Bertutur Sopan di Social Media
Satu hal yang berkesan dari Barcamp Indonesia tadi adalah presentasi dari Ilya. Ia bercerita tentang kata-kata kotor yang mewarnai dunia social media kita. Kata-kata makian kotor yang diawali dengan huruf N, K, M, dan J (sebut saja sendiri) yang ternyata cukup banyak muncul di Twitter, terutama dilakukan oleh teman-teman kita yang masih muda. Hal yang mungkin di awal kita membacanya terlihat lucu, tapi saat kita membaca dan terus membaca tweet dengan kata-kata kotor itu, kelucuan segera terbenam. Yang muncul adalah perkataan, “Astaga! Sedemikian parahnya kah teman-teman kita? Memaki-maki orang tua, guru, teman, saudara dengan kata-kata yang tidak pantas?”
Ternyata belum semua paham bertata krama dalam kata di Facebook, Twitter, ataupun social media lainnya. Seakan-akan social media menjadi tempat pelampiasan kekesalan, kemarahan, dengan memaki-maki dan menjelek-jelekkan orang lain. Si pengumpat tak sadar kalau ia sebenarnya berada di ranah publik (bukan di ranah pribadinya sendiri). Setuju, kalau kemarahan itu harus dilampiaskan. Tidak setuju, kalau Anda melakukannya melalui ranah publik yang bisa dibaca oleh semua orang. Yang rusak bukan hanya nama Anda yang suka memaki-maki. Nama keluarga dan teman-teman Anda pun ikut rusak.
Sebelum Ilya bercerita, kejadian serupa terjadi di anggota keluarga beberapa hari lalu. Seorang sepupu melampiaskan kekesalannya kepada anggota keluarga lainnya melalui status update-nya di Facebook. Si sepupu memang masih muda, dan belum paham akan konsekuensinya menuliskan status update tersebut. Ejekan, makian (meski tidak menggunakan kata kotor) bermunculan di status update-nya. Anggota keluarga yang terejek pun tahu. Sebagai sesama anggota keluarga, perilaku ini pun akhirnya dibicarakan, dan tentunya dimaafkan.
Yang kami khawatirkan adalah, saat si sepupu nanti hidup di dunia profesional tapi perilakunya masih belum berubah. Ejekan melalui status update di Facebook bisa merusak citra dirinya, keluarganya, dan teman-teman di sekitarnya. Bukan tak mungkin bisa memicu kerisuhan lebih lanjut seperti pemerkaraan pencemaran nama baik.
Kembali ke kasus di Twitter. Silakan Anda cek sendiri melalui fitur pencari di Twitter dan masukkan kata-kata kotor dengan awalan N, K, M, J di atas. Kalau ada di antara para pengguna Twitter yang kenal dengan mereka, mohon ingatkan mereka. Anda nggak akan memaki-maki keras orang lain di tengah jalan raya penuh sesak dengan orang bukan? Bantu ingatkan mereka untuk berkata-kata lebih santun. Twitter, Facebook, dan social media lainnya bukan milik mereka pribadi. Seperti jalan raya, banyak pribadi lainnya berada di sana. Bantulah menghidupkan social media Indonesia dengan konten yang positif.
Hmm, apakah setelah ini di Twitter akan muncul hashtag #tutursopan?
Kredit foto: Tom Arthur









Baru tau ada yg pake kata2 itu di social media. Eww..
dulu aku jg mikirnya social media adalah tempat nyampah, jd kadang suka curhat ga penting gitu. Tp lama2 nyadar dan sekarang jadi jauh lbh ati2. Jadi mungkin ini adalah soal ketidaktauan ya pit? Lupa bahwa kita sedang berinteraksi dengan manusia2 lain, bukan dengan layar monitor.
ya
tapi lebih mending dari pada harus ngumpat langsung ke orangnya
jiah… aku paling ga suka kalau nemu yg sperti itu… aku langusng jadi ga nyaman.. dari pada emosi.. mending cabut dah…. dibilangin mreka ga ngerti… mungkin aku bukan tipe org yg di dengarkan kali ya
setuju sama simbok Venus, sepertinya kita lupa kalau mungkin ada beribu-ribu pasang mata yang mendelik ke setiap tulisan kita yang tertampil di layar monitor.
ooo.. itu to maksudnya NKMJ kemaren :p
bagaimana dengan film suroboyo yang isinya banyak Jnya? (tapi beda Jnya)
anyway, get a Disqus bos :p
parah juga ya…
wah ternyata parah banget yah……memang susah sih, semua tergantung dari pemakainya, emang kalau dipakai buat yang ngga2, ya jadinya kayak gitu…….saya sih turut prihatin sedalam2nya….mudah2an bisa pada faham bahwa dengan bersosialisasi, kita akan menemui jati diri akan siapa sebenarnya kita….
