Begini seharusnya adu-aduan video di era Web 2.0, bukan malah main blokir situs. Diawali dengan kampanye Dove bertema Onslaught dari Unilever. TVC Dove ini sebetulnya tidak berbeda dengan gaya TVC lainnya. Hanya saja, konsep video ini dibuat versi spoof-nya oleh Greenpeace. Dikatakan kalau Greenpeace memiliki bukti bahwa pembuat produk kecantikan Dove ini membeli palm oil dari para supplier yang menghancurkan hutan Indonesia. Baca saja laporan Greenpeace di tautan ini. Tentu saja ini menjadi pukulan menohok bagi Unilever, apalagi video ini disebarkan tepat pada Hari Bumi kemarin.
Greenpeace tidak mengajak untuk memboikot produk Dove, melainkan lebih mengajak pihak Unilever untuk ikut sadar dan bertanggung jawab kalau produknya itu menyebabkan kerusakan lingkungan yang luar biasa. Belum ada tanggapan dari pihak Unilever, mengingat perseteruan ini memang baru saja dimulai.
Greenpeace
Dove
Yang menarik dari kejadian ini adalah:
-
Penyebaran video Greenpeace melalui YouTube ini cepat sekali beredar. Yakin deh, Unilever nanti pun akan meresponnya dengan cara serupa, yakni meng-counter-nya dengan membuat microsite dan menjelaskan argumennya di sana. Bisa jadi, video tandingan akan disebar pula via YouTube. Ini cara yang lebih elegan, daripada langsung menuntut secara hukum. Kalau itu sampai kejadian, bisa-bisa konsumen pengguna produk sendiri yang akan menyerang balik ke Unilever.
-
Kasus ini menyangkut hutan Indonesia, tapi penyelenggara kampanyenya bukan dari Indonesia. Sudahkah kita sendiri tidak peduli dengan kejadian ini, sehingga Greenpeace, organisasi nirlaba internasional, terlihat lebih peduli daripada kita yang memiliki hutannya? (Duh, jadi miris, apalagi kalau sudah menonton film dokumenter Earth).
Artikel lalu yang relevan:


















ngomong-ngomong tentang unilever, gw kok ya seperti bertanya-tanya tentang beberapa iklan mereka yang baru.
Kenapa mereka lebih cenderung membuat iklan yang menggunakan boneka ya? (molto, dan lux) padahal kan mereka udah spend lumayan banyak buat nyari duta brand yang bersangkutan.
kalau tidak salah pihak unilever mengakui data Greenpeace
Indonesia peduli kok mas, tapi gak bisa ikut bertindak banyak. Namanaya aja menghadapi kekuatan global
kalau cepat beredar itu mungkin karena strategi WOM (iklan melalui gosip)
mungkin karena Unilever sudah sadar akan data tersebut mereka mulai sering ikutan acara2 yang berkaitan sama GreenPeace kali ya… nice post bung Pitra
aduh……ada lowongan kerja ngak neh….. aq lg cari-cari kerja infonya ya……thanks…..
Cinta ma lingkungan sebenernya gak perlu gabung sana sini, apalagi kalo cuma pengen dapet pengakuan,,,ada satu tips buat yang cinta lingkungan :
” cabut charger Hand Phone klo udah penuh dan matikan alat elektronik yang gak di pake, + buang sampah di tempatnya ”
Simple kan!!!
Peace
Ini pembelajaran untuk setiap perusahaan yang “SO HIJAU” padahal tidak melihat diri sendiri berasal dari yang tidak peduli lingkungan. saatnya bercermin dan merubah diri ya…
di sini sepertinya GREENPEACE tidak memboikot tapi meminta dukungan dari UNILEVER untuk mengatakan kepada pemasoknya sebelum mereka merusak hutan. juga para konsumen UNILEVER yang mau UNILEVER benar-benar HIJAU…
salam Hijau nan damai
waduh, sebagian besar produk yang digunakan dari unilever semua lagi.. gimana yah? senep juga neeh, klo ternyata juga ikut nyumbang buat pengrusakan hutan.. gimana cara biar pada sama-sama sadar buat selamatin hutan kita? bisa bilang langsung ke unilever gak yah? mohon bantuan
peace too,
mandi pake batu aja. he..he..he..
gak, gak
menurutku kita gak mungkin hidup tanpa merusak alam.
ladang padi yang kamu makan itu dulunya hutan loh.
rumah kamu dulunya juga hutan.
tinggal timbal baliknya kita aja ke bumi.
wk..wk..
mau sok pintar saya