Home » Online Communities

Tren Social Media 2010

26 December 2009 2,912 views 14 komentar

socialmediaiconIkut-ikutan memprediksi tahun 2010 ah. Tahun lalu sempat membuat prediksi dunia blog tahun 2009. Cek saja, dan lihat mana yang terjadi sesuai kejadian dan mana yang nggak. Nah karena blog hanya bagian kecil dari dunia social media yang begitu luasnya, maka prediksi tahun 2010 ini lebih mencakup gambaran social media secara umum (termasuk relevansinya dengan kampanye brand) di Indonesia. Biar nggak kepanjangan, prediksinya cukup 5 saja ya!

Aktivis social media semakin dilirik brand

Sepertinya brand semakin butuh influencer (pemengaruh) di ranah daring. Brand yakin kalau ia tak bisa hidup sendirian di ranah daring. Ia butuh teman dan komunitas untuk ikut membuat produknya hidup dan dibicarakan di ranah daring. Brand butuh blogger, pengguna Facebook, Twitter, Kaskus, dll.

Yang mungkin akan berubah adalah cara pendekatannya. Pendekatan klasik ala kopdar masih akan terus terjadi, sambil brand menemukan caranya sendiri untuk meraih hati para aktivis social media. Caranya mungkin unik dan hanya cocok untuk komunitas tertentu saja (jadi tidak ada formula yang tepat). Bisa jadi juga akan ditemukan banyak influencer baru selain mereka yang telah sering diajak brand selama setahun ini.

Kampanye brand semakin ramai di Facebook

Kalau melihat tren kenaikan pengguna Facebook di Indonesia, bisa-bisa pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia akan mencapai puncak tertingginya di 2010. Seiring dengan semakin banyaknya ponsel murah dengan promosi Facebook sebagai andalannya, jejaring sosial pasti akan menjadi semakin populer.

Saat ini Facebook Page sudah semakin banyak digunakan oleh brand. Daripada repot membangun microsite dan mendatangkan massa, lebih baik brand membuat aplikasi di Facebook. Lihat saja betapa canggihnya Facebook Ngobrolin Kampus, dimana pengguna dengan nomor Telkomsel saja yang bisa memanfaatkannya. Atau lihat saja betapa ramainya pecinta Chocolatos berbagi di wall Facebook Page-nya.

Setiap brand akan semakin berkreasi memanfaatkan Facebook untuk membangun brand dan komunitasnya. Percakapan horisontal terus dilakukan dengan memposisikan brand sebagai teman. Saat ini yang belum diesksplorasi lebih jauh adalah memanfaatkan social media games di Facebook untuk keperluan kampanye brand.

Interaksi nyata dan virtual semakin nyata (bahasanya nggak asyik ya?).

Pernah dengar augmented reality? Acer, Tehbotol Sosro, dan Detik pernah menggunakannya untuk kampanye mereka. Saat ini hal yang ditampilkannya masih serupa. Tahun 2010 implementasi augmented reality akan semakin canggih.

Melalui webcam-nya, pengguna akan bisa memilih baju dari toko virtual dan mencobanya langsung (seperti berada di depan cermin). Pengguna bisa melihat kesesuaian baju dengan tubuhnya sebelum ia memutuskan untuk membeli produk tersebut. Augmented reality juga memungkinkan pengguna untuk mengarahkan kamera ponselnya ke arah manapun dan mendapatkan informasi seputar tempat yang diarahkan kameranya.

Aplikasi berbasis lokasi akan semakin populer.

Tahun 2009 sudah ada aplikasi lokal Koprol dan Urbanesia yang berbasis lokasi. Penggunanya memang belum banyak, tapi berpotensi untuk diolah menjadi sesuatu yang komersial. Penawaran kupon diskon saat pengguna memasuki lokasi tertentu, misalnya, bisa menjadi cara brand untuk berinteraksi lebih dekat dengan calon pelanggan yang berada di dekatnya. Promosi sebuah brand akan terasa lebih personal.

Twitter pun kini sudah mengembangkan Geotag RSS yang memungkinkan aplikasi klien untuk mengirimkan koordinat posisinya ke Twitter. BlackBerry dengan UberTwitter dan iPhone dengan Twittelator sudah mendukung itu. Kita bisa mengetahui pengguna Twitter mana saja yang berada di dekat sebuah mal, misalnya, dan kepada mereka bisa kirimkan diskon khusus belanja buku atau baju.

Popularitas situs Kaskus akan meningkat.

Saat ini pengguna forum Kaskus di Indonesia hanya sekitar 10% dari pengguna Facebook di Indonesia, padahal Kaskus adalah situs lokal. Masih jauh memang untuk mengejar, tapi kabar baiknya di akhir tahun ini Kaskus akan membuka API-nya, sehingga memungkinkan pihak lain untuk membuat aplikasi baru dengan memanfaatkan data Kaskus.

Berandai-andai kalau API Kaskus memang bisa sefleksibel Twitter, tentunya akan membuka peluang situs lain untuk membuat hal baru yang mungkin tak terpikirkan oleh Kaskus sendiri. Dari sisi brand, akan ada pilihan pula untuk mengeksplorasi situs Kaskus lebih jauh.

Nah, kalau kalian sendiri, punya prediksi apa tentang dunia social media Indonesia tahun 2010?

Kredit gambar: webtreats

14 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Tren Social Media 2010 -- Topsy.com :

    [...] This post was mentioned on Twitter by anakcerdas, Media Ide. Media Ide said: berbagi prediksi sok-sokan ttg social media dan brand tahun 2010 http://bit.ly/6RKer8 [...]

  • Kristupa Saragih :

    Prediksi yang menarik
    Tren akses semua social media melalui ponsel dan peningkatan popularitas fotografi juga bisa kita pertimbangkan

  • kw :

    wow gitu ya, aku berharap para instansi pemerintah yang melayani public juga mulai masuk ke soc media. :)

  • pesanlogo :

    menarik, bisa buat perbandingan … :)

  • ierone 4 famouser :

    [bukan prediksi] tapi harapan semoga tahun depan lebih baik

  • Andre :

    strategi pemasaran brand akan lebih cenderung ke arah below the line dgn pemanfaatan social media. Experience marketing akan semakin sering dilakukan oleh para pemilik brand sbg salah satu strategi yg cukup significant memberikan effect – mengingat interaksinya langsung menyentuh emosi konsumen.

    Melihat prediksi yang mas Pitra babarkan, maka bkn tdk mungkin th 2010 ada profesi baru berupa “Brand Marketing Blogger”. Kalo di th 2009 masih belum kentara dan blm jelas formalistik profesinya. Makan di th depan jangan kaget kalo tiba2 ada lowongan pemilik brand:
    – dicari Blogger!
    usia tdk lebih dr 35 tahun, PR blog min 3, Visitor per hari 800, pandai menulis, pandai bergaul dan eksis di kalangan komunitas blogger. Untuk posisi BMB. *timpukk pake sendal japit* *pletakkk!!*

  • Pandu Truhandito :

    Ini setengah prediksi dan setengah opini pribadi :)

    Saya rasa sudah waktunya para praktisioner online marketing (termasuk yang melakukan melalui Social Media; seperti Maverick) merambah ke dunia data dan mengeksploitasi properti internet sebagai medium yang paling bisa diukur. Usaha marketing online di luar sudah cukup lama bergerak ke arah usaha yang data-driven. Jangan sampai badan usaha di Indonesia tetap stagnan dan tetap berada di comfort zone mereka.

    Kemarin blogger Navinot menerbitkan sebuah entry tentang blog sebagai sebuah medium dan metrics yg seharusnya dipakai benchmark yang sesuai.

    Mungkin social media memiliki metrics (termasuk KPI) yang tidak straight-forward dan yang sedikit tricky untuk dikuantifikasikan, tapi bukan artinya measurement tidak bisa dicatat dan kemudian kita tidak perlu melakukannya. Jangan sampai praktisioner internet marketing menutup mata atas hasil usahanya dan hanya ongkang-ongkang kaki di balik meja sambil nunggu duit. Harus ada bentuk pertanggung-jawaban agar semua pihak bisa hold accountable. Kapan industri kita ini bisa berkembang maju kalau pihak-pihak yang berkepentingan tidak pernah bisa melihat dan mengapresiasikan kekuatan marketing online ini?

  • Arham blogpreenur :

    Soal Interaksi Acer, ngak kenal tuh Pit. kayaknya ngak pernah ada deh… Sombong tuh Acer.. * Abis gw ngak diajak ke Lombok seehh he he

  • Pitra (penulis) :

    @Kristupa: eh ada juragan fotografer.net mampir di sini *sungkem*

    @Andre: wahaha kalau ada lowongan seperti itu, ada yang tertarik daftar gak ya?

    @Pandu: untuk metric memang dibutuhkan. Hehehe, sebenarnya sudah dibicarakan kerja sama tentang hal ini dengan Maverick. Mudah2an bisa terwujud nyata.

    @Arham: lah situ kurang tenar sih :) )

  • zameel :

    wah jadi bisa buat bahan referensi nih…thx info nya mas….

  • nengratna :

    selain @tifsembiring sbg menteri @cimahikota twitternya Kota Cimahi (bangga ada di sana) juga menggunakan twitter untuk info2 terbaru loh. asyik ada media komplain

  • Joko Susilo :

    dunia online akan makin ramai tahun depan. Semua pihak dari segala penjuru akan mengarah ke online dengan segala macam tujuannya. Situasi yang amat menyenangkan bagi saya karena berarti dunia online–media yang murah tapi bisa menghasilkan impact luar biasa–akan menjadi makin berarti bagi banyak orang.
    Salam ACTION!

  • elia|bintang :

    hhmmm gini.. *sok serius*

    tujuan perusahaan terjun ke social media itu kan untuk memangkas jarak dengan konsumennya. mereka mau terlibat dalam conversation. tapi rumus word-of-mouth marketing itu ya cuma 1: great products or services sold by great people or company (lupa baca dimana). artinya kl perusahaan dan strategi online campaign-nya ga keren dan ga inovatif, mubazir lah dia terjun di social media.

    nah prediksi gue adalah yang negatifnya: banyak perusahaan yg jg kecewa karena ROI yg mengecewakan. yg positifnya gue blm kepikiran hehe..

    after all, netters di indonesia itu cuma 10%. media konvensional masih jadi raja karena validitas informasinya ga perlu dipertanyakan. :cool:

  • aRuL :

    blog keknya akan semakin redup…
    tapi orang2 akan mencari alternatif social networking lainnya selain facebook yang membuat orang sudah tidak privasi lagi :D dan mungkin juga sudah membosankan… :D

Tinggalkan komentar Anda!