Home » Online Branding

Kasus Coca-Cola di Facebook Public Profile

22 March 2009 4,031 views 19 komentar

Istilah Facebook Page kini sudah diganti menjadi Facebook Public Profile, semenjak Facebook Page mengalami perubahan desain dan penambahan status update. Facebook Public Profile dibuat mirip dengan Facebook Profile pada umumnya, hanya bedanya Facebook Public Profile ini khusus diperuntukkan untuk artis, politisi, figur publik, film, dan para pemegang merk. Menurut peraturan Facebook, seorang individu tidak boleh mewakili figur atau merk lainnya saat membuat Facebook Public Profile. Bila itu terjadi, maka Facebook berhak untuk menghapus atau memindahkan kepemilikannya ke pihak pemegang nama merk atau figur. Peraturan ini untuk mencegah terjadinya penjelekan nama merk atau figur oleh orang lain.

Kasus Facebook Public Profile Coca-Cola ini menarik untuk disimak. Halaman ini ternyata bukan dibuat oleh pemegang merk Coca-Cola, tapi dibuat oleh 2 orang penggemarnya, Dusty Sorg dan Michael Jedrzejewski. Yang membuat lebih takjub lagi, ternyata halaman ini adalah halaman dengan fan terbanyak kedua di Facebook, setelah halaman Barrack Obama. Sebenarnya, ada 250-an halaman Coca-Cola lainnya yang dibuat oleh fan, namun entah kenapa halaman inilah yang ternyata paling banyak fan-nya. Bisa jadi, gambar kaleng Coca-Cola di kiri layar itulah yang memberi kesan kalau ini adalah halaman resmi Coca-Cola, padahal sih bukan.

Lalu, bagaimana pemegang merk Coca-Cola bersikap terhadap dua orang ini? Coca-Cola bisa dengan leluasa meminta Facebook mengalihkan kepemilikan halaman dan menuntut dua orang itu. Namun, tentunya ini bisa berdampak buruk terhadap citra Coca-Cola di dunia daring. Dengan Facebook Public Profile ini, baik Sorg dan Jedrzejewski sudah menjadi evangelist Coca-Cola sejak lama. Mengabaikan mereka sama saja dengan ‘membunuh’ basis penggemar loyal mereka.

Yang kemudian dilakukan Coca-Cola justru adalah dengan mengundang dua orang tersebut ke kantor pusat Coca-Cola di Atlanta, mengajak mereka berkunjung ke museum World of Coke, hingga memberikan mereka akses ke arsip-arsip lama Coca-Cola. Mereka lalu berdiskusi untuk pengembangan Facebook Public Profile Coca-Cola ini di masa datang. Kepengolalaan halaman ini lalu tetap diberikan ke Sorg dan Jedrzejewski, bersama dengan beberapa orang lainnya dari pihak Coca-Cola. Kisah lebih lengkapnya bisa dibaca di sini.

Cara ini lebih terlihat anggun. Coca-Cola tidak secara brutal mengakuisisi halaman yang sudah capai-capai dibesarkan oleh para evangelist, tapi justru mengajak mereka untuk mengembangkannya bersama-sama. Sekarang bahkan Sorg dan Jedrzejewski menjadi terkenal setelah Coca-Cola membuat video khusus tentang cerita mereka ini di Facebook.

Memang saat ini belum ada kejadian serupa terjadi di Indonesia. Pemegang merk di Indonesia pun masih belum gencar berkampanye melalui Facebook Public Profile. Namun, bukan tidak mungkin terjadi. Jadi, bersiaplah para figur publik dan pemegang merk. Pikirkan bagaimana nanti kalian akan bersikap kalau muncul seorang evangelist yang melakukan hal serupa untuk Anda.

19 komentar »

  • Juminten :

    emmm… apakah aku bakal diundang oleh Luna Maya jg jika nanti aku bikin Facebook Public Profile utk nya? xD yah kali aja Luna Maya gaptek. hihihi…

  • Dita Firdiana :

    errr…. koka kola emang keren… dulu pas mama ku pensiun dini dari koka kola, sampe setahun masih dikirimin koka kola dan teman2 nya 1 krat tiap bulan… (woot)

  • aditya sani :

    Always Coca-Cola!! hahaha..

  • mantan kyai :

    brrrr. wah ketiban rejeki akhirnya dua orang itu yah :D

  • Andy OrangeMood :

    Itu yang namanya profesional company, dulu juga pernah kejadian waktu jamannya Coca Cola + Mentos = Boom! alih-alih melarang evangelistnya “bermain2″ dengan produknya, mereka malah mengsupport dengan memberikan ber-truk-truk coca cola gratis untuk membuat sebuah show orkestra Coca Cola + Mentos. (saya lupa websitenya tetapi video2 yang dibuat mereka sangat cool dan WOW)

    Dan memang pada kenyataannya penjualan Coca Cola & Mentos pada saat itu tentu saja naik karena banyak orang yang penasaran ingin mencoba dan bermain-main juga.

  • Omiyan :

    ya cara yang bagus dalam menjaga sebuah nama dan loyalitas…saya mau donk kalau ada diindonesia…tapi perusahaan apa yah…kayake HP deh biar ada produk baru hp saya bisa ganti lagi wakakakak

  • Billy Koesoemadinata :

    nah…nah.. harusnya yang begitu ituh yang bisa dikembangin di Indonesia..

    jadi, ga mentang2 punya merek terkenal, jadinya maen ‘bunuh’ karakter dengan cara akuisisi secara memaksa.. :D

  • zam :

    +1 INSPIRATIF

    *ngerating*

  • Aulia :

    sebuah hal yang dilematis memang di ranah mukabuku

  • iphan :

    aku mau bikin fb public profile tentang aku sendiri. ada yang mau jadi fans ku?

  • Tips Facebook (syilpid) :

    wah… mudah2an artis yg saya bikinin pagesnya ngundang saya juga …hehehe

  • Blogpreneur Online Marketing :

    kategori untuk dianggap artis apa yah ?…

    apa saat ini page FB ngak bisa lagi dibuat untuk personal

  • Hanny Kusumawati :

    @iphan: bukan sayaaaah :D

  • Hanny Kusumawati :

    @zam: demam politikana ya?

  • Andre :

    hmm..facebook menjadi media advertising yah? emang dari dulu kan?

  • bodrox :

    hebat coca-cola itu, terbukti kalo ia perusahaan besar :) terbukti dari strategi menangani masalah-masalah PR di dunia daring ini sangat elegant. Malah jadi viral :)

  • Dax Ranald :

    ide emang mahal yah…

  • Rinno Sinjal :

    contoh bagus dari Coca-Cola … untuk orang2 dan perusahaan2 yang arogan supaya lebih berpikir ke ‘depan’ daripada bertindak sembrono yang akan merugikan diri sendiri …

    Pokoke Coca-Cola bae lah … Always Coca-Colaaaaaa …….

  • Mas Bukhori :

    bikin Facebook Public Profile, produk2 lokal aja hehehe kek si* te*s dll

Tinggalkan komentar Anda!