Brand dan Blogger
Sekitar 2 tahun lalu, para blogger (setidaknya yang populer dan punya massa) sangat senang ketika diundang oleh sebuah brand. Mereka melihat ini sebagai sesuatu yang baru, yang sangat menarik untuk dijadikan bahan ulasan dalam blog. Namun semakin lama, undangan ke para blogger semakin sering. Isi acara dari satu brand ke brand lain hampir tak berbeda satu dengan lainnya. Sesuatu yang awalnya bersifat spesial lama kelamaan menjadi seperti rutinitas.
Jangan salah, blogger tetap senang datang ke acara-acara seperti ini. Loh, namanya gratisan, dan hitung-hitung kopdar, siapa sih yang nggak suka? Perbedaannya, karena sudah hampir bersifat rutin, tak ada lagi acara yang memberikan kesan mendalam bagi para blogger. Tak ada lagi yang menarik untuk diceritakan. Contohnya, acara peluncuran Windows 7 di Plaza Indonesia beberapa bulan lalu sukses mengundang lebih dari 50 blogger. Acaranya menyenangkan. Ada makan gratis, kontes berhadiah, musik, dll. Namun coba cek beberapa hari setelah itu. Adakah yang menuliskan ceritanya di blog? Tidak ada sama sekali!
Haha, memang para blogger sungguh menyebalkan!! (lirik diri sendiri).
Mengundang blogger memang sangat bergantung pada kesesuaian selera si blogger dengan acara. Bisa saja acara diskusi santai (tapi berbobot) antara blogger pemerhati dunia pemasaran dengan seorang brand manager menjadi sesuatu yang inspiratif untuk dijadikan tulisan. Namun bisa pula acara hura-hura pesta sebuah brand cologne tak membekas sama sekali di benak seorang blogger yang lebih suka memperhatikan lingkungan.
Yang sulit kalau acaranya bersifat umum, dan bisa berlaku untuk semua blogger, seperti acara yang diadakan oleh brand makanan atau gadget. Kecuali di dalam acara itu ada kejutan tak terduga yang luar biasa, sudah dipastikan tak akan ada blogger yang akan menuliskannya. Perlu ada suatu peristiwa unik yang membuat para blogger terkesan. Yang membuatnya berpikir, wah, ini bisa jadi bahan tulisan keren!
Sekedar pengingat, blogger bukanlah jurnalis atau wartawan atau reporter infotainment. Blogger datang ke acara dengan suka rela, tanpa paksaan dan tanpa beban. Suka-suka dia nanti mau menuliskannya atau nggak. Makanya brand perlu menunjukkan sesuatu yang berbeda dibandingkan yang pernah si blogger rasakan sebelumnya.
Dasar, blogger ini kok ya sukanya macam-macam saja!! (lirik lagi ke diri sendiri).
Padahal (katanya Hermawan Kartajaya) di era social media ini, blogger merupakan salah satu kunci mendekati konsumen. Suara blogger katanya dipercaya oleh pembacanya. Pembaca yang loyal membaca sebuah tulisan blog, akan lebih mudah percaya pada perkataan si blogger itu daripada perkataan brand.
Kalau seorang blogger populer berkata ia sebal akan seorang pakar telematika, maka bisa dipastikan hampir semua pembaca setianya akan ikut sebal pada pakar tersebut. Kalau ia mengkritik sebuah produk, pembacanya akan cenderung ikut setuju membenci produk tersebut. Sebaliknya, seorang blogger populer pecandu BlackBerry misalnya, akan dengan senang hati mempromosikan BlackBerry ke semua teman-temannya (termasuk “meracuni†pembaca blognya) untuk ikut membeli.
Nah, yang pastinya sulit adalah menemukan blogger yang mau benar-benar peduli dengan brand. Pendekatan mengundang blogger ke suatu acara masih tetap perlu, tapi setidaknya undangan tidak perlu terbuka lebar. Fokus pada beberapa blogger yang berpotensi peduli akan brand itu. Sesuaikan format acara dengan hal-hal yang bisa membuat blogger mendapatkan inspirasi. Seperti disebutkan di atas, nggak melulu format acara berupa kegiatan yang mewah. Bisa jadi hanya bermodal temu muka dan diskusi bisa membangun inspirasi penulisan.
