<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Di Mana Laura?</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 10:23:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Media Ide &#187; Blog Archive &#187; Saat Selebriti Menghilang&#8230;</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-176853</link>
		<dc:creator>Media Ide &#187; Blog Archive &#187; Saat Selebriti Menghilang&#8230;</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 12:07:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-176853</guid>
		<description>[...] Dahulu pernah ada kampanye film The Real Pocong, yang diawali dengan isu seorang anak bernama Laura yang hilang. Segala hal yang menyangkut emosi memang beresiko tinggi. Banyak orang yang sudah terlanjur peduli [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dahulu pernah ada kampanye film The Real Pocong, yang diawali dengan isu seorang anak bernama Laura yang hilang. Segala hal yang menyangkut emosi memang beresiko tinggi. Banyak orang yang sudah terlanjur peduli [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Karakter Fiktif dalam Social Media &#124; Marketeers</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-175015</link>
		<dc:creator>Karakter Fiktif dalam Social Media &#124; Marketeers</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 06:04:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-175015</guid>
		<description>[...] Sepertinya aksi Sarah Aprilia ini mengilhami Daun Muda Award 2009, dimana diadakan kontes untuk membangun karakter fiktif di ranah maya. Para peserta menciptakan karakternya sendiri (tanpa harus ada relevansi dengan suatu brand) dan mengembangkannya melalui berbagai kanal social media. Beberapa karakter menuai kontroversi karena malah membangun kampanye bernada negatif, seperti seorang karakter yang menderita sakit kanker dan akhirnya meninggal. Sesuatu yang awalnya menuai rasa simpatik, namun malah mendapat cercaan karena ketahuan kalau karakter yang dibangun adalah palsu. Hal ini tentunya berbahaya kalau karakter tersebut merepresentasikan sebuah brand. Cerita lainnya tentang kampanye negatif yang berbalik arah menyerang brand adalah kisah Laura yang hilang, yang ternyata diculik dalam film Pocong. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sepertinya aksi Sarah Aprilia ini mengilhami Daun Muda Award 2009, dimana diadakan kontes untuk membangun karakter fiktif di ranah maya. Para peserta menciptakan karakternya sendiri (tanpa harus ada relevansi dengan suatu brand) dan mengembangkannya melalui berbagai kanal social media. Beberapa karakter menuai kontroversi karena malah membangun kampanye bernada negatif, seperti seorang karakter yang menderita sakit kanker dan akhirnya meninggal. Sesuatu yang awalnya menuai rasa simpatik, namun malah mendapat cercaan karena ketahuan kalau karakter yang dibangun adalah palsu. Hal ini tentunya berbahaya kalau karakter tersebut merepresentasikan sebuah brand. Cerita lainnya tentang kampanye negatif yang berbalik arah menyerang brand adalah kisah Laura yang hilang, yang ternyata diculik dalam film Pocong. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erick prima</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-174176</link>
		<dc:creator>erick prima</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 00:17:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-174176</guid>
		<description>waduh saya tidak tau coba tanya anaknya aja...ok... </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh saya tidak tau coba tanya anaknya aja&#8230;ok&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: utari</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-173965</link>
		<dc:creator>utari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 22:53:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-173965</guid>
		<description>weww...kreatif bgt..salut..salut </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weww&#8230;kreatif bgt..salut..salut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ardhan</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-173962</link>
		<dc:creator>ardhan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 15:33:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-173962</guid>
		<description>waduh,, ampe segitunya, niat amat dah </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh,, ampe segitunya, niat amat dah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roro</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-171224</link>
		<dc:creator>roro</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 07:58:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-171224</guid>
		<description>saya sepakat dengan siapa tadi ya
&quot;Orang kita Indonesia memang kurang kreatif. Masa cerita2 horror yang selalu di angkat di layar lebar. Padahal harusnya film-film yang mendidik yang harus sering ditayangkan. Misalkan saja cerita kepahlawanan Pahlawan Bangsa, Kisah pejuang pahlawan bangsa Sisingamangaraja dll, Orang2 berjiwa besar, â€œTraumatika Korupsiâ€ â€“ efek jera, Pemersatu Bangsa : Gajah Mada, dll.

