Tentunya ilmu yang berhubungan dengan dunia online ya, bukan ilmu santet atau kedukunan (kecuali kalau memang ada yang ahli, nggak apa-apa juga ikutan belajar). Selama setahun kemarin, sempat beberapa kali ada yang namanya Pengajian Dotcomers, yang inisiatif awalnya dari Pak Nukman. Di kegiatan kumpul-kumpul itu, para pemain dotcomers muda mencoba berbagi pengalaman dan mendapatkan masukan dari rekanan lainnya.Pertemuan ini sempat berjalan sekitar 6 kali (kalau nggak salah).
Di luar kegiatan itu, ada pula rekan-rekan lain yang bulan Januari lalu mencoba melakukan inisiatif serupa, hanya yang datang tidak terbatas pada para empunya dotcom, tapi lebih kepada para peserta milis Teknologia.Kalau ini idenya, seperti TED-nya Indonesia, dimana setiap orang diberi kesempatan menceritakan proyek yang sedang ia kerjakan, dan mencoba meminta masukan dari anggota peserta lainnya. Namun, baru sekali pertemuan, hingga kini belum ada agendanya lagi.
Jumat kemarin, bersama dengan Catur PW dan Anggun Himawan dari Plasmedia, terjadi pertemuan rahasia di Food Court Plangi. Pertemuan ini tidak disaksikan oleh siapapun kecuali semua pengunjung food court yang ada di situ. Kami mencoba berdiskusi format yang lebih pas yang bisa digulirkan pada pertemuan serupa, yang harapannya bisa terselenggara pertengahan Juli mendatang. Acaranya nggak akan resmi-resmi amat. Sederhana, yang penting kita semua bisa nyaman berdiskusi.
Idenya adalah kami ingin pertemuan seperti ini bisa terjadi terus, dan komunitas dotcomers bisa terbangun dengan lebih aktif, dimana setiap orang bisa mengutarakan permasalahan yang ia hadapi, dan rekan-rekan lain bisa memberinya masukan. Pada hakikatnya tema pertemuan pun tidak melulu berisikan orang-orang dari pemilik dotcom. Bisa jadi suatu waktu tema pertemuan membahas tentang pengembangan aplikasi online, atau jualan online, atau pemasaran online, atau branding, atau desain informasi, atau apapun lainnya. Profesi apapun yang setiap harinya berhadapan dengan internet layak untuk bercerita dan berbagi pengalaman di sini. Bisa jadi itu seorang yang berprofesi sebagai developer, desainer, blogger, pemain AdSense, atau siapapun.
(lanjut?)










Mudah-mudahan situs ini hanya teaser saja, sambil menunggu versi real-nya yang katanya launch 1 Juli 2008. Soalnya, info yang ditawarkan sekarang rasanya biasa saja. Format blog, mengambil cuplikan-cuplikan video Axe dari YouTube, dikasih komentar, sehingga berkesan itu komentar seorang cewek yang takut akan efek Axe. Isinya pun nggak lebih kreatif daripada isi sebuah blog pribadi.
Situs sederhana dari Sweety, produk dari Softex Indonesia. Saking sederhananya, masih ada pilihan masuk ke dalam situs, Flash atau HTML. Hmm, seperti era dulu kala ya? Isi situs versi Flash pun biasa saja. Bukan sesuatu yang spesial sehingga harus di-flash-kan. Lalu, apa perlunya pakai Flash?
Situs ini cukup oke, karena upaya mengembangkan komunitasnya terlihat lumayan sukses. Targetnya memang ke siswa-siswa sekolah. Fitur Care & Share juga menarik. Setiap anggota bisa curhat, dan akan ditanggapi oleh anggota lainnya. Pakar pun juga kadang ikut terlibat membahas masalah curhat.
Microsite dari Telkom ini sebagai bagian dari upaya promo Speedy ke pengguna internet. Ide menariknya adalah permainan membuat balon kata, dimana kita bebas menuliskan kata-kata apapun. Gambar bisa menggunakan library yang sudah ada, atau kita bisa mengunggahnya sendiri.
Mizone makin sering berkampanye online ya? Belum lama berselang situs Jadi 100 Persen Kamu ini sudah berganti wajah kembali. Situs full flash dengan ukuran hampir 600 KB ini mencoba inline dengan tema TVC dan iklan cetaknya. Mizone membuat 3 karakter dengan personifikasi berbeda-beda, Mibody, Mimind, dan Mimood. Setiap karakter menampilkan tipsnya sendiri-sendiri. Animasi intronya pun cukup oke.
Desain situs Biore untuk pria ini menarik secara grafis. Branding dari Men’s Biore terlihat kuat menjadi bagian dari desain. Penggunaan foto sebagai tips juga menarik. Hanya saja mungkin karena kuisnya belum ada, belum ada yang menjadi pengikat agar pengunjung mau datang kembali ke situs ini. Atau, konten tipsnya bisa semakin diperbanyak dan dijalin dengan fitur RSS dan komentar, agar pengunjung lebih tertarik untuk datang ke situs ini lagi.

Baru saja kemarin
Ide partisipatif ini memang menarik. Tidak seperti beberapa kampanye brand tahun lalu, dimana kompetisi menulis blog hanya berlangsung di situs brand, yang dilakukan TAM justru kebalikannya. Biarkan arena blog masing-masing menjadi ajang perseteruan. Ada timbal balik positif di sini. Efek buzz TAM menyebar ke banyak blog. Sebaliknya, blog yang ikut serta kompetisi akan ada peningkatan traffic. Yang punya blog pun ikutan senang.