Saat brand sudah menjalin hubungan erat dengan si blogger, promosi akan berjalan dengan sendirinya. Baik itu melalui tulisan atau percakapan, blogger akan menjadi word of mouth brand di social media dan di lingkungan pergaulannya.
Mungkin Anda bisa menebak, blogger mana saja yang kini punya hubungan dekat dengan brand BlackBerry, Acer, Richeese, atau mungkin brand lainnya?

kalo saya blogger mampir !!
mampir makan, mampir minum, mampir nyari gratisan..
sekian
#bloggergaktaudiri
ah,,, saya setuju sekali pak pitra…
memang rasanya sudah malas menulis di blog
ada ga brand peduli budaya daerah…..??
Mungkin klo diundang saja, mereka hanya akan merasakan experience dan kurang berbagi, bagaimana jika brand tersebut memberikan gimmick tertentu dan lgsg meminta bantuan berbagi pengalaman dengan nulis di blognya, apakah blogger mau melakukannya?
*jadi bang pitra deket sm brand mana? Brand yg suka ngajak jalan2nya yah? :p
yg jelas brand mungkin perlu mengenal kecenderungan blogger tsb. eh iya ga sih?
soale, terlintas dlm pikiran, blogger yg sgt ‘sosialis’ diundang ke acara hura hedonis. apa malah ga jadi bumerang, krn bukannya ga mungkin si blogger tsb malah mengkritik habis2an.
ato blogger yg lbh tertarik dg isu2 kuliner, diundang utk acara loncing antivirus. ya ga mudeng
Sebab blog adalah salah satu media iklan andal abad ini :p
Corrolary dari post ini adalah belum terbukanya mata brand-brand tersebut dengan dunia online yang bukanlah sebuah pasar one-size-fits-all melainkan sebuah pasar dengan ceruk-ceruk spesialisasinya masing-masing.
Saran dari mas Pitra sangat bagus. Selain dari target blogger yang jelas, konten informasi dan format penyampaian informasi juga harusnya disesuaikan dengan pola tersendiri para blogger. Jika blogger yang diundang oleh blackberry lebih suka berbicara mengenai spesifikasi dari hardwarenya dan bukan fungsi BBM, maka penyampaian konten oleh pihak blackberry juga sebaiknya bertumpu kepada pembahasan hardware.
Sayang sekali saya belum pernah merasakan sendiri diundang oleh brand-brand terkemuka, jadi saya belum bisa memberikan masukan pribadi hehehhehe..
tapi kalau memang si blogger gak niat atau malas nulis, seunik / semenarik apapun acaranya atau goodybag-ya tetap aja gak ngefek. kembali lagi ke etika
@podelz: tergantung gimmicknya. Wong kebanyakan blogger banci goodiebags. Hehe, datang ke acara ya untuk dapet goodiebags. Hihi coba aja diminta, mungkin mereka mau. Tapi kembali lagi ke pengalaman acara itu sendiri. Kalau unik ya bisa jadi akan muncul posting.
@meong (memeth): launching acara antivirus? Wah, kejadian itu juga terjadi di Jogja toh? Kirain acara menyebalkan itu cuma dirasakan oleh blogger Jakarta saja.
@pandu: ntar kalau ada acara lagi, dikabarin. Ikutan milis kopdarjakarta@googlegroups.com aja. Suka ada info di sana.
@benny: nah blogger seperti ini yang mungkin perlu disortir. Sayang juga dari sisi brand, duitnya terbuang percuma untuk mengundang blogger seperti mereka.
koq aku gak pernah dapat undangan yaaaa
Pengen juga dapat undangan kayak gitu. Tapi aku masih nol dalam hal perblogeran….