Majulah bangsaku. ( Ini bukan iklan kampanye yang cuman muncul jadi orang baik pada saat kampanye ) wakakakaa&quot;

Ini klise tapi sekiranya hal ini disadari oleh media-media di Indonesia,saya yakin kita akan mengubah wajah Indonesia menjadi lebih beradab.
Televisi, game, iklan, web dan semua yg kita tonton, dan kita berinteraksi dengannya adalah teman. Bahkan media cetak, majalah , koran dsb. Teman berbagi. teman ada yg baik dan ada yang buruk.
Namanya juga teman kita bisa saling mempengaruhi.
Siapa yg lebih kuat mempengaruhi yang lebih lemah.
Di layar televisi atau layar lebar, di mana posisi corong adalah layar, dia berposisi sebagai komunikator. Sedangkan audiense sebagai komunikan. Maka arus informasi berjalan dari layar ke audiense. Sedangkan di balik layar ada ide sutradara, keinginan profit produser, keinginan tenarnya bintang film dll. tapi yg paling kuat di sini adalah ide cerita/narasi. 
Bila kita ingin Indonesia bangkit dari keadaanya sekarang maka ide cerita yang disebar melalui media-media layar harus yang bersifat memotivasi posistif, membangun kepedulian, kebanggaan sebagai bangsa yang pernah memiliki pahlawan2 yg berdedikasi untuk rakyat, umat dan generasi penerus.
Begitu juga dengan pemberian award-award. Award harus lebih banyak untuk yg berprestasi dalam membangun, mendidik, mengasuh dan mengayomi. Mungkin award spt itu dah banyak tapi lagi2 media lebih memblow up event penghargaan yg rating oriented. Yang level-levelk seleb lah. Trus gosip-gosip yang mludak sehari-hari, Itu sadar ga sadar mendidik orang Indonesia yg betaaaah banget sama tv untuk belajar pinter ngintip kehidupan orang lain, trus nggosipin trus ngeramal deh ntar siapa yg menang lawan siapa, njelek2 in yg satu. 

ah udahlah

Ini sebetulnya garapan besar. sampe ibu-ibu yg pengen anak2 nya jadi orang yg lebih berpotensi besar ngelarang anak2 nonton tv saking sedikitnya pengaruh positif dari tuh layar.

Ayo lah, berubah.
Sekira nya uang yang kita tuju, percaya deh... terpuruk, nubruk, nyusruk, druk druk...

