Menunjukkan Kompetensi Diri di Ranah Daring
Beberapa bulan lalu, di perhelatan FreSh ke-2, si penulis blog ini sempat cerita tentang narsisme digital, dimana seseorang bisa menunjukkan eksistensi dirinya di ranah daring. Seseorang yang hidup dan aktif di dunia digital wajib hukumnya memamerkan kompetensi dirinya melalui blog, galeri gambar, foto, video, salindia (slide), dll, agar dirinya semakin dikenal penghuni ranah daring lainnya. Kalau ahli di bidang puisi, tunjukkan karya puisi Anda melalui blog. Kalau ahli foto, pajang koleksi foto terbaik Anda di Fotografer.net, Flickr, atau Facebook. Kalau ahli bertutur kata tentang politik, seringlah membuat tulisan di Politikana. Percaya deh, semakin aktif Anda, semakin Anda akan terlihat kompeten.
Banyak orang yang telah menunjukkan kenarsisannya melalui karya-karyanya yang tersebar di banyak situs Web 2.0. Dalam beberapa tulisan mendatang, secara bertahap akan ditampilkan beberapa contoh kerennya. Siapa tahu di antara pembaca blog ini ada yang terinspirasi, lalu memaksimalkan kompetensinya untuk “menjual” dirinya di ranah daring.
Contoh keren pertama adalah Val’s Art Diary. Perempuan cantik bernama Valentina ini memanfaatkan situs dan beragam social media untuk menjual lukisannya. Berbeda dengan para penjual pada umumnya, Val berkomunikasi aktif dengan audiensnya. Dengan memanfaatkan Twitter dan Tweetizen, Val meng-embed percakapan seputar Val di dalam situsnya. Di sini, setiap audiens bisa mengenal Val lebih jauh. Kedekatan dengan calon pembeli inilah yang dibangun oleh Val. Val mengajak audiens untuk lebih mengenal kepribadiannya, hobinya, hubungannya dengan keluarga, dll. Audiens pun juga merasa senang, karena Val memperlakukan mereka seperti temannya sendiri.
Valentina juga getol memanfaatkan kanal social media lainnya. Ia punya kanal sendiri di YouTube dan Blog TV, tempat ia mensiarkan video blognya. Saat ini ia sudah membuat lebih dari 100 video. Isi videonya berkisar dari refleksi dan pandangan dirinya terhadap lingkungan, dan bagaimana itu menginspirasinya membuat sebuah lukisan. Kegiatan ini ia lakukan rutin setiap minggunya. Banyak videonya yang lucu. Salah satunya adalah saat ia berharap bisa memiliki sebuah iPhone. Lihat saja cuplikannya berikut ini.
Sejak Val awal kali memanfaatkan YouTube di November 2006, seluruh video yang dibuatnya dilihat lebih dari 27.000 kali. Ia memiliki hampir 33.000 pelanggan kanal di YouTube. Val juga sempat membuat kuis unik dengan memanfaatkan YouTube Annotations. Di awal video, ia menyajikan teka-teki ala Da Vinci Code. Kalau Anda menjawab dengan benar, Anda akan bisa mengetahui halaman tersembunyi di situsnya. Di halaman tersembunyi itu, Anda akan mendapatkan beberapa halaman sketsa hitam putihnya dalam format PDF. Berikut ini video yang dimaksud.
Untuk mengikat para pelanggan videonya di YouTube, setiap seminggu sekali ia membuat sebuah lotere. Semua nama pelanggannya di YouTube, ia cetak di atas kertas, ditempel di dinding, dan ia lempar dengan dart. Nama yang terkena dart akan mendapatkan bingkisan gratis dari Val.
Nggak afdol rasanya kalau jejaring sosial dilewatkan. Val pun aktif di MySpace dan Facebook. Melalui dua jejaring sosial ini, apa yang dilakukan Val lebih sebagai pendukung “jualan” utamanya, yang ia lakukan melalui situsnya sendiri dan YouTube. Baru saja minggu ini, seorang temannya memberinya hadiah berupa pembuatan aplikasi Facebook. Tema aplikasi ini adalah pertemanan, dimana Anda bisa menampilkan “lukisan” di profil Anda, dengan nama-nama teman Anda menjadi bagian dari “lukisan” tersebut.
Lalu dari mana Valentina mendapatkan penghasilan? Melalui perantaraan DevianArt, Val menampilkan koleksi karyanya dan menjualnya dalam format cetak digital. Karya lukisan aslinya ia lelang melalui eBay. Ia sendiri juga menjual koleksi videonya dalam format DVD. DVD tersebut tentunya juga mengandung konten bonus, seperti 100 halaman sketsa hitam putih dalam format PDF.
Nah, untuk para seniman, penulis, atau apapun profesi Anda, mudah-mudahan hal yang dilakukan oleh Val ini bisa menginspirasi Anda untuk mulai berkarya, dan tentunya “menjual” diri Anda melalui social media yang sesuai.









banyak jalan menuju ke roma, banyak cara menuju tenar..
besok saya pasang banner,baliho, dan bikin stiker yang ada muka saya kira2 laku ga ya? :p
Sangat inspiratif, sayangnya tampang saya kurang mendukung untuk ‘menjual diri’ seperti Val
iya bener…inspiratif sekali….sekarang semua orang bisa menunjukkan potensi dirinya masing2…yg penting ada niat dan kemauan yg keras alias determinasi….ciayooo!
wah..wah..
ide yang sangat bagus banget..
dari narsisme jadi duit..
@ niken
kurang tuh, seharusnya..
banyak jalan menuju ke roma, banyak cara menuju tenar.. dan banyak trik untuk memasarkan produk
WOW full optimizing online media
CREATIVE!!!
Sebuah ajakan: mari kita jaga martabat bangsa dengan menciptakan SDM Indonesia yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Login
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Komentar Terbanyak
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.