Menyambut Sparx Up Awards 2010
Para pengembang dotcomer di ranah daring generasi sekarang jauh lebih beruntung dibandingkan mereka yang memulai bisnis dotcomer di era 2000-an. Di era itu banyak yang terlalu optimis dan berpikir pendek bahwa hype bisnis dotcomer itu akan cepat menghasilkan uang melalui IPO. Kenyataannya, ekspektasi pasar berbeda. Saat itu penetrasi internet pun belum tinggi. Orang juga masih sangat khawatir akan keterbukaan identitasnya di ranah daring, apalagi kalau mereka diminta untuk bertransaksi di ranah daring.
Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda. Lebih dari 10% masyarakat Indonesia mengakses internet. Jejaring sosial seperti Facebook dan pendahulunya Friendster, membuat orang lebih berani terbuka di ranah daring. Transaksi uang sudah banyak yang berani melakukan, meski masih sebatas transfer rekening dalam pembayarannya. Kebiasaan pengguna internet Indonesia dalam menggunakan kartu kredit sudah bisa terlihat saat mereka bertransaksi membayar hosting, beli template, beli gambar, hingga belanja buku di Amazon.
Mungkin karena beragam kondisi itu, banyak “orang gila†yang memanfaatkan momentum ini untuk membangun bisnis berbasis dotcom. Kita sempat mengenal para anak muda yang berjibaku membangun situs microblog berbasis lokasi Koprol.com, yang berujung pada diakuisisinya situs ini oleh Yahoo! Cukup banyak pula situs jejaring sosial yang bermunculan dan masih bertahan, dari Fupei.com, AkuCintaSekolah.com, dan kini ada BundaGaul.com. Nggak sedikit pula yang pernah terdengar lalu tenggelam seperti Moodmill.com, Kafebalita.com, dll. Kini ada pula Gantibaju.com dan Urbanesia.com yang sepertinya mulai naik daun di kalangan pengguna di ranah daring.
Sebenarnya masih banyak lagi situs-situs lokal (yang jujur saja, nggak semuanya pernah kedengeran) yang ikut meramaikan dunia dotcomer masa kini. Mereka kini dikenal dengan istilah para startup lokal. Baca saja liputan blog Dailysocial.net yang bikin terheran-heran, “Eh, ini situs apa lagi ya? Kok baru tau saya?†Bahkan pernah ada kejadian dalam 1 bulan muncul 3 situs dalam kategori sama, social commerce. Seakan-akan semua pengembang punya semangat baru untuk membuat sesuatu yang baru.
Terlepas dari apakah benar situs-situs baru ini punya pangsa pasar yang jelas, keberadaan mereka semua diakui membangkitkan semangat baru di ranah dotcomer Indonesia. Seorang mahasiswa atau murid SMU-pun terpancing untuk ikut membangun bisnis di dunia dotcom baru ini. Biarkan persaingan sehat yang menentukan siapa yang akhirnya menjadi pemenang.
Para startup lokal pun kini lebih beruntung. Pertama, diakuisisinya Koprol oleh Yahoo membuat Indonesia menjadi semakin dilirik oleh investor kelas dunia. Kedua, ada gerakan dari bawah yang ikut mendukung perkembangannya. Sebut saja pertemuan bulanan para startup lokal yang digagas oleh Natali Ardianto, Nuniek, dan Sanny Gaddafi (Sagad). Lalu yang lebih heboh adalah keberadaan SparXup Award yang digagas oleh Semut Api dan Dailysocial.net.
Melalui SparXup Award, para startup lokal bisa berkompetisi memperebutkan hadiah 200 juta untuk 2 pemenang dan coaching selama 6 bulan oleh tim SparXup. Syaratnya adalah sebagai berikut:
- Perusahaan digital StartUp yang tidak berada di bawah brand besar.
- Beroperasi di bawah 3 tahun.
- Memiliki staf dan pekerja di bawah 20 orang.
- Penghasilan di bawah Rp 1 Miliar setahun.
Ada 8 kategori penghargaan yang akan diberikan untuk acara SparxUp Award 2010 ini:
- Best social network site.
- Games.
- E-commerce.
- Mobile apps.
- WAP.
- Portal.
- User generated content.
- Use of technology.
Bagi para dotcomer muda yang tertarik, silakan kunjungi saja situs resminya dan daftarkan situs kalian. Registrasi akan ditutup pada tanggal 15 Oktober 2010. Siapa tahu karya Anda dinilai paling kreatif dan kompetitif dalam hal bisnis. Silakan coba saja, nggak ada ruginya kan?


[...] Baca Detail Iklan: Media Ide » Blog Archive » Menyambut SparXup Awards 2010 [...]
Menarik disimak siapa yang akan MENJURA ….
Ajang yg akan menumbuhkan pengembang2 dunia it negeri ini. Siapa yg akan jd juara di ajang ini, patut dinanti.
Tank you. Greetings from the Speedy DNS
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.