Mari!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sepakat dengan siapa tadi ya<br />
&#8220;Orang kita Indonesia memang kurang kreatif. Masa cerita2 horror yang selalu di angkat di layar lebar. Padahal harusnya film-film yang mendidik yang harus sering ditayangkan. Misalkan saja cerita kepahlawanan Pahlawan Bangsa, Kisah pejuang pahlawan bangsa Sisingamangaraja dll, Orang2 berjiwa besar, â€œTraumatika Korupsiâ€ â€“ efek jera, Pemersatu Bangsa : Gajah Mada, dll.</p>
<p>Majulah bangsaku. ( Ini bukan iklan kampanye yang cuman muncul jadi orang baik pada saat kampanye ) wakakakaa&#8221;</p>
<p>Ini klise tapi sekiranya hal ini disadari oleh media-media di Indonesia,saya yakin kita akan mengubah wajah Indonesia menjadi lebih beradab.<br />
Televisi, game, iklan, web dan semua yg kita tonton, dan kita berinteraksi dengannya adalah teman. Bahkan media cetak, majalah , koran dsb. Teman berbagi. teman ada yg baik dan ada yang buruk.<br />
Namanya juga teman kita bisa saling mempengaruhi.<br />
Siapa yg lebih kuat mempengaruhi yang lebih lemah.<br />
Di layar televisi atau layar lebar, di mana posisi corong adalah layar, dia berposisi sebagai komunikator. Sedangkan audiense sebagai komunikan. Maka arus informasi berjalan dari layar ke audiense. Sedangkan di balik layar ada ide sutradara, keinginan profit produser, keinginan tenarnya bintang film dll. tapi yg paling kuat di sini adalah ide cerita/narasi.<br />
Bila kita ingin Indonesia bangkit dari keadaanya sekarang maka ide cerita yang disebar melalui media-media layar harus yang bersifat memotivasi posistif, membangun kepedulian, kebanggaan sebagai bangsa yang pernah memiliki pahlawan2 yg berdedikasi untuk rakyat, umat dan generasi penerus.<br />
Begitu juga dengan pemberian award-award. Award harus lebih banyak untuk yg berprestasi dalam membangun, mendidik, mengasuh dan mengayomi. Mungkin award spt itu dah banyak tapi lagi2 media lebih memblow up event penghargaan yg rating oriented. Yang level-levelk seleb lah. Trus gosip-gosip yang mludak sehari-hari, Itu sadar ga sadar mendidik orang Indonesia yg betaaaah banget sama tv untuk belajar pinter ngintip kehidupan orang lain, trus nggosipin trus ngeramal deh ntar siapa yg menang lawan siapa, njelek2 in yg satu. </p>
<p>ah udahlah</p>
<p>Ini sebetulnya garapan besar. sampe ibu-ibu yg pengen anak2 nya jadi orang yg lebih berpotensi besar ngelarang anak2 nonton tv saking sedikitnya pengaruh positif dari tuh layar.</p>
<p>Ayo lah, berubah.<br />
Sekira nya uang yang kita tuju, percaya deh&#8230; terpuruk, nubruk, nyusruk, druk druk&#8230;</p>
<p>Mari!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Media Ide &#187; Blog Archive &#187; Karakter Fiktif dalam Social Media</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-171214</link>
		<dc:creator>Media Ide &#187; Blog Archive &#187; Karakter Fiktif dalam Social Media</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 00:58:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-171214</guid>
		<description>[...] Sepertinya aksi Sarah Aprilia ini mengilhami Daun Muda Award 2009, dimana diadakan kontes untuk membangun karakter fiktif di ranah maya. Para peserta menciptakan karakternya sendiri (tanpa harus ada relevansi dengan suatu brand) dan mengembangkannya melalui berbagai kanal social media. Beberapa karakter menuai kontroversi karena malah membangun kampanye bernada negatif, seperti seorang karakter yang menderita sakit kanker dan akhirnya meninggal. Sesuatu yang awalnya menuai rasa simpatik, namun malah mendapat cercaan karena ketahuan kalau karakter yang dibangun adalah palsu. Hal ini tentunya berbahaya kalau karakter tersebut merepresentasikan sebuah brand. Cerita lainnya tentang kampanye negatif yang berbalik arah menyerang brand adalah kisah Laura yang hilang, yang ternyata diculik dalam film Pocong. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sepertinya aksi Sarah Aprilia ini mengilhami Daun Muda Award 2009, dimana diadakan kontes untuk membangun karakter fiktif di ranah maya. Para peserta menciptakan karakternya sendiri (tanpa harus ada relevansi dengan suatu brand) dan mengembangkannya melalui berbagai kanal social media. Beberapa karakter menuai kontroversi karena malah membangun kampanye bernada negatif, seperti seorang karakter yang menderita sakit kanker dan akhirnya meninggal. Sesuatu yang awalnya menuai rasa simpatik, namun malah mendapat cercaan karena ketahuan kalau karakter yang dibangun adalah palsu. Hal ini tentunya berbahaya kalau karakter tersebut merepresentasikan sebuah brand. Cerita lainnya tentang kampanye negatif yang berbalik arah menyerang brand adalah kisah Laura yang hilang, yang ternyata diculik dalam film Pocong. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: biro jasa</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-168195</link>
		<dc:creator>biro jasa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 00:37:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-168195</guid>
		<description>jangan main-main dengan iklan anak hilang..coba perhatikan emosi keluarga yang anak nya hilang..full emosi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan main-main dengan iklan anak hilang..coba perhatikan emosi keluarga yang anak nya hilang..full emosi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joe</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-168045</link>
		<dc:creator>joe</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 16:04:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-168045</guid>
		<description>kreatif deh, btw anaknya cakep ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kreatif deh, btw anaknya cakep &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wuri</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2009/02/17/di-mana-laura/comment-page-1/#comment-168029</link>
		<dc:creator>Wuri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 04:09:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=2270#comment-168029</guid>
		<description>Cara promosi yang sangat TIDAK ETIS !!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cara promosi yang sangat TIDAK ETIS !!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

