Jika Facebook Menjadi Seperti Friendster
Masih ingat Friendster kan? Masih ingat tidak kenapa kalian mulai meninggalkan Friendster dan beralih ke Facebook? Richard baru saja membahas kegundahannya di blognya Friendster mencoba mengejar popularitasnya kembali dengan membuat fitur-fitur yang mirip dengan Facebook, meski tidak lantas membuat para anggota yang meninggalkannya untuk kembali lagi ke Friendster.
Friendster rasanya lebih cocok untuk mereka yang masih awal kenal dengan jejaring sosial, dan tertarik untuk mencari teman-teman baru. Dengan mudahnya mereka mencari anggota lain dan mengajaknya menjadi temannya. Meski sebenarnya teman ini bukanlah teman sebenarnya, karena kita bisa jadi tidak kenal sama sekali dengan orang yang dimaksud. Hal seperti ini hampir pasti terjadi pada semua orang (termasuk yang menulis blog ini
). Facebook cocok untuk mereka yang sudah lebih dewasa dalam berjejaring sosial. Mereka yang sudah melewati masa asal-asalan di Friendster dan mencoba mencari teman sesungguhnya di Facebook.
Beberapa hari lalu Indosat bekerja sama dengan Blackberry membuat kompetisi di Facebook. Kompetisi ini terbagi menjadi 6 periode. Peserta diminta menambah teman sebanyak-banyaknya setiap seminggunya. Sejak kompetisi ini dimulai, tiba-tiba banyak sekali permohonan sebagai teman bermunculan. Padahal siapa mereka, kita juga belum tentu tahu.
Secara pribadi, yang menulis blog ini lebih suka kalau permohonan itu muncul hanya dari orang yang sempat kita kenal sebelumnya (baik secara fisik, maupun di dunia maya). Kompetisi seperti ini malah membuat gusar banyak orang, karena mendorong orang untuk mengulang orang melakukan kesalahannya di Friendster. Hihi, meski mungkin yang gusar bisa jadi tidak banyak, karena sepertinya yang tertarik ikut kompetisi ini jauh lebih banyak.
Salah satu tujuan awal si penulis blog ini dulu ber-Facebook adalah untuk bisa berhubungan dengan teman-teman lamanya. Melalui Facebook ini bahkan sempat terjadi reuni teman-teman SD. Sesuatu yang sulit terjadi saat Friendster awal kali muncul. Kesalahan memilih sembarang teman di Friendster juga tidak ingin terulang. Itulah, makanya ada lebih dari 130 permohonan menjadi teman kini didiamkan saja. Prinsipnya, kalau nggak kenal, nggak akan disetujui.
Nah, bagaimana dengan Anda? Apa tujuan Anda dahulu bergabung di Facebook? Apakah Anda masih memanfaatkan Friendster? Ataukah sudah meninggalkannya?









masih pake dua-duanya
Pake facebook taon 2006 karena pengen tau itu apaan. Sekarang pake fesbuk karena banyak ketemu temen lama. Prenster juga masi diliat sesekali.
Friendster ku udah almarhum, dibuka kalau ada yang add friend aja.
Tujuan aktif di Facebook buat stay connected sama banyak teman lama yang tercecer di banyak belahan dunia yang berbeda
IMHO :
facebook lebih cocok untuk memfasilitasi pertemanan yang telah terjadi sebelumnya.
sedangkan friendster.. yah.. rasanya buat ajang kenalan baru doang..
namun selebihnya justru kopdar lebih intense terjadi karena jejaring microblog atau blogging .. hehehe..
