Menjaga Kerahasiaan Pribadi di Social Media
Kemarin Kompas cetak membahas utuh tentang bahayanya internet terhadap anak. Tambahan lagi, artikel Seputar Indonesia ini tentang penculikan anak akibat Facebook. Seperti teknologi lainnya, ada yang memanfaatkan internet dengan tujuan positif, ada pula yang memanfaatkannya dengan tujuan negatif. Meski saat ini porsi positif masih lebih kuat, bukan berarti kita harus mengabaikan kemungkinan negatif yang muncul dari penyalahgunaan teknologi internet. Apalagi generasi sekarang sudah jauh familiar dengannya dibanding orang tua mereka, yang kebanyakan masih gagap teknologi.
Menjadi seorang yang eksis di ranah daring memang terdengar menyenangkan. Kita dikenal banyak orang karena popularitas kita. Nggak bedalah dengan saat di sekolah atau kampus. Kita selalu ingin menjadi yang populer dengan berteman dengan banyak orang. Di social media pun persepsinya masih serupa. Ada yang melihat popularitas dari jumlah temannya di Facebook atau follower-nya di Twitter atau daftar kontaknya di Yahoo! Messenger. Nggak ada yang salah dengan itu. Hanya saja semakin banyak yang “kenal” dengan kita, semakin besar potensi kita pula terhadap ancaman bahaya.
Beberapa tips berikut mudah-mudahan bisa membantu mengurangi resiko bahaya yang mengancam diri kita seiring dengan meningkatnya popularitas kita di jagad social media.
- Kalau untuk kebutuhan personal, sebaiknya tidak membuka profil Facebook untuk publik. Atur agar profil hanya bisa dilihat oleh teman kita saja.
- Tidak sembarang menyetujui seseorang yang mengajak kita berteman di Facebook. Saat ia berteman dengan kita di Facebook, ia akan bisa melihat seluruh profil, foto, dan aktivitas kita. Ia bisa memonitor apa yang kita kerjakan setiap harinya. Kalau tidak kenal, lebih baik tolak saja. Kalau kita ragu-ragu antara kenal dan nggak, kita bisa menyetujuinya, namun masukkan ke dalam list terpisah. Atur privacy agar semua orang dalam list ini tidak bisa melihat aktivitas kita.
- Tidak mencantumkan data yang terlalu pribadi di profil Facebook, seperti: alamat rumah, telpon rumah, telpon selular pribadi, dan hal-hal lain yang bisa memudahkan orang untuk mencari kita. Kalau memang kita ingin memanfaatkan Facebook untuk kepentingan profesional, maka cantumkan nomor telpon selular khusus untuk kepentingan pekerjaan saja.
- Tidak memasang foto-foto yang sangat pribadi di Facebook, blog, atau di manapun. Karena sekalinya foto itu tayang, besar kemungkinannya foto itu akan cepat terunduh oleh orang lain dan tersebar tanpa kendali.
- Menulis di blog memang menyenangkan. Namun menulis hal-hal yang terlalu pribadi dan membaginya kepada orang lain punya potensi bahaya pula. Kadang kita ingin curhat akan suatu hal yang sangat sensitif. Karena kita tidak bisa menceritakannya ke orang lain, lalu kita menuliskannya di blog. Masalahnya, blog berada di ranah publik. Bukannya rahasia yang kita dapat, malah sebaliknya, semua orang jadi tahu rahasia kita. Kalau memang ingin mengutarakan hal sensitif di blog, jangan lupa untuk membuat tulisan itu ter-password.
- Twitter juga ranah publik. Kita perlu memilah-milah apa yang perlu kita sampaikan di sini. Memang kita bisa memaki-maki seseorang di Twitter, tapi ingatlah kalau apa yang kita tulis bisa dibaca oleh semua pengguna Twitter, apalagi kalau akun kita tidak terproteksi. Bisa jadi orang yang dimaki-maki akan membaca tweet kita dan mengajukan tuntutan. Ingat kasus Luna Maya? Setiap individu punya kebebasan pribadi asalkan kebebasannya tidak melanggar kebebasan orang lain.
