Porno Mulai Ditinggalkan, Jejaring Sosial Jadi Pilihan
Ada hal menarik yang diungkapkan GM Bill Tancer dari Hitwise dalam bukunya, “Click: What Millions of People are Doing Online and Why It Matters.” Tancer menganalisa data 10 juta pengguna internet dan melihat pola yang cenderung spesifik dan berulang. Salah satu penemuannya adalah semakin menurunnya ketertarikan pengguna internet akan pornografi selama dekade terakhir. Pencarian pornografi ternyata turun dari 20 persen menjadi 10 persen selama 10 tahun terakhir. Pencarian yang kini lebih dominan sekarang adalah situs-situs jejaring sosial.
Ia berteori kalau kini para pengguna internet yang muda (berusia 18-24 tahun) lebih banyak menghabiskan waktunya di jejaring sosial, sehingga mereka tak punya waktu lagi untuk berkunjung ke situs-situs dewasa.
Hal yang dikatakan Tancer ada benarnya. Coba lihat tes dengan Google Insights berikut, yang mensandingkan kata ‘porn’, ‘myspace’, dan ‘facebook’. Ternyata kepopuleran kata ‘facebook’ terlihat semakin meningkat tajam di tahun 2008 ini. Sebaliknya kata ‘porn’ meski naik, ternyata masih kalah dominan dibandingkan ‘facebook’ dan ‘myspace’.

Lalu bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Ternyata berdasarkan tes yang dilakukan menggunakan Google Insights, tren yang serupa juga bisa terlihat. Di Indonesia, jejaring sosial yang populer adalah Friendster, baru kemudian Facebook. Kalau kedua kata ini disandingkan dengan kata ‘bugil’ dan ‘porn’ yang merupakan kata Indonesia populer untuk pencarian situs dewasa, maka hasilnya bisa dilihat di bawah ini.

Pencarian kata ‘bugil’ dan ‘porn’ cenderung stagnan sejak tahun 2004, bahkan kata ‘bugil’ malah mulai terlihat menurun. Sementara itu ‘friendster’ semakin menguat secara drastis. Keaktifan pencari kata ‘friendster’ sendiri sebetulnya tidak melulu tentang situs jejaring sosial terkemuka Friendster.com, tapi juga situs-situs lain yang menyediakan fasilitas desain template profil gratis (termasuk elemen-elemen hiasan seperti komentar ucapan). Pada umumnya, pengguna Friendster masih ingin mengubah-ubah profilnya agar terlihat unik, dan ini menyebabkan pencarian kata ‘friendster’ semakin meningkat.
Keaktifan pengguna internet ini dalam jejaring sosial ini akan menjadi sangat sayang bila tidak dimanfaatkan dengan baik. Tentunya, bukan dengan ikut-ikutan membuat jejaring sosial baru, karena apapun yang bersifat me too tanpa diferensiasi tidak akan berhasil. Seperti diungkapkan Hermawan Kartajaya dalam teori New Wave Marketing-nya, manfaatkan saja media yang sudah ada dengan aktif berkoneksi dengan mereka, dan dengan menjadi katalisator percakapan yang terjadi di dalam jejaring sosial tersebut.
Sayangnya, tingkat berkoneksi yang hingga kini banyak dilakukan pemasar masih pada tingkatan dasar, yakni membuat profil, mencari teman, atau membuat grup dan mengajak teman yang ditemuinya bergabung di sana. Komunikasi antara pemasar dengan para “teman” itu kurang aktif dilakukan. Aplikasi jejaring sosial yang seharusnya dua arah, tetap kurang berhasil mendekatkan pemasar dengan konsumennya melalui percakapan horisontal.
Kekuatan para pemain di jejaring sosial ini masih sangat kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh pemasar. Potensi pengguna jejaring sosial masih akan terus membesar di tahun mendatang. Tinggal pemasar perlu lebih berani terjun menjadi bagian dalam jejaring sosial itu dan berinteraksi langsung seperti layaknya mereka adalah teman sesungguhnya. Apakah ada yang berani?
Artikel lalu yang relevan:









berarti ini merupakan pasar yang sangat potensial ya. Semoga dengan ini para vendor internet bisa memanfaatkan peluang.
Ada satu hal lain yang gue perhatiin, yang mungkin *bisa* menjadi penyebab berkurangnya pencarian kata-kata untuk situs dewasa, yaitu porn-nya pindah ke jejaring social


