Home » Online Communities

Penelitian Tentang Social Network dari Ofcom

22 May 2008 3,368 views 6 komentar

Social Network

Baru saja Ofcom mengeluarkan laporan ilmiah kuantitatif dan kualitatifnya tentang jejaring sosial (social network). Penelitian ini membahas perilaku, sikap, dan cara penggunaan jejaring sosial. Untuk baca lebih detil, langsung saja unduh laporannya di tautan ini. Sangat bermanfaat untuk para profesional di dunia branding dan mahasiswa yang butuh referensi ilmiah tentang jejaring sosial.

Social Network

Melalui laporan penelitian ini, dijabarkan kategori pengguna situs jejaring sosial:

  • Alpha Socializers.
    Tipikal pengguna yang ramai-ramai hanya pada saat bergabung. Ia cari kenalan kesana kemari, mengkontak temannya teman. Ia merasa lebih aman mencari temannya teman, dibanding langsung berkenalan dengan orang asing sama sekali. Jumlahnya minoritas, pria berusia di bawah 25 tahun.

  • Attention Seekers.
    Tipikal pengguna yang suka mencari perhatian. Kadang dengan cara yang ekstrim, seperti memasang foto yang provokatif. Ia sangat sering merubah tampilan profilnya, dari data hingga desain skin. Ia gemar mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya, meski ia hanya mau berinteraksi dengan sebagiannya saja. Biasanya, identitas aslinya adalah seorang yang insecure (tidak nyaman dengan dirinya sendiri) dan aktivitas di dunia online memberinya kesempatan besar sebagai ajang pamer diri. Kebanyakan wanita dari usia remaja hingga 35 tahun.

  • Followers.
    Tipikal ikut-ikutan kemana temannya berada. Tujuannya bergabung lebih ke tren. Ia bukan seorang yang aktif mencari-cari teman, seperti tipikal Alpha Socializers dan Attention Seekers. Ini banyak berlaku umum untuk pria dan wanita di banyak jenjang usia.

  • Faithfuls.
    Tipikal pengguna yang punya kepercayaan diri tinggi. Ia sudah merasa nyaman dengan kondisi sosial yang dimilikinya sekarang. Jejaring sosial lebih sebagai alat baginya untuk mencari kontak teman-temannya yang lama. Ia cenderung akan menolak orang yang tidak ia kenal untuk dijadikan sebagai daftar teman/kontaknya. Tipikal ini kebanyakan didapat pada mereka yang berusia di atas 20 tahun.

  • Functionals.
    Tipikal pengguna yang melihat jejaring sosial dari satu kebutuhan saja, misal: mencari grup musik, mencoba fitur. Ia kurang tertarik untuk berkomunikasi dengan pengguna lain atau meninggalkan komentar. Pertemanan dalam jejaring sosial hanya terbatas pada orang yang ia kenal dan punya kesamaan minat atau hobi. Jumlahnya minoritas, pria di atas 20 tahun.

Social Network

Selain itu, penelitian ini juga membahas pengguna internet yang tidak berminat bergabung dalam jejaring sosial. Alasan-alasan yang dikemukakan dikategorikan sebagai berikut:

  • Perhatiannya akan masalah keselamatan (safety).
    Merasa kalau dengan jejaring sosial akan membuat dirinya terekspos, dan membuatnya rawan dijadikan target kejahatan baik secara online ataupun offline.

  • Tidak memiliki pengalaman teknis.
    Kebanyakan adalah orang berusia di atas 30 tahun yang memang tidak nyaman berhubungan dengan komputer, dan lebih memilih komunikasi tradisional.

  • Kaum penolak intelektual.
    Merasa kalau jejaring sosial itu hanya membuang waktu yang tidak perlu. Kebanyakan adalah para remaja individualis yang lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah daripada berhubungan dengan teknologi.

Penelitian Ofcom ini lebih banyak membahas 2 bagian di atas. Namun, laporannya sangat lengkap karena dijelaskan pula pengenalan dasar, sejarah jejaring sosial, serta keuntungan dan ancaman yang berpotensi muncul di dalamnya. Khusus tentang masalah safety, laporan penelitian ini juga membahas detil tentang ragam penyalahgunaan yang menyangkut isu pribadi.

Artikel lalu yang relevan:

6 komentar »

  • Ollie :

    Thanks, great post!

  • -tikabanget- :

    ah, ndak ada yang tipe sayah ini gimana..
    sayah ini memang tukang cari perhatian dari sononya.
    tapi ndak pake gonta ganti pasang poto hot hot segala..
    eh, ato emang pose sayah emang udah hot duluan??

    **dipentung**

  • abah oryza :

    @ tika
    tipe sampeyan itu udah tipe tersendiri, namanya tipe banget he he he.

    saya sih melihat jejaring sosial sebagai media provokasi dan mencari orang yang memprovokasi diri saya.

    jadi asik2 ajah tuh …

  • Greg :

    I didn’t really care for the five categories that they identified. I feel like I fall into at least three of them. Then again, I’m over thirty.

    Translated with Kataku: Saya benar-benar tidak suka kelima kategori yang dikenali oleh mereka.
    Saya merasa seperti saya jatuh ke dalam sedikitnya tiga di antara mereka.
    Lalu lagi, saya adalah di atas tiga puluh.

  • yahya :

    oh social network itu jadi jejaring sosial toh bahasa indonesianya… tak kirain jejaring sosial itu something yang berhubungan dengan politik kemasyarakatan… halah :P

    *thx 4 the info lsg menuju ke tkp :)

  • sigit :

    ada artikel aslinya ga??

    lagi butuh ni…

    kirim aja lewat email..plisss…

Tinggalkan komentar Anda!