Bot untuk Terapi
Di tulisan terdahulu sempat diceritakan kalau dunia social media bukanlah ruang pribadi. Kita harus menjaga tutur kata dalam mengungkapkan pendapat. Kenyataannya, masih banyak yang melihat social media sebagai tempat pelarian, tempat pelampiasan kekesalan, yang ditujukan kepada teman, orang tua, guru. Pikirnya, toh siapapun yang ia umpat di social media tidak akan dibaca oleh yang bersangkutan. Padahal kenyataannya, umpatannya justru dibaca oleh lebih banyak orang lagi.
Jujur saja, sejak tulisan sebelumnya (setengah tahun lalu), ternyata masih saja ada yang mengumpat-umpat kasar di social media. Silakan cek saja di Twitter Search, dan masukkan kata-kata makian sebagai keyword-nya. Pasti deh ada saja pengguna Twitter yang mengungkapkannya dalam status update-nya. Lebih miris lagi kalau tahu yang justru banyak mengumpat-umpat itu adalah remaja ABG.
Mau memberitahu ke mereka kalau itu perbuatan tidak terpuji? Hihi, siapa kita memangnya. Kalau pun memang kita mencoba mengingatkan, bisa jadi cuma sekedar pesan lewat saja.
Sejak semalam di Twitter sebenarnya telah muncul sebuah bot, yang kebetulan dikerjakan oleh seorang teman. Si bot dengan nickname Twitter @Guru_PKN ini melakukan aksi yang sederhana. Hampir setiap kali ada pengguna Twitter memaki-maki dengan kata “bangsat†dan “asu†maka otomatis tweet itu akan di-RT-kan dengan menambahkan pesan “Tolong mulutnya dijaga yaa!â€
Aksi yang sederhana sebetulnya. Setidaknya si penulis status update akan berpikir dua kali sebelum memaki-maki lagi (kecuali ya si @Guru_PKN ini langsung di-block oleh yang bersangkutan). Bahkan karena aksi ini, beberapa pengguna Twitter malah meminta maaf kepada @Guru_PKN. Yang lebih lucu, ada yang mengira ini adalah pekerjaan gurunya sendiri. Yang lebih mengkhawatirkan, malah si bot dimaki balik. Bayangkan kalau bot ini adalah manusia sesungguhnya.
Tipikal bot seperti ini sebetulnya sudah banyak terjadi sebelumnya di ranah Twitter Indonesia. Bisa jadi, misalnya, setiap kali kita menulis status update dengan kalimat yang mengandung “wahihi,†“kode,†“jiee,†“eaaa,†dan banyak lagi, secara otomatis akan ada bot dengan nickname @kingdomofwahihi, @kingdomofkode, @kingdomofjiee, @kingdomofeaaa yang akan dengan iseng meng-RT kita. Memang sempat bikin pengguna Twitter pusing sih sebetulnya.
Ide penggunaan bot untuk terus mengingatkan pengguna Twitter yang suka berumpat kasar bisa jadi terapi yang baik sebetulnya. Mudah-mudahan setelah ini mereka semakin berhati-hati dalam berucap kata, baik di ranah daring maupun di dunia nyata. Oh ya, karena ini bot (alias pekerjaan mesin), disarankan tidak membuang energi berdebat dengannya ya. Apalagi sampai mengajak gelut, atau lebih ekstrimnya lagi, memintanya untuk mem-follow back Anda.



[...] This post was mentioned on Twitter by Pitra, igoen mg. igoen mg said:
) RT @anakcerdas: new post: BOT UNTUK TERAPI http://bit.ly/cCLDqH dipersembahkan utk @guru_pkn
) [...]
bahahahha~ ngeliat gambar yg terakhir bikin ngakak
TOLONG YA WCNYA DIJAGA!
Paling lucu yang malah ngejak gelut, kok yo iseng tenan
saya kok miris waktu misuhin orang tua mereka. itu kalau bapak/ibunya ngelihat pasti sakit hati.
huahahaha! mengenaskan sekali generasi penerus bangsa ini..
pak guru semangat yaaa!
Heh?! Ada yg minta difolbek? Ahahaha…
Bot yg pak guru ini keren ya? :d
duh anak zaman sekarang… bikin ngelus dada. tapi gambar yang terakhir bikin senyum2 kecil. geli lihat gimana sok tahunya tapi ternyata gaptek.
awalnya geli sama tingkah guru_PKN, cuman kalo dipikir2 bener juga sih. setidaknya bisa menyadarkan segelintir anak muda jaman sekarang yang sukanya misuh2..
Tolong ya warnetnya dijaga!
Best twitter bot ever dah.. anak2 tukang misuh jg mesti tau bahwa bukan cuma manusia yg bs ngetwit, tp mesin jg. Jd mendingan gak usah buang2 energi pk ngajak ribut segala
)
haha lucu jg.. kl Guru Biologi ada ga yaaahh??
Lebih menarik lagi kalau tegurannya random, jadi kalimat tegurannya lebih variatif.
kingdomofnengratna….. #malesamatbikinnya…
oia, kasian si adek itu enggak ngerti bot
(rofl) wakakaka dibikin kesel sama bot, pathetic
makin kacau aja nih remaja-remaja prematur yang gak ngerti etika berinternet (netiquette).
wakakkakakakak ngakak deh,itu alay jaman sekarang begitu banget yak
ya ampun kasihan banget pengguna twitter yang terakhir itu, ngomong sama mesin hehe. baru tahu ada bot kayak gini, ada juga guru agama ternyata hehe
Huwehehehe artikel yang menarik, ini baru penggunaan bot yang jelas tujuannya. Tak kira awalnya bot-bot yang dibuat cuma semacam kingdomof aja yang gak jelas beud tujuannya apaan. Tapi dari artikel ini keliatan juga akhirnya kalo penhuni Twitter banyak yang "sakit".
nitip doa sama @juru_doa
[...] Pengawasan Twitter lebih longgar lagi. Ada memang fasilitas Verified Account di Twitter, tapi tanggapan mereka terlalu lamat untuk memverifikasi akun lokal. Saat ini (kalau tidak salah) tidak ada akun lokal yang berhasil mendapatkan Verified Account. Banyak pula di Twitter akun lokal yang melakukan brandjacking terhadap figur atau organisasi terkenal. Ada yang mengisi tweetnya dengan rajin menyinggung suatu figur atau organisasi. Ada pula yang memanfaatkan bot untuk menjelekkan suatu figur. http://media-ide.bajingloncat.com/2010/08/15/bot-untuk-terapi/ [...]
[...] mengisi tweetnya dengan rajin menyinggung suatu figur atau organisasi. Ada pula yang memanfaatkan bot untuk menjelekkan suatu [...]
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.