Kampanye Parodi Melalui Social Media
Contoh kampanye online melalui social media kali ini adalah contoh dari luar. Idenya bagus banget, jadi sayang kalau nggak dibahas. Brand yang berkampanye adalah Compare the Market, sebuah perusahaan asuransi Inggris yang menjadi mediator beragam produk asuransi jiwa, kendaraan, dan rumah. Kampanyenya dimulai 3 bulan lalu dengan membuat situs parodi Compare the Meerkat. Saat masuk situs ini, kita akan disambut oleh sang maskot, Aleksandr Orlov yang mengingatkan kalau ini adalah situs yang berbeda, dan jangan sampai kita merasa salah masuk.
Di situs parodi ini, kita bisa mengkomparasi beragam hewan meerkat (nggak tahu bahasa Indonesianya apa, tapi cek saja wikinya). Hasil pencariannya lucu-lucu, karena disertai foto meerkat yang sedang bertinju, mengangkat beban, dll.
Desain situs parodi ini menyerupai situs aslinya. Sesekali dengan bahasa guyon, kita akan diingkatkan kalau bisa jadi kita salah alamat masuk situs ini. Kalau mau serius, kita akan selalu diingatkan untuk masuk ke situs aslinya. Hampir setiap halamannya berisikan teks dengan ide serupa, hanya saja tidak terlalu terasa karena semuanya menggunakan bahasa guyon. Situs ini juga dilengkapi dengan TVC yang juga memberikan pesan serupa. TVC ini tayang di berbagai saluran televisi terkemuka di Inggris.
Karakter Aleksandr Orlov ini dibuat hidup. Selain ia menjadi pemandu di dalam situs, kita juga bisa mengikuti status update-nya di Twitter dan Facebook Public Profile. Saat ini ia memiliki lebih dari 10.000 follower di Twitter dan 320.000 fans di Facebook. Karakter ini seakan-akan dibuat nyata, dengan segala kegiatan fiktif lucunya terbaca di status update-nya.
Lalu, dengan setiap aktifitas ini, apakah kampanye ini berhasil? Berdasarkan artikel di Mashable, dikatakan kalau dalam 3 hari pertama kampanyenya, lebih dari 75% target quote bulanan tercapai. Lebih dari 50% traffic dari situs parodi ini mengarah ke situs aslinya.
Jadi hal apa yang bisa dipelajari dari situs ini? Pertama, kampanye terintegrasi antara offline dan online, antara media tradisional TV dan social media di internet. Kedua, perusahaan finansial yang cenderung membosankan pun bisa sukses berkampenye melalui social media asal tahu cara yang tepat. Ketiga, social media bukan pekerjaan singkat. Butuh tiga bulan hingga tokoh fiktif Aleksandr Orlov ini punya banyak follower dan fans. Mungkin dari rekan-rekan punya pendapat lain?













kalo ada di indonesia,, kira2 bakal ngeparodiin sapa ya?
paling…..
ide yang menarik om, haha
memarodikan perusahaan yang membosankan, hmm, hhe
semacam lemur bukan sih…
apakah indonesia akan membuat yg seperti ini juga??
meerkat mongoose!
yg di nodame cantabile itu ? OoO!
Supaya ngak membosankan dan justru ngebuat lebih fun, jadi pakai character fiksi. Overall jadi lebih seru
oia, Mas, kok jadi de ja vu yah ?…
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Login
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.