wuehh!! seakan-akan kata2 itu diucapkan tanpa makna lagi ya? kalimat yang seharusnya berpa tegran ringan malah jadi bermakna sangat kasar karena ditambahi satu kata dari NKMJ itu
Hehe.. kebetulan(?) gw pernah, dan targetnya (gak pake @) waktu itu adalah PLN
lebih agak aman kalau PM, atau DM ajah. coba dibicarakan kalau tetap ngak bisa. kelakuan merugikan rasanya perlu di publish juga, Ingat. jangan sampai org lain terkena apa yang kita derita. example : Mba Prita.
Betul juga kata Venus, ketidak tahuanlah yang menyebabkan penggunaan kata-kata N,K,M,J.
Jika sudah merasakan akibat penggunaan kata-kata itu mungkin yang sudah menggunakan kata-kata itu baru tahu kalau ternyata, kata-kata di social media itu bisa berpengaruh ke citra diri.
eh… lupa… salam kenal
Aku malah penasaran apa sih yg inisialnya N,K,M,J itu? Mencoba menerka-nerka… :p
Setuju Mas Pitra! Saya sendiri suka terganggu sama isi tweet yang ga sopan. Kadang malah jadi ikutan esmosi, padahal ga ada hubungannya sama diri sendiri.. hehehe Emang ya kata-kata negatif itu mancing orang jadi negatif juga…
waduh… kadang status saya juga sedikit kotor, hiks… jadi merasa bersalah
*Sorry, out of topic*
saat ini kok media ide tak bisa diakses via mobile, apakah versi mobilenya ditiadakan or memang sedang trouble mas? Thanks…
parah bener,
ga pernah diajarin tutur kata sopan ya sama orang tuanya
.. bikin sakit mata tulisan tulisan itu..
gak ngaruh medianya apa, di dunia nyata atau maya, klo oknumnya sudah norak…ya dimana pun bakal begitu terus
Kalau mau bersumpah-serapah dengan aman: proteksi akun, dan hanya add teman2 yg biasa diajak bercurhat
) *lhah, manfaatnya social media trus buat apa?*
what? *barusan ngecek twittersearch* ternyata secepat itu mereka berkata kotor. secepat mengatakan “A” dalam sebuah kalimat. (doh)
Postingan ini pas bener, utamanya setelah bbrapa hari sesudah tanggal posting muncul kasus LunMay
Nice thought!
manteb dah,
emang sekarang social media malah sering jadi ajang curhat yang kadang harusnya jadi rahasia kita.. gak sedikit juga yang update sumpah serapah, kayak gak ada yang mbaca aja…
setuju ama bung Pitra.
namanya juga Social Media, merupakan media yang bersifat sosial (dan memiliki dampak sosial) dimana tata-krama dan norma tetap perlu diperhatikan.
klo saya sih menganggap social media layaknya hidup bermasyarakat, tetap perlu menjaga sopan santun
.
menulis di blog/twitter itu seperti mengeluarkan alter ego seseorang
V
hahaha mungkin juga ntar lagi muncul tuh hashtag #tutursopan
iya juga sih…
banyak yang ngga nyadar kalo menulis2 hal2 seperti itu bisa menimbulkan maslah lain…
byasa anak muda ngga mikir konsekuensinya..
kalo dah kejadian deh baru nyadar -_-a
[...] semua orang care bagaimana etika dan tata krama di media sosial. Ketiga , berkaitan dengan pendapat pitra pelampiasan kekesalan bisa memicu masalah seandainya dilempar ke ranah publik, dengan hukum yang [...]
Malah tertarik buat ngomentarin twitsearch-nya: “cara bikin update streaming twitseacrh yang kayak air terjun itu gimana ya mas Pit?” hehehe…
@lendra: yang buat kan bukan saya
Tapi hal serupa juga pernah saya buat untuk http://aksisosial.indonesiaunite.com/aksi-sosial-di-twitter/
Lupa pakai apa, googling aja “javascript twitter api”
ini adalah imbas dari internet yaitu kebebasan berpendapat yang kebablasan untuk tidak pernah aktif disana
iya penasaran apa ya N, K, M dan J itu? hehehe
Kasar sekali. Anak-anak muda bangga sih bisa omong kaya gitu. Kalau aku liatnya miris aja, sia-sia donk pendidikan yang udah mereka raih kalau bicara saja seperti itu. Not worth it sama sekali.
[...] tulisan terdahulu sempat diceritakan kalau dunia social media bukanlah ruang pribadi. Kita harus menjaga tutur kata [...]
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Login
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.