Memproteksi Account Twitter
Ternyata banyak juga teman-teman yang masih memproteksi account Twitter mereka. Padahal kalau dilihat, mereka bukanlah seorang selebriti, bukan juga seorang politisi terkenal, dan bahkan kalau dilihat, bukan seseorang yang berpenampilan menarik sehingga dikejar-kejar penggemar
. Lalu apa alasan mereka memproteksi account Twitter mereka? Padahal sudah bisa dipastikan mereka pun tidak kenal dengan sebagian besar follower-nya. Bahkan kalau ketemu di jalan pun, bisa jadi tidak saling tahu kalau ia mem-follow- nya.
Kemarin hal ini iseng-iseng ini ditanyakan ke teman-teman Twitter. Apa kira-kira alasan mereka memproteksi account Twitter. Berbagai alasan yang muncul bisa dipisahkan menjadi 2 sebab:
- Masalah kenyamanan.
Ternyata ada yang membatasi supaya account Twitter mereka tidak dibaca oleh orang tertentu. Bisa itu bos di kantornya, atau bisa pula bekas pacarnya. Mereka nggak ingin tweet mereka (yang mungkin saja membicarakan pekerjaan) terbaca oleh orang kantornya. Mereka juga nggak ingin bekas pacarnya mengikuti aktivitasnya sehari-hari.
Ada pula yang merasa tidak nyaman kalau account Twitter-nya di-follow oleh mereka yang tidak seumuran. Malas saat mendapatkan mereka meminta follow back atau mereka tanya-tanya yang berlebihan yang bikin kesal.
- Masalah keamanan.
Ada yang merasa takut profilnya dibaca oleh para account spam, meski sebenarnya kekhawatiran ini tidak beralasan. Berbeda dengan Facebook yang mencatat profil lengkap kita, Twitter hanya menyimpan data follower, followed, status update, URL situs (kalau diisi), dan deskripsi singkat. Hal yang tidak akan memberikan manfaat bagi para account spam.
Namun memang kalau kekhawatirannya adalah karena jadi ada pihak-pihak yang “mengawasi” aktivitasnya, itu lain soal. Memang bisa saja dalam setiap status update, kita kebablasan bercerita tentang hal-hal yang sangat personal (seperti menyebutkan email, alamat, lokasi rumah) atau profesional (bisnis, gaji, obrolan tentang pekerjaan), namun ini bisa diantisipasi dengan membiasakan melakukan DM kepada teman kita yang memerlukan. Tidak dilakukan melalui status update yang dibaca publik.
Kalau kalian sendiri, apakah kalian membuka atau memproteksi account Twitter kalian?
Kredit foto: rusty_one









[...] This post was mentioned on Twitter by Pitra and Yogi Sagita, Media Ide. Media Ide said: newpost: Memproteksi Account Twitter http://bit.ly/9WQnVy [...]
kl ane mah buka aja pit hihi~ wong memng fungsinya buat dibuka #YoApaSeh
[...] the article here: Media Ide » Blog Archive » Memproteksi Account Twitter Tags: bukan-juga, bukan-seseorang, dan-bahkan, kalau-dilihat, mereka-bukanlah, seorang-politisi, [...]
makasih nih infonya…
saya hanya buka twitter kalau justin bieber hilang dari trentop #diusir
ya di buka lah, ga guna bikin twitter klo ujung2nya bukan share
Seleb aja nggak pake’ protect ya aku nggak juga lah.. #dikeplak
ngapain bikin twitter kalo harus diprivat???
twitter kan microblog
twitter kan t4 berbagi
kalo diprivat ma bukan berbagi lagi
Akun Twitter yg diprotek pada akhirnya ga berlaku ketika follower-nya melakukan abuse RE/RT
Masalah kenyaman (atau privacy mungkin ya?) kayaknya yang paling nyantol ama saya. Twitter kan kadang jadi ajang curhat juga, gak enak aja rasanya kalau orang yang lagi kita keluhin ternyata ngebaca tweet kita. huhuhu
Karena account Twitter pribadi sangat mendukung pekerjaan (lebih tepatnya, ada faktor keharusan, hehehe), jadi nggak bisa di-protect. Mungkin suatu hari nanti akan bikin account yg bener2 pribadi dan di-protect
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Facebook Friends
Ayo gabung!Login
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.