Plasa.com Resmi Diluncurkan
Berita ini agak telat, karena proses peluncuran resmi Plasa.com sendiri sudah dilakukan sejak hari Sabtu malam kemarin. Meski diundang saat peluncurannya, dengan sangat terpaksa kemarin tidak bisa datang karena urusan dinas lapangan di tempat lain. Namun melihat peluncurannya dengan tayangan blocking time di televisi, tentunya Telkom tidak main-main dengan barang rejuvenasinya ini. Apalagi, dalam 3 tahun mendatang, Plasa.com akan mendapat suntikan dana tambahan 2 juta USD untuk memperbesar skala dan ekspansinya ke berbagai model pengembangan fitur baru.
Membangun kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi daring itu susah. Hal ini sudah disadari oleh Mojopia, sebagai pengelola Plasa.com. Butuh jutaan produk ada di sebuah toko daring, yang disediakan oleh jutaan supplier. Semakin banyak pedagang berjualan di sana, akan semakin bisa membangun rasa aman dalam bertransaksi. Itulah sebabnya Plasa.com (setidaknya sekarang) tidak menarik biaya transaksi dari penjualan barang di sini. Blocking time di televisi setidaknya akan memancing orang untuk menjenguk dan melihat barang-barang yang ditawarkan di sini.
Lalu darimana pendapatan Plasa.com? Katanya, model bisnis portal ini lebih ke arah advertising dan bukan dari transaksi yang dilakukan oleh para pedagang. Ini artinya, butuh traffic luar biasa tinggi kalau nantinya Plasa.com mau bersaing dalam berjualan iklan dengan portal-portal yang telah lebih dulu ada.
Plasa.com lama sempat terkenal akan email dan komunitas forumnya. Kayaknya dulu nggak eksis kalau nggak punya email Plasa.com. Sekarang fitur email sudah dihilangkan, karena toh hampir tidak ada lagi yang menggunakannya (atau setidaknya, ia masih bisa menggunakannya di Plasa.com versi lama). Beberapa fitur lama seperti forum dan blog tetap dipertahankan, meski semuanya tampil dalam nuansa baru. Sayangnya forum yang ada sekarang masih forum campur aduk. Tidak berbeda jauh dengan format forum sebelumnya. Padahal akan lebih asyik kalau ada fitur forum yang spesifik membahas pedagang mana yang direkomendasikan. Atau forum khusus bagi pedagang untuk membuka tanya jawab tentang produknya.
Salah satu fitur menarik dari Plasa.com versi baru ini adalah kategori toko selebritis. Memang ada selebritis yang menjual clothing line dan pernik-pernik mereka di sini. Namun ada pula seperti Maia yang menjual kostum-kostum panggungnya dengan harga mahal. Hasil penjualan ini sepenuhnya akan disumbangkan kepada Palang Merah Indonesia.
Beberapa blogger lain yang telah menuliskan Plasa.com, antara lain DailySocial, Aulia Masna, dan Ndoro Kakung. Setiap blogger melihat Plasa.com dari sudut pandang yang berbeda. Para warga Kaskus pun juga telah mengutarakan opini mereka dengan tanggapan yang luar biasa ramai. Silakan baca tulisan-tulisan mereka juga ya.
Kalau menurut kalian sendiri, saat melihat wujud baru Plasa.com, apa impresi pertama kalian?



lagi-lagi toko online…
mau komen mengenai tampilan nya
hmm ga tau yah, kalau memang modal nya besar dan gembar gembor sebagai marketplace terbesar di Indonesia, kok desain nya biasa-biasa aja?
apa dari dana segitu gede ga ada anggaran untuk desain?
beberapa hal minor yang mengganggu seperti, detil produk di taroh bener2 di below the fold, jadi kesan nya produk nomor 2, banner iklan nomor 1..
dan kalau memang mau membuat orang beli barang disitu, harusnya pas add to cart ga usah di paksa register dulu, keburu males duluan.. kenapa ga pas konfirmasi order baru sekalian register? kan lebih enak..
sorry jadi rant nih hehehe agak sakit hati aja, projek heboh tapi dari sisi desain dan interface nya kayak bukan projek besar
Saya penasaran dengan respond "pemain e-commerce" lainnya atas gebrakan Telkom ini. Anyway, semoga Telkom membuat platform pembayaran seperti PayPal untuk market Indonesia juga y
Anyway, IMO, untuk perusahaan sebesar Telkom, desain Plasa.com rasanya kurang elegan deh. Warnanya agak "mencrang" dan whitespacenya kurang efektif.