Link-nya kadang datang sendiri tanpa perlu dicari 
Ini ‘porn’ model lain, bukan sejenis yang sudah mapan (kayak misalnya Playboy.com), tapi yang ini *lebih personal*. Pasti sudah sering *dengar* atau malah dapet link ke account Friendster yang *penghuni* nya berfoto-foto *you know what*
Pencarian link-link atau foto-foto sejenis yang biasa dicari lewat Google, sekarang bisa didapat lewat jejaring sosial, *between friends*, malah sekarang jadi lebih gampang
Dengan maraknya jejaring sosial, komunikasi jadi lebih cepat, terkadang lebih cepat daripada kalau kita mesti nyari sendiri di search engine. Makanya orang jadi males
Berlebihan nggak ya kalo dibilang Friendster dan Facebook itu penyelamat moral anak bangsa? ^^;
Oh ya, sepengetahuan saya pencarian porn sekarang memang sudah agak berubah trendnya; lebih ke transfer file ponsel antarteman… apa ini bisa dibilang sebentuk jejaring sosial juga (meski offline)?
Mungkin jaman sekarang pencarian atas p o r n lebih spesifik, seperti ke nama aktrisnya, atau judulnya.
tapi tanpa menutup mata tetep porn adalah konten utama untuk disurfing di internet bagi sebagian dari kita. wkwkwk
mungkin skrang tidak sekedar keyword porn saja tetapi udah lebih spesifik lagi dengan kombinasi lain dengan keyword porn
bagus dehh… mudah2an bisa berkurang terus ya…
#2
Itu memang sempat kepikiran juga. URL masing2 profil ‘jualan seks’ itu memang sering saya dapat pula di FS dan FB. Bisa jadi orang carinya memang ke arah sana.
Karena saya belum baca bukunya, saya nggak tau juga nih apakah Bill Tancer menyebutkan fenomena ini dalam penelitiannya. Jadi, saya juga kurang tahu, seberapa besar sih orang mencari porn dalam situs social network? ato jangan2 juga itu ada, tp tetap sedikit jumlahnya bila dibandingkan dengan aktivitas positifnya.
#4, #5, #6
Itu juga bisa jadi benar. Kalau saya, mencari porn sudah tidak dgn google lagi, tapi langsung ke forum2 besarnya.
Satu hal lagi, yg dicek Tancer ini sepertinya hanya volume search saja, tapi tidak melihat bandwidth yg dihabiskan. Saya tebak, bandwidth pemakaian utk porn masih jauh lebih besar drpd pemakaian utk social network. Blm lagi ini mempertimbangkan akses ke torrent dan rapidshare,
Orang - orang makin pintar.. Sudah sangat sedikit orang yang mencari konten “panas” dengan kata kunci “porn” atau “bugil”.
Mereka sudah lihai memainkan kata kunci. Kata kunci “3gp” & “anak sma” salah duanya..
Nice post. Salam kenal. Mohon bimbingannya
bener2 media ide yang bagus ne….
ni juga media ide wirausaha dibidang teknologi,
MENTRANSFORMASIKAN AIR MENJADI BAHAN BAKAR, dijamin minyak bumi tidak ada gunanya lagi.
satu lagi pit: PLURK!!
jauh lebih menyenangkan daripada browsing gak jelas (dance)
bagus kalau memang seperti itu, energi para remaja harus dialihkan dari hal-hal buruk ke yang lebih positif..
selain jejaring sosial, bloging juga cukup bagus sebagai alternatif, akan lebih bagus lagi kalau dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif seperti bisnis online (ecommerce), minimal mereka sebagai distributor online produk-produk UMKM dan penyebar iklan lewat jejaring dan blog mereka.
Salam dan selamat ya atas prestasi teranyar media-ide
wow..kemajuan besar..semakin posif pengguna internet di indonesia
bagus deh kalo gituh …
jd generasi muda berotak ngeres sedikit mengurang.
Tinggalkan komentar Anda!
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Artikel Acak
Komentar Terakhir
Komentar Terbanyak
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.