hwaahaa… benerrrr…. gw jg kadang2 suka risih klo ada yg ngeadd tapi ga tau itu siapa… skrng dah ada sekitar 160 user yg blm diapprove… lucu jg tuh klo dijadiin koleksi sampe 200
Friendster?? Apaan tuh?? It’s so last years… Hehehehe…. Awalnya fesbukan sih karena udah bosen sama fs dan mo mulai dari awal lagi… Halagh kayak pacaran aja… Nah pas nge-add temen2 ato nge-confirm pastinya diperhatikan baik2 apakah dia bener2 teman kita or at least udah pernah ketemu fisiklah… Kalo ndak mah ignore… Mungkin terkesan jahat yah… Tapi kalo emanh ndak kenal kenapa musti nge-add sih?? Masih jaman yah nyari jodoh lewat social networking :p dan bagusnya seperti kata si empunya blog ini, setelah pesbukan malah jadi bisa kontak lagi sama temen2 yang udah lama banget ndak ketahuan dimana rimbanya… So kalo fb bakal jadi seperti fs?? Jangan sampe deh…
Temen2 dikampus banyak yg abis melakukan pembersihan masal… Daku belom sih… Paling bentar lagi. Hehe…
Aku rasa itu semua tergantung penggunanya. Kalo di Friendster tidak mau asal tambah teman, ga bakal ribet juga. Tapi kalo SPAM emang di Facebook lebih sedikit.
Friendster masih aktif, meskipun mulai jarang di kunjungi. Hmm .. dah mulai aku kasih pengumuman untuk pindah sih
Kalo menurut saya justru FS harus mulai fokus untuk tidak menjadi seperti Facebook. Karena trendnya saat ini adalah facebook dan (kayaknya) social media itu sgt sensitif dgn trend, orang pasti pilih Facebook.
Friendster must focus on their core values. Seperti kata mas Pitra, social networking for newbies adalah nilai lebih FS, jadi fokusnya harusnya adalah revamp UI-nya terlebih dulu. Kalo gak ya, in 2-3 years, Friendster is the lycos of social networking.
account FS udah resmi di delete bulan lalu.
temen2 di FB semuanya orang2 yg dikenal, gak mau lg kaya FS yg akhirnya betul2 jadi jejaring sosial tanpa batas, akhirnya jd males sendiri
saya hanya add atau accept yg saya kenal atau minimal teman2 saya banyak yg jadi teman nya.. klo engga yah di pikir 2 kali deh untuk accept..
yap fs saking untuk pemula nya jadi mengesalkan, tapi ga jadi alasan fs untuk ga ambil tindakan untuk spammers kan?
satu setengah tahun yg lalu fs berfungsi banget untuk gue jualan
tapi makin kesini kok market nya juga makin down (newbie banget bahkan mereka ga ngerti cara beli online, padahal udah jelas terpampang di profile cara order dan bayar)
@ikhsan, @obi-wan:
Teruskan perjuangan kalian. Hidup Friendster tergantung di pundak kalian saat ini.
@Lainnya:
Untuk para early adopter seperti kalian pasti sudah mulai meninggalkan FS dan beralih ke FB. Bahkan yakin deh, kalau ada yang masih meng-add teman di FS, kalian malah akan bertanya-tanya, “Heh, masih ada nih yg nge-add gw di FS?”
@Gagah:
FS menjadi media pembelajaran untuk pengguna jejaring sosial baru. Dirimu benar, seharusnya FS sekarang fokus ke sana saja. Lagi pula, FS juga pemegang hak cipta konsep jejaring sosial. Hihi, seharusnya FS punya kewajiban moral untuk mengenalkan konsep jejaring sosial ini kepada para newbie. Toh pasar pengguna newbie ini juga masih luas. Tinggal pemasarnya perlu mendeskripsikan karakteristik newbie ini lebih jauh, agar jualan iklannya lebih tepat.
tren yang mulai tampak belakangan ini adalah,
profile facebook lebih dari satu. dan ada additional ‘last name’ -> [nama orang]_full
arrghh ini orang bedol desa dari friendster ke facebook dengan mental yang masih sama
http://twitter.com/snydez/statuses/1188725462
Friendster banyak ngaco’ dan errornya.
Kalau Friendster untuk orang-orang awam, gak juga, banyak orang yang gak pernah join ke friendster tapi langsung join ke facebook. karena applikasi ya tetep aja applikasi bisa dipelajari.
Tapi mungkin gak yah facebook ini semakin booming seiring dengan mem-booming-nya juga blackberry? support facebook application for blackberry itu membuat orang kecanduan facebook, terutama dalam menarsiskan diri dengan mengupload foto by mobile.
masalah Indosat, emang parah tuch. sampe ada yang ngedelete temen-temennya trus nge add ulang.
Inti ikut di fs atau fb cuma biar bisa tetap komunikasi sama kawan lama. Karena fs menjadi “you know lah” malas juga cek di fs, akhirnya lebih berat di fb. Tapi sekarang jadinya fb berasa fs karena banyak orang yang asal add.
Gue ga setuju menyebut Friendster sebagai starting point untuk social networking newbies. Loe bisa exist di beberapa site sekaligus kalau mau dan start di mana aja tapi kalau bingung maintain presence, kenapa musti banyak2?
I admit I’m a social networking junkie tapi I know my limits. Kalo udah ga feasible untuk di maintain ya gue tinggal, either abandon atau hapus account. Gue tinggalin Friendster karena selain bosen,gue ga dapet manfaatnya, isinya ngejunk semua, forward ini itu, jadi males, kaya daftarin diri untuk kena spam. Ya udah, gue tinggal, paling nyisain notice email untuk ultah tapi itupun sering gue ignore, hihihihi. Udah hampir ga pernah buka Friendster lagi sekarang.
Gue join Facebook to avoid spam. Awalnya seru ada game dll, tapi after 2 months jadi bosen main game dan segala macem embel2nya itu cuma fluff ga penting sedangkan gue cari interaksi dengan temen2 gue. Berhubung Facebook ada status update dan bisa import dari Twitter, itu lah yang gue pake, ditambah messaging tapi bukan Facebook IM. I don’t do IM.
Untuk sekarang ini gue lihat Facebook sebagai rumah di internet. Segalanya tentang diri loe ada di sana. Mau pasang foto, komen, tulisan, status update, apapun itu. Facebook menjadi lifestream tapi tertutup karena orang lain harus gabung untuk lihat kehidupan online loe.
Gue ga join socnet to make friends, I join to connect with my friends I know already, kalau along the way punya temen baru ya itu something that happens aja.
Lagi mikir2 untuk ngurangin Facebook friends to people I only know in real life atau sering komunikasi lewat blog, email, milis.
Belajar pengalaman di FS dan YM, sekarang pilih ignore kalo ada orang ga kenal (offline) minta add di FB.
Yang add Friendster saya udah gak ada (saya baru sadar!!!), dan untuk Facebook saya juga memang hanya meng add orang2 yg saya kenal. tapi saya tetap yakin suatu saat saya pasti juga akan meninggalkan Facebook sebagaimana saya meninggalkan Friendster sekarang
Sekarang ini di FB, policy gue untuk nambah temen, satu: gue udah kenal secara fisik, ini termasuk keluarga, bekas temen SD/SMP/SMA/Uni/Kerja. Terus kedua, second-level friend (dah kayak LinkedIn aja), jadi ‘temennya temen’. If he/she is your friend he/she is my friend too.
Liat foto-fotonya dulu baru di-ignore, muahahahaha
Tapi kalo sama-sekali stranger, langsung di-ignore, kecuali kalo anaknya cakep
Pit,.. gue kemarin sempat mikir,
kalau Program Blackberry nya Indosat itu melanggar TOS Facebook.
Pada dasarnya kita punya batas kemampuan berinteraksi dengan orang, yang pingin hubungan ‘intim’ mungkin cuma bisa memelihara pertemanan dgn 3-5 orang, yang seneng aktifitas bergerombol kayak arisan atau kongkow bisa 10-20 orang, yang hobi organisasi mungkin lebih banyak lagi, tapi tetep aja terbatas, semakin banyak interaksi yang dipelihara maka intensitasnya juga bakal berkurang. Preferensi cara bergaul nggak ada hubungannya dengan Friendster atau Facebook, toh semuanya open for public, enggak membedakan ‘kasta’. Ada yang pinginnya ngebatesin temen baru karena stock sudah kebanyakan dan perlu diproses satu-satu, tapi ada juga yang niatnya memang berburu sebanyak-banyaknya teman online buat mengkompensasi kekurangmampuannya nambah teman secara offline. Dua-duanya oke saja toh, terlepas pakenya Friendster atau Facebook. Yang perlu diinget, era-hyperconnected ini malah membuat kita makin jarang menyapa/ngobrol dgn suara hati atau pikiran kita sendiri, gara-gara terlalu sibuk melototin status atau komentar orang2. Jangan heran, karya2 sekelas tetralogi Pulau Buru-nya Pram makin sulit ditemui karena karya2 hebat biasanya muncul dari hasil obrolan ‘monolog’ orang2 kesepian yang terasing. Ah serius kali kau
kalo saia gemar mencoba coba hal yg baru baru, karena teman sudah pada pindah ke toko sebelah (facebook) jadi saia ikut pindah juga deh,.hehehehe,. kalo lagi gak ada kerjaan ato kegiatan aja ngebuka FS lagi,. masih koq tapi cuma mantau aja,.
yah begitulah.. kadang punya fs juga bingung mau buat apa huehue mending punya blog ya pak! hidup blog !
Kadang temen di Friendster yang nggak dikenal sama sekali/ gak pernah melihat tampangnya seperti apa malah bsia lebih akrab. ^^
Yang menjadi penghubung pertemanan di Friendster bukan saja karena keluarga, saudara atau teman, tapi juga karena kesamaan hobi, minat, pekerjaan, idola dan lain-lain. Dan dari Friendster ai bisa dapat lebih banyak teman dari negara lain yang juga punya minat yang sama. Ya walau cas-cis-cus bahasa Inggris masih blepotan ^^, tapi itu yang bikin menarik… pengalaman yang tidak bisa didapat di jejaring sosial lain. ^^b
Waktu pertama kali pake FS kayaknya koq tidak klop dengan selera, achirnya ketemulah jodoh dengan FB. It’s my favorite Social Media.
haha sama aja akata gua asik dua-duanya heheh
hahaha..bener bgt skrg kaya’nya account FS udah ga pernah gw sentuh sama sekali. awalnya dulu cuma pingin coba FB tuch kaya’ apa seeh coz penasaran karena bnyk teman yg mulai pindah ke FB. eh, tnyata love at first sight, skrg jd addicted ma FB, bisa dibilang begitu connect internet yg pertama kali dibuka ya FB (untuk saat ini, ga tau nanti klo ketemu cinta baru..hiihii)
mungkin perbedaan mendasar adalah fitur yg diberikan FB lebih complete dan ga habis2 untuk di-explore, terlebih lagi klo untuk group page jd memudahkan untuk update info atau sharing apapun dgn sesama anggota group (kaya’ event FreSh aja contohnya yg diupdate via FreSh group). Notifications blup, the red baloon! simple but very useful feature dr FB yg kurang powerful di FS. aahhh, yg plg aneh tp nyata adalah ‘kecenderungan’ dr user FB yg entah mengapa rata2/hampir semua menggunakan nama asli mereka sbg username tidak spt di FS yang kebanyakan menggunakan nama samaran. Nah, hal ini yg memudahkan kita untuk mencari teman2 lama kita/ mengenali teman2 baru yg meng-add kita. tp yg paling membuatku nyaman menggunakan FB ya apalagi selain tampilannya (secara suka design..hiihiii) yg simple, nice, but well-thought design.
Tp yg namanya teknologi pasti punya siklusnya sendiri. dan biasanya cpt bgt berputar, bbrp bulan yg lalu di atas angin, eh..bbrp bulan berikutnya udah digilas sama pesaing baru yg lebih keren dan diterima oleh masyarakat. Jd bukan hal yg mustahil klo suatu hari nanti FB akan mengalami kemunduran kaya’ FS skrg dan semoga yg melakukan itu adalah produk lokal..hehehe
hmm… bisa jadi ada dua sudut pandang sih. Bisa jadi teman2 di social network itu kita jadikan lingkaran pengaruh kita sbg bagian dari personal branding. Kayak yg ditulis mas romi di blognya.
atau sudut pandang berikutnya ya… itu dia, untuk stay contact sama tmen2 aja…
Ambil manfaatnya saja
.
kl gak kenal sih gak usah diapprove
Lagi mau meng-ignore… habisnya ga jelas. paling malas kalau di-add sama cowok yang di friendlistnya tuh cuma cewek semua. nakutin XD
Bener, Fs buat trial error ajah.
UDah cukup kata2 thx udah add gw. Di Fs aja mending.
FB bener2 hanya untuk berkomunikasi. Bukan ngejunk/ajang cari jodoh.
saya belum pindah Om, teman saya banyak yang baru kenal internet
so belum familiar ama FB, masih familiar ama FS
Pake Facebook pertama kali karena keperluan untuk internet marketing, tapi karna sekarang banyak temen yang make akhirnya jadi ketemu temen-temen lama.
Kalo mau di runut justru kepopuleran dari facebook adalah adanya fasilitas yang mendukung untuk keperluan publikasi dan pemasaran dan fasilitas itu tidak dimiliki oleh friendster.
Kepopuleran Facebook di Indonesia sejak terjadi sejak kemenangan Barack Obama menjadi presiden karena memanfaatkan facebook sebagai media kampanye.
jauh sebelum itu di luar negeri Facebook sudah dimanfaatkan sebagai salah satu media promosi bagi para pebisnis online khususnya.
Menarik semua yang diungkapkan teman-teman di atas. Memang pada akhirnya kita yang harus memilih, social network mana yang akan kita aktif di dalamnya. Meski Friendster masih ada yang memakai, namun kenyataannya Facebook menjadi lebih dominan.
Pertama, karena trend, yang entah sampai kapan.
Kedua, kemudahan akses apalagi dengan adanya Facebook for Blackberry dan iPhone.
Ketiga, hampir tidak ada spam di Facebook.
Keempat, integrasi yang bagus antara aplikasi di dalamnya, yang membuat Facebook seakan-akan menjadi internet dalam internet, dimana segalanya (hampir) ada.
males juga kadang ada yang minta di add..padahal di coba di inget2..tetep ga kenal
Saya mah no komen, gak mau ikutan. Biasanya social networking akhirnya menjurus ke hal yang berbeda dari tujuan awalnya.
fs sama fb sama2 sosial dunia maya ini, ga perlu dianggep serius, mau kenal ga kenal ya approve aja
lagian kalo friendlistnya banyak malah bagus tuh kalo mau buat promosi produk
kalo mau komunikasi yang serius ya lewat telpon, jadi ga ngasi nomer hp ke orang yang ga dikenal.
sama gw juga ga mau mengulang kesalahan yang sama disaat masih aktif di FS
Kalo FS:banyak ketemu temen lama. Meski mereka lupa ma saya.
Kalo FB:ikutan aja. Tampilan lebih simple meski awalnya rada menyusahkan. Belum nemu teman lama.
DuUh PeNgEN pUnYa FaCe BoOk Ne…
GmAnA CaRaNyAaaAA???
kAtRoX bGd Yh Gw NeEE….???
FS aja,gg terurus .
g’mn dgn facebook ???
cape dhe =]
perasaan facebook fiturnya ce’ banget yah:(
masih lebih prefer ke fs ato myspace nih
saya masih menggunakan dua2nya…but lebih banyak ke fesbuk…Klo dr segi tampilan saya lebih senang FS.
kecap elek…!!!
fesbuk lebih asik buat ngerumpi kayanya… kasian fs..
di Fb aku bisa berhubungan ma temen2 lama n tetep bisa silaturahmi dimanapun dia secara gampang.
tapi yg bikin bete masi ja da orang yg gak pake nama aslinya,,jadi bingung ngeceknya.
ujung2nya sama ma Fs.
gimana cara gabung dgn komunitas penggila balap tanah air?
piye kabare kabeh????????
hai muach… gabunk gabunk gabunk….
gw masih pake kdianya agk ribet juga sehh maksudnya supaya bsa tetep komunikasu sm temen2 di indonesia…tpi jujur walaupun FB lbih modern tpi tampilan Fb ngebosenin bgt..g kyk Fs yg bisa pke lauout sesuai keungunan qta n bsa mnggmbrkan sp diri kita jg… tpi mnurut gw dripada Fs ato Fb Myspace jauh lbih keren…jdi gw masuh pke k tiga2 nya (Fs,Fb,Mysppace)heheheh
grrrrr……!!!!!
hmmm……bguz2…..
ehehheeh
Hari yang aneh
ya memeang cih pke facebook lebih gampang add teman dari pada fs..
aku juga sekarang pindah dari fs ke fb tpi fs juga sering aku buka tapi sesekali ja…
Fb sekdedar update status en mencari kawan-kawan lama. Berbagai aplikasi dan kuis? not interested.
Boleh bergabung ga
kalo saya sih friendster sudah jarang dibuka..
Nah, masalahnya, keduanya sebenernya tergantung sama pemakainya. Mau maintain si alat itu jadi apa.
Mungkin cuma masalah “kepopuleran” kalo sekarang facebook lebih naik daun daripada friendster. Masalah kualitas pertemanan sih seperti pendapat saya di atas tadi.. balik ke orangnya masing masing..
Soalnya, sekarang banyak temen saya juga mempergunakan friendster bukan cuma buat berteman.. tapi buat dagang, atau sekedar main games.. bahkan ada yang membagi dua account satu khusus temen temen yang dikenal, satunya nggak.
Jadi saya sepertinya sedikit banyak setuju sama pendapat mas Aulia Masna di atas.
Kalo aku sih, friendster udah tak tinggalin. Ga pernah dibuka lagi, bukan karna facebook lagi keren tapi lebih karena keamanan pengguna FS yang lemah (gampang di hacking).Untuk pesbuk sendiri, hingga saat ini aku belum buat walau banyak teman yang nyaranin buat akun di pesbuk biar keren. Hmm,,may be next time aja dulu.
gmn tuch dftarx………… k facebook, m’ggiurkn kq,
k btulan d friendster entu uda g m’nrik…………
aq lagi belum bikin facebook gimana nih caranya.boleh kasih tau gak.
haiiiiiiiiiiiiiiii
anak band semua kenali gue band galery
asl:lubuk pakam(kr.anyar)
Gw No Cmmen…. Ikutan aj…
hemM. . . . .
Ya,boleh juga 2. . . . .
well, fs dah gak ada dalam kamus wa lagi sejak 2 tahun yg lalu.
alasanny sih simple saja, karena banyak yang ‘ngak2′ di fs, contoh: banyak teman wa yg kena hack. jadi merinding de.
truz, jujur saja, sekarang rada2 kesel, biz banyakan org2 fs yg minggat ke fb masih ngebawa sifatny waktu di fs itu, seperti nge-add org2 yg gak dikenal, biar nambah temen, minta intro dsbny.
lama2 fb bakal kek fs de, wa jamin.
Saya ingin brgbung dfacebook untx mnambah tman
fb terkenal gara promosinya di TV
menurut gw masih bagus fs karenga lebih simple, sayanganya anggota fs beralih ke fb, jadi sepi deh fs sekarang
friendster??ehmmm ya sesekali aja deh diliat..
sdh tergantikan oleh fesbuk sepertinya…
ya mdh2an fs bs booming lg dgn fitur2 yg baru n bs bersaing dgn fesbuk kedepannya..
Aqo. .ga bsa bka
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Login
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.