[...] pertanyaan Media Ide tentang Plasa.com yang baru, mungkin yang paling tepat adalah — Jalannya masih [...]
tampilannya impresif mas bos, kecepatan juga lumayan.
cuma masih saja ada yg mengganggu, diantaranya adalah:
1. gw pengen tahu lebih mengenai profil merchant, khususnya yg terdaftar bukan sebagai individu (seperti maia).
2. 3 hari yg lalu gw daftar sebagai merchant, dikirimi email notifikasi sama diminta isi Formulir Data Produk yg merupakan form .xls (jangan ketawa dong ah). Habis itu gw gak tahu meski ngapain lagi
. Lu tahu gak caranya jadi merchant? Or emang belum dibuka untuk umum ya?
sayang untuk saat ini jumlah outlet nya belum banyak dan pembayaran dengan t-cash belum jadi di fiturkan
loading time dan pendaftaran buat saya jadi kendala.
Ada informasi yang kurang jelas saat mendaftar, misalnya alamat e-mail ditulis keterangan: cek ketersediaan. Itu kan rancu banget, seakan2 ada fitur buat e-mail baru. Mungkin butuh ahli bahasa saat mendesain UI? LOL
dengan dana yang konon kabarnya "gede," layoutnya kurang nih!
hmm… maia mmmm…
kayaknya pemodal-pemodal gede udah mulai terjun lagi nih ke dunia internet. Setelah buble internet yang dulu dan bikin semua investasi berantakan.
Tapi saya lumayan terkesan dengan langkah plasa yang tampil "beda" dengan pemain besar lainnya. Karena rata-rata fokus di portal berita atau forum-forum dan belakangan muncul social media. Rasanya masih dikit pemain besar yang terjun di segmen yang sama (jual-beli) macam plasa ini.
Seru jadi makin variatif!
Kesan pertama : mengecewakan.
Desain datar, loading lama, banyak info yang ndak jelas dan kurang lengkap. Yang paling mendasar : DESAIN SANGAT BURUK; jika dibandingkan misalnya amazon, threadless, zapposs, ebay, atau apalagi apple store. Atau bahkan dibanding bhinneka.com, tampilan plasa masih kalah beberapa langkah.
Mentalitas dan kapabilitas karyawan TELKOM memang "belum memadai" untuk menciptakan webstore yang ciamik. Bagaimanapun mereka BUMN besar dengan culture yang tidak inovatif; dan tidak nyambung dengan dunia digital masa kini.
Buat saya, plasa.com belum bisa dikatakan bagus meskipun belum bisa dibilang jelek juga. Ini jalan panjang menuju pembuktian. Yang pasti saya sendiri masih ragu
hmm…jadi portal e-commerce indonesia telah muncul..mudah2an 'keamanan' data n transaksinya berjalan dengan baik, sebab kepercayaan pelanggan terletak di situ… kalo kebobolan sekali aja..waduuh nama telkom bisa tercoreng tuh..Mudah2an sesuai dengan taglinenya yang mengusung kata 'trust'.
Sedangkan kalo dari sisi desain, daku nggak banyak komen..sebab untuk portal e-commerce terkadang 'kecepatan akses' utk buka halaman lebih diutamakan dan 'keamanan' data n transaksi pastinya
nb: PR-nya plasa.com, gimana yakinin orang2 tuk berani ber e-commerce ria, bagi orang2 lama yang konservatif di transaksi offline
layoutnya benar-benar mengecewakan untuk pemain lama yang sudah disuntik modal besar (2 juta USD)
1 – kenapa pula dibagian titlenya masih ada embel-embel "Index" … kenapa gak diganti dengan taglinenya
2 – tab-tabnya rasanya kurang optimal, karena harus meload seluruh halaman, kenapa gak dibuat dengan jQuery saja
3 – kenapa logo VeriSign (dibagian ketika register) tidak ditempatkan di halaman depan juga?
4 – penggunaan meta tag untuk keyword dan descriptionnya kurang optimal, coba dieksplor lagi
5 – kurang memanfaatkan fungsi CSS, seperti -moz-border-radius untuk membuat lekukan dibagian tab-tabnya
jadi tertarik buat nulis tentang plasa.com
pas peluncunranya aku liat di tv. btw ajarin aku nyetting theme seperti ini donk. aku pernah coba theme arthemia tapi bingung nyettingnya. tq sebelumnya
Buat saya, plasa.com belum bisa dikatakan bagus meskipun belum bisa dibilang jelek juga. Ini jalan panjang menuju pembuktian. Yang pasti saya sendiri masih ragu
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.