- Hindari menggunakan password yang sama untuk setiap social media populer. Seandainya terjadi kebocoran password di salah satu situs, setidaknya profil kita di situs lainnya tetap aman.
- Berhati-hati terhadap informasi yang bersifat phising, seperti misalnya mengklik email dari orang tak dikenal (meski di alamat URL-nya ada kata-kata facebook.com, twitter.com, yahoo.com, dll). Bisa jadi URL itu mengarah ke situs palsu yang meminta kita untuk mengisi login dan password kita di Facebook, atau social media lainnya. Bila memang pernah melakukan ini, segera ganti password kita di situs aslinya.
- Berhati-hati saat ada orang tak dikenal yang mengajak kita chat via Yahoo! Messenger, Gtalk, Skype, mIRC, dll. Jangan sebutkan nama lengkap kepada mereka. Jangan umbar data dan kebiasaan pribadi ke mereka. Apalagi sampai bercakap-cakap via webcam dengan mereka.
Silakan baca juga tulisan lama tentang Menjaga Kerahasiaan Pribadi di Ranah Maya di sini.
Kredit foto: Mamchenkov









Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by mediaide: new post: Menjaga Kerahasiaan Pribadi di Social Media http://bit.ly/c6k1Pa atau di http://bit.ly/aOnfea...
ya ampunnn… saya sudah terlanjur posting adegan ranjang saya… gimana yahhh, ngapusnya susah…
eh, tp bener kata kamu pit, that’s why I love to be silly… my real name?… ya teteup… Silly
Saya setuju Mas Pitra…
Tapi gimana dong yang udah terlanjur kondang macam situ? kan sulit tuh menolak friend request…. he3x
[...] This post was mentioned on Twitter by waraney, Media Ide, Agoes Aswari, Catila Winarno, Nurokhmah Tri Amalia and others. Nurokhmah Tri Amalia said: RT @anakcerdas: new post: Menjaga Kerahasiaan Pribadi di Social Media http://bit.ly/c6k1Pa atau di http://bit.ly/aOnfea [...]
sengaja bikin artikel sensitif untuk mengundang konflik, hihihihi…
wah setuju banget tuh soal data pribadi di FB, kadang heran juga banyak yang dengan sengaja mengumbar nomor hape-nya..
yeah, kata peribahasa, the man behind the gun is very dangerous think. so we must control the facebook user
thats right, your article is brilliant my friends, technic like insight of google
Bisa ditambahin di F-Marketing nih mas Pitra
oia, kalau yang cuman punya 1 nomor saja, smeentara mau num Hapenya ‘nampang’ biar populer …bagaimana? padahal kan bahaya juga tuh.. kalau nomornya cuma 1
Setuju Pit, jangan pernah mengumbar data pribadi di jejaraing sosial. Kecuali untuk data yang berhubungan dengan promosi jualan kita ya
wahhhh bahaya juga yahhhh yang penting sekarang emang musti lebih hati hati yaa
Wah, kerjaan juga marketing, no hp dah terlanjur nyebar ke mana mana juga… Semoga aman aman saja dah… Klo situs pishing saya rasa mudah terdeteksi khan laptop di ada add on SEOQUAKE, klo kita masuk situs yang besar tapi performance sebuah situs tsb masih minim sekali periksa kembali url nya deh…
tetet hrs lebih hati hati ya. thanks tipsnya kawan. salam kenal.
data-data penting sangat riskan klo ditaruh di internet. kadang-kadang metode manual lebih baik daripada metode yang zaman sekarang.
wah setuju banget tuh soal data pribadi di FB, kadang heran juga banyak yang dengan sengaja mengumbar nomor hape-nya..
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Login
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.