Setelah disela-sela sedikit dengan tulisan lain, berikut lanjut wawancara Media Ide dengan salah satu pendatang baru di dunia dotcomers. Ia adalah Mas Adhika Dirgantara, atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Dhika. Silakan kunjungi blognya kalau mau kenal dengan yang bersangkutan lebih lanjut.
Mas Dhika, bersama istrinya kini aktif berjualan batik secara online melalui website-nya, PasarBatik.com. Nggak usah berbasa-basi lagi, berikut ini cuplikan wawancara Media Ide dengan si pemilik PasarBatik.com.
(Wawancara dituliskan apa adanya seperti aslinya, kecuali koreksi yang bersifat editorial)
Boleh diceritain nggak, PasarBatik.com itu tentang apa? Apakah menjual barang lain selain batik?
Tentu boleh tho mas
PasarBatik.com adalah semacam lapak jualan online yang khusus jualan batik, baik untuk pembelian ecer maupun grosir. Saat ini berkonsentrasi untuk memasarkan produk batik Pekalongan thok. Belum ada barang lain selain batik yang dijajakan di PasarBatik.com, dan untuk beberapa waktu ke depan belum terfikir untuk menjajakan produk di luar produk (yang ada hubungannya dengan) batik.
Kenapa Mas Dhika memilih bisnis di retail online semacam ini? Prospeknya seperti apa?
Sebenarnya PasarBatik.com tidak murni retail ya, karena sasaran kita malahan cenderung ke pembeli grosir; para wirausaha muda dan baru yang sebelumnya orang kantoran dan cukup melek internet, kemudian buka usaha ritel busana dan memerlukan supplier batik. Meski kami tidak bisa menghalangi, kalau kemudian banyak juga pembeli eceran yang berbelanja di PasarBatik.com.
Kalau lihat batik sebagai produk yang kami jajakan secara online prospek pasarnya masih cukup luas ya. Karena sepemantauan kami, masih belum banyak lapak online yang khusus menjajakan batik (Indonesia) secara ’serius’; melakukan pembaruan katalog, melakukan online marketing secara serius, mengedukasi pasar dengan pengetahuan batik, dsb.
Kenapa Mas Dhika berjualan menggunakan website sendiri? Kenapa tidak memanfaatkan forum yang sudah ada, misalnya Kaskus?
Memang tidak sedikit forum/situs yang memungkinkan untuk menjajakan produk secara online tanpa perlu punya website sendiri, namun tentu ada keterbatasan tho. Kami memutuskan membangun website sendiri untuk menunjukkan keseriusan, selain ternyata biaya untuk membangunnya juga tidaklah semahal yang dikira orang ,karena memang kami memulainya dengan lapak online yang sederhana. Untuk operasional dan pemeliharaan harian, kami berdua (saya dan istri) masih bisa melakukannya sendiri.
Upaya promo apa yang sudah dilakukan untuk mengenalkan PasarBatik.com?
Pembeli yang siap biasanya mereka akan googling, bertanya dan mencari. Maka sebisa mungkin kami mengupayakan agar PasarBatik.com mudah ditemukan dengan keyword yang sesuai ketika ada yang mencari. Hasilnya belum maksimal memang, namun hal ini terus kami upayakan.
Secara tradisional kami men-submit keberadaan PasarBatik.com pada layanan web iklan baris dan web directory yang jumlahnya banyak sekali, dan juga secara khusus memasang banner PasarBatik.com di blog-indonesia.com sebagai direktori blog Indonesia terbesar untuk lebih menggaungkan keberadaan kami. Mengenalkannya melalui milis-milis dan forum dan juga mengirimkan email marketing pada pihak-pihak yang sekiranya memerlukan produk batik. Kawan-kawan di komunitas TDA (tangandiatas.com) juga banyak membantu mempromosikan PasarBatik.com melalui blog mereka masing-masing.
Dan tentu tidak lupa, bergaya sok seleb dengan diinterview oleh Media Ide seperti ini juga bagian dari strategi berpromosi. 
Menurut Mas Dhika sendiri, ukuran sukses PasarBatik.com ini seperti apa? Kira-kira kesuksesan itu akan tercapai dalam berapa tahun?
Usaha batik Pekalongan adalah usaha turun temurun dan saat ini mulai banyak yang dipegang oleh generasi ke 3 dan 4. Usia mereka masih muda-muda, berpendidikan tinggi dan relatif nyambung untuk diajak ngomong masalah teknologi, masalah IT khususnya internetlah. Cara pemasaran mereka juga sedikit demi sedikit makin modern. Ini adalah sebuah peluang.
Dikaitkan dengan keberadaan PasarBatik.com, ke depan mimpi besarnya adalah PasarBatik.com mampu mengaggregasi seluruh pengusaha batik yang ada di Pekalongan, menciptakan sebuah sistem yang memungkinkan PasarBatik.com bisa membantu penjualan batik secara sangat signifikan tanpa perlu menimbun barang; masalah stok, ketersediaan barang serta pembaruan katalog bisa dilakukan mandiri oleh produsen. Namun semuanya masih dalam satu payung, PasarBatik.com dan bukan tiap produsen dibiarkan berdiri sendiri-sendiri. PasarBatik.com tidak hanya menjadi etalase, namun benar-benar secara serius ikut membantu memasarkan produk-produk yang ada.
Jika PasarBatik.com mampu memposisikan diri seperti itu, maka mungkin baru layak disebut sukses ya dan mudah-mudahan dengan kerja keras hal ini bisa dicapai dalam 4-5 tahun kedepan.
Usia PasarBatik.com kan baru 2 bulan. Berapa target revenue dari PasarBatik.com ini dalam setahun mendatang?
Mudah-mudahan bisa mencapai angka 9 digitlah. 
Nah, terakhir. Ini pertanyaan imajinasi. Dalam 10 tahun mendatang, dalam bayangan Mas Dhika, PasarBatik.com sudah akan melakukan hal apa saja?
Dalam 10 tahun mendatang, imajinasi kami:
- PasarBatik.com menjadi main gateway distribusi batik Pekalongan ke seluruh pelosok. Dengan makin meningkatnya kebutuhan akan perluasan ruang terbuka hijau, kemungkinan pusat-pusat grosir (pasar Tanah Abang dan pusat grosir batik konvensional lainnya) akan terkena dampaknya (baca: digusur) sehingga orang akan berduyun-duyun memanfaatkan internet sebagai jalur utama distribusi.
- Mempunyai Batik Study Center yang cukup luas di Pekalongan sebagai pusat sejarah dan studi batik terlengkap di Indonesia (syukur-syukur di dunia). Membantu mengembangkan modernisasi proses pembatikan yang ramah lingkungan.
- Menumbuhkan trend bahwa anak muda Indonesia belum layak disebut gaul kalau belum punya batik Pekalongan yang dibeli dari PasarBatik.com.
- Ingat batik, ingat PasarBatik.com.
Masih kurang? 
Untuk pebisnis dotcomers lain yang tertarik untuk diinterview, silakan cek artikel ini ya!


















Bagus sekali wawancaranya…..semoga Pasarbatik.com bisa berjaya. Jayalah BATIK Indonesia !!!
Mas Dhika,
Selamat atas pasar batiknya hingga menjadi pilihan oleh Media Ide untuk ditampilkan.
Mudah2an banner di blog saya bermanfaat juga yah …
Sukses terus…batik indonesia!
aq baru mau nyoba di tasbatik.com hihihi *nyepam mode on*
Nah begini ini yang kita butuhkan. Semoga sukses dan berjaya buat pasar batik.
Bismillah….. laris manisssss !
Walah hebat tenan, wong Ngkalongan dol2-an batik kok bisa pakai internet.
PasarBatik… sakpore man
Dear Bung Pitra…
Blog Anda sungguh menginspirasi banyak penggiat aktifitas online, termasuk kami yang baru saja meluncurkan (belum formal) situs baru komunitas parenting Indonesia di www.kafebalita.com. Kami mengundang Bung Pitra & segenap pembaca setia blog Media Ide untuk berkunjung dan JOIN sebagai anggota www.kafebalita.com. Keanggotaan tidak dibatasi untuk yang sudah punya anak, setiap orang yang cinta dunia anak boleh bergabung…
Semoga di masa depan KafeBalita dapat membantu kalangan ayah dan ibu muda dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam keluaga dan tumbuh kembang anak.
Kunjungan Bung Pitra & kawan-kawan pembaca blog Media Ide adalah sebuah kehormatan bagi kami.
Ditunggu ya…
Love,
Tim KafeBalita
*mohon maaf karena telah mengundang melalui fasilitas komentar
jadi pingin buat bisnis on-line juga
ada ide gak produk yang bakal potensial dijual online..?
dan emang masih banyak sih..
ntar deh dicari-cari dulu
salam kenal bang Pitra
Nice post
Mau tukeran link..please..!
insya allah berkah bisnisnya bang…
amin..
Jadi pingin juga
MO jual apa ya?
bagus sekali..untuk mengembalikan batik sebagai busana yang berbudaya.saya dari solo yang mempunyai budaya batik juga ngajak sama” yang melek IT untuk mencanangkan VISIT BATIK YEAR FOREVER.biar batik tidak hanya di Solo dan Pekalongan .tapi juga ada batik Jepara, Lasem ,Madura, Cirebon, Ngawi, Tasik, Wonogiri, Demak dan semua wilayah nusantara.ORA BATIKAN ORA WELL. yuuuk..