@Pitra: seneng baca contentnya Mas Pitra *ehem* Sangat jujur
Sebetulnya dari sisi brand ingin melakukan engagement dgn para blogger secara subtle. Mungkin Mas Pitra bisa share gimana etika brand utk masuk ke dunia blogger, semacam dos and don’ts-nya. Mohon maaf jika sudah pernah membahas hal ini, mungkin boleh dishare linknya
Lastly, jadi kalo Acer gimana hubungannya dgn blogger?
sudut pandang yang menarik….salam blogger…
@rusabawean @muji: ikutan milis kopdarjakarta aja. Suka ada kok undangan2 seperti itu.
@astrid: pernah ada tulisan seperti itu di tulisan lalu http://media-ide.bajingloncat.com/2009/08/05/mengajak-blogger-berpartisipasi-dalam-acara-brand/ Trus ada juga di tulisannya mas wicak di http://ndorokakung.dagdigdug.com
kh asyik ya….tapi aku seorang nubie yang baru apakah bisa seperti itu ya?…salam kenal ya
Maju terus blogger indonesia…dunia blogger semakin lama semakin maju dan banyak yang masuk di dalamnya
Eh.. pas launching windows 7 itu aku tulis, tau!! hihihi.. acaranya sih biasa.. tapi karena penampilan mike’s apartment watu itu maknyuss, aku tak tahan! hohoho.. asik2 ada foto eike di sini, nyahahhaha..
PS: foto kamu juga ada lho di postingan terbaru aku..
karna blog saya tentang musik, jadi bingung mau nulis apaan tentang Kopdar Jakarta 11/12/09 kemarin. Yang bisa saya tulis mungkin hanya penampilan Elia Bintang – Blogger Rocker. Itupun saya harus bolak-balik dengerin “Give Me a Chance” supaya dapet moodnya..
Terus gimana caranya dong biar temen2 blogger itu bisa ‘menulis’ tentang event tersebut secara sukarela dan tanpa paksaan bujukan maupun rayuan ?
habisnya saya ngga menang gudibek sih
*tapi habis itu menganggap remeh isi gudibek setelah liat isinya*
sepertinya di masa-masa kedepan pitra bakal sering di undang sama brand, wew musti sering2 komentar di blog ini *siapa tau nanti dapat undangan*
sbnrnya perusahaannya sendiri blm ngerti gimana harus berinteraksi dengan para blogger. waktu itu pas gue dateng ke axe dinner & gathering, pas pulang sebenernya gue bingung itu acara intinya apa. apa yg mereka mau kita lakuin dll.. jadi menurut gue malah ga efisien sama sekali
belum pernah ngalamin seh, pernahnya malah undangan pelatihan blog hehehe . Kalau dibilang bukan jurnalis, infotainment gimana dong dengan posisi blogger yang katanya citizen journalist? itu kan beda sama jurnalis biasa?
Menarik juga. walopun blom pernah diundang, karena masih berusaha ‘get in the radar’ *ajakindong
Wah ngga tau aku. ya okela kalobegitu
makanya perusahaan harus sadar, bahwa men-treat blogger tidak boleh sama dengan wartawan, dalam artian, wartawan bisa dipastikan menulis berita hasil liputannya, tapi belum tentu dengan blogger..
Semangat terus.. itulah yg dialami oleh KoBOI (komunitas blogger otomotif indonesia). Komunitas ini sdh diakui ATPM dan industri otomotif, dan pada saat jumpa pers, justru KoBOI yg lebih rame. KoBOI bakal punya acara the 1st anniversary dan sebuah ATPM siap jadi sponsor utama (tunggal).
Susah2 gampang memang membuat orang lain terkesan,
jari pake rumus "Ikhlas" aja kalau ngundang,
di tulis syukur ga ditulis ya hitung2 Amal nyenengin orang lain.
Eh, itu artinya bisnis juga bisa menjadi "ladang amal" bukan ^^
hahahahaha
kapan ya aku diundang (wajah ngarep)
Brand memang gak bisa seenaknya
beda sama wartawan yang ada kerjaan wajib nulis
blogger menulis hanya kalau pengen
nah kalau ga ada yang berkesan, gimana bisa pengen
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.