Presentasi F-Marketing Awal 2010
Sudah beberapa kali pertanyaan melalui Facebook atau Yahoo! Messenger muncul perihal buku F-Marketing yang terbit setengah tahun lalu. Komentarnya hampir mirip, “bukunya bagus, berbeda dengan puluhan buku Facebook lainnya, tapi kok isinya kurang relevan ya?†Komentar itu nggak salah. Susahnya membuat buku dengan teknologi informasi sebagai latar belakangnya (Facebook, Twitter, apapun), meskipun yang dibahas bukan hal teksnispun, adalah cepatnya buku menjadi obsolete.
Buku F-Marketing ini terbit bulan Juni 2009. Sejak saat itu Facebook mengalami perubahan terus-menerus, sehingga saat orang membaca buku ini lagi di akhir tahun, rasanya banyak hal yang kurang pas lagi untuk dibaca. Komentar yang juga suka muncul adalah, “kenapa di buku ini contoh kasus brand Indonesia yang memanfaatkan Facebook Fan Page sangat sedikit? Kan ada Gila Motor, Acer, Yamaha, dan puluhan lainnya?†Jawabannya kembali seperti di atas. Buku ini terbit bulan Juni 2009, dan saat itu belum ada aktivitas brand tersebut di Facebook. Kalau ada, pasti akan dituliskan, karena jadi studi kasus menarik untuk dibahas.
Itulah mengapa dalam setiap kesempatan presentasi tentang F-Marketing, materi yang dibawa tidak lagi bersumber dari buku, melainkan materi-materi baru yang lebih relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini. Seperti yang hari Kamis minggu lalu sempat dipresentasikan di Universitas Bunda Mulia. Lebih enak menggunakan kasus brand yang saat ini populer di kalangan pengguna Facebook daripada menggunakan contoh-contoh di buku yang sudah obsolete. Pendekatan brand terhadap audiensnya di Facebook kini mulai berbeda, seperti yang telah diceritakan di tulisan ini. Hal ini juga sempat dipresentasikan pula di Universitas Bunda Mulia.
Lebih lengkapnya tentang hal ini bisa dilihat di salindia berikut:
Kredit gambar: lumaxart

ya begitula mas…dewasa ini teknologi emang sangat dinamis, jadi sangat wajar kalo banyak buku yg membahas teknologi yg terasa kurang relevan karena ternyata setelah buku itu terbit, teknologi maju beberapa langkah.
Tapi yg patut diapreasiasi, adalah kesediaan mas Pitra utk terus mengevaluasi konten buku tersebut dan membaginya di media ide ini. Saya pikir ini patut dicontoh khususnya oleh saya dan yg lainnya, bahwa setiap karya terutama buku memang jarang sekali yg sempurna dalam “satu tendangan”, oleh karena itu kita wajib terus untuk evaluasi dan revisi (kalo perlu).
Salam
aku pernah liat buku ini bersama buku2 facebook lain di Gramedia
blom tertarik neh beli buku
banyak yg numpul blom kubaca
Thanks for sharing, Pit!
Itulah kreatifitas…aplikasi pemasaranpun akan bergeser dari aliran tradisional ke hitech
Pitra makin sering jadi speaker nih
Meamng sih tergantung dari orang yang menyajikan dan menurut pandangan masing masing, dan pengalaman nya. Coba nati sde lihat bukunya
keep sharing!
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.