • Okto Silaban :

    Mantap wawancaranya.. Ditunggu wawancara yang lain.. :D

  • Blog Strategi + Manajemen :

    Problem KLASIK bagi online shop adalh conversion rate yang rendah (1 – 2 %) saja. Baru saja kita juga berdiskusi soal ini di blognya Pak Nukman.

    Dengan conversion rate 1 – 2 %, berarti jika pengunjung sehari ada 200 visitor, yang potensi beli hanya 2 – 4 visitor. Aplagi untuk produk helm tampaknya rate konversinya akan lebih rendah. Mereka datang mungkin hanya untuk melihat harga.

    Lain, kalau targetnya adalah pembeli grosir, bukan end-user. Conversion rate mungkin akan lebih bagus. Mereka ndak perlu “liat, raba, coba, baru kemudian beli.”
    Yang penting ragam produk variatif, merek pasti akan beli dalam jumlah besar untuk dijual kembali didaerah mereka.

    Ini yang menyebabkan banyak toko online garmen grosir yang sukses besar, seperti tanahabang.com atau manet.com.

  • catur pw :

    benar sekali mas Yodhia, untuk membantu cash-flow seringkali kita mencari market company/ toko offline di daerah-daerah yg biasanya mereka sudah tahu ttg produk helm, merk, kualitas dan harga, sehingga keputusan mereka bisa langsung beli grosir, tanpa pake liat, raba dan coba.

    mengenai market end user, utk kasus pembeli online di Indonesia, saya rasa faktor “habit belanja online” masih memegang peranan penyebab conversion rate toko online yg masih rendah.

    harapan saya, semoga dimasa mendatang, market indonesia makin terbiasa dan lebih nyaman, aman dalam berbelanja online.

  • Fauzan Abu Ramza :

    menarik mas bahasannya.

    Tantangan yang besar memang untuk meningkatkan conversion rate ini.

    Tapi, ada satu yang harus diingat. Bahwa conversion rate hanyalah SALAH SATU faktor dari revenue.

    Jika memang conversion rate stuck di angka segitu, tinggal naikin aja angka leadnya ato faktor yang lain hehehe…

    salam kenal mas pitra dan mas catur

  • idham :

    salute buat toko helm..
    aku juga bermimpi ketika orang ingin mengurus surat2 kendaraan mereka..yang terlintas adalah http://birojasakendaraan.blogspot.com
    sukses yah om

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge