Home » Online Branding

Saat Merk Lokal Dibela

11 October 2010 4,509 views 13 komentar

Pagi hingga siang tadi kejadian langka terjadi di Twitter. Dengan spontan pengguna Twitter berbagi cerita tentang mie instan Indomie. Ada yang bercerita tentang tips memasak, ada yang berbagi tentang rasa Indomie favoritnya, ada yang membandingkannya dengan mie instan merk lain, macam-macam. Asal muasal percakapan tentang merk ini dimulai kala Kompas memuat berita tentang dilarangnya mie instan ini beredar di pasar Taiwan.Katanya, Indomie mengandung bahan pengawet yang tidak sesuai dengan peraturan dan ketentuan keselamatan makanan di Taiwan. Terlepas dari apapun alasannya, berita ini memicu pembelaan terhadap merk mie instan populer itu di ranah Twitter.

Kalau biasanya brand bersusah payah menanamkan pesan komunikasinya di Twitter, kali ini yang muncul kebalikannya. Tanpa ada yang menyuruh, pengguna Twitter justru asyik berbicara tentang Indomie, sehingga sempat sejenak bertengger menjadi trending topic. Hihi, kalau saja marketing manager atau brand manager Indomie tahu, ia pasti nyengir-nyengir bahagia di sudut kantornya. Dampak isu Taiwan ini justru tidak membuat brand Indomie jatuh di ranah daring, tapi justru malah mengangkatnya. Akan lebih baik sih, kalau apa yang sudah berlangsung positif ini diikuti pula dengan pernyataan resmi pihak Indofood (sebagai pemilik merk), supaya warga di ranah daring pun bisa ikut menyebarkannya.

Kasus Indomie ini sebenarnya mirip dengan Tehbotol Sosro yang mengalami nasib serupa sekitar 2 tahun lalu. Isu hoax bahan pengawet dalam sebuah mailing list beredar cepat, sehingga meresahkan semua orang. Bisa dibilang sebetulnya Tehbotol Sosro dan Indomie punya brand equity yang kuat di benak pasar lokal. Kenapa dulu orang takut mengkonsumsi Tehbotol Sosro, sementara sekarang isu Indomie ini tidak membuat takut orang mengkonsumsinya? Lalu apa yang membuat warga daring di Twitter ramai-ramai membelanya?

Mungkin, sekali lagi mungkin, berikut ini beberapa sebabnya (monggo dikomentari atau ditambah):

  • Yang “menyerang” adalah negara luar, dalam hal ini Taiwan, sehingga kita yang sudah punya hubungan dekat dengan Indomie ikut merasa “terserang.” Nggak berbeda kalau kejadiannya adalah sobat kita yang diserang, kita tentu akan membelanya bukan? Sementara isu Tehbotol Sosro adalah murni kasus di dalam negeri, sehingga orang cenderung untuk mempertimbangkan lebih dahulu sebelum membela atau mengecam.
  • Indomie sudah sebegitu melekatnya dalam keseharian kita. Sejak lahir hingga sekarang, Indomie sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Pasti ada masa dimana kita nggak pernah lepas dari mie instan itu, entah saat kita sarapan, saat kita irit makan di kost, atau saat kelaparan di malam hari. Kebutuhan konsumsi akan Tehbