Cerita dari Axis Java Jazz Festival 2010
Selama 3 hari kemarin berada di Axis java Jazz Festival dan mengaku diri sebagai seorang press, sehingga bisa bebas masuk menonton pertunjukan manapun, termasuk semua special show seperti John Legend, Babyface, Toni Braxton, dan Manhattan Transfer. Yang melelahkannya dibanding Java Jazz Festival tahun lalu adalah luasnya area JIExpo Kemayoran. Di satu sisi, kita nggak perlu berdesakan melewati kerumunan orang kalau mau berpindah dari panggung ke panggung (seperti terjadi tahun lalu). Di sisi lain, rentang lokasinya amat berjauhan, sehingga untuk berpindah dari acara di Ruang Lawu dan Semeru lantai 6 ke acara di Hall D cukup melelahkan.
Hal yang juga sangat disayangkan sebenarnya kekurangperhatian panitia akan para pengunjung penyandang cacat. Banyak loh penonton kemarin yang datang menggunakan kursi roda, terutama mereka yang dari luar negeri. Beberapa mengalami kesulitan memasuki area tertentu, apalagi kalau berniat membeli sesuatu di food area.
Kalau masalah parkir sih ya sudah resiko. Mau Java Jazz Festival dipindah kemanapun, tempat parkir akan selalu tidak cukup. Tadinya ada harapan tersedianya transportasi bus umum yang tersedia setiap jamnya, khusus dari lokasi acara ke titik-titik pusat hunian, sehingga saat pengunjung pulang jam 02:00 pagi misalnya, ia tidak kesulitan pulang karena jauhnya lokasi dari tempat tinggalnya.
Yang paling santer terdengar di social media (hingga di lokasi acara) tentunya adalah susahnya melakukan komunikasi. Untuk menelepon susah, ber-SMS telat, apalagi untuk menggunakan jaringan data. Semakin malam, saat pengunjung semakin padat, semakin sulit pula melakukan komunikasi. Sayangnya, tweet dari akun resminya @JavaJazzFest juga tidak membantu. Salah satu tweetnya sempat malah memperkeruh suasana.
Namun hal lain yang menguntungkan adalah harga tiketnya yang lebih murah, harga makanan dan minuman yang juga lebih bersahabat (meski transaksi pembayarannya libet, harus menggunakan BNI prepaid card, yang antrinya cukup panjang). Setiap brand sponsor mendapat tempat yang luas, sehingga para konsumennya bisa lebih dimanjakan (sempat menikmati pijatan kaki di Axis Lounge). Meski ruangan-ruangan di JIExpo Kemayoran sebenarnya tidak didesain untuk konser, kualitas suara panggungnya pun masih tetap bagus.
Musisi yang kemarin sempat ditonton dan didokumenasikan antara lain: Allen Hinds, John Legend, Eric Benet, Bob James, Dira J. Sugandi, Christian McBride, Manhattan Transfer, Bandanaira, Toni Braxton, /rif, Roy Hargrove Quintet, Babyface, Bubi Chen, Andien, dll. Fotonya bisa dilihat di salindia berikut ini. Kalau mau full screen, tekan tombol yang di kiri atas. Alternatifnya, bisa cek galeri lengkapnya di tautan ini.










wahh… mas pitra wartawan rupanya. dari media mana mas? media ide ya?
Stage Photography ala Mas Pitra
Antara telinga dan mata sama-sama terpuaskan.
fotonya bagus-bagus dan konsernya sepertinya menarik sekali.. sayang saya tdk sempat nonton Java Jazz..
wah pantesan kemarin jarang yang live blogging, masalah jaringan yang buruk ya
sejak kapan /rif beraliran jazz? :p
yoih, aksi di twitter malah jadi blunder
saya nonton dari live streaming First Media, lumayan bagi yang dompetnya ngepas..
saya nonton dari live streaming First Media, lumayan lah buat yg gak sanggup beli tiket..
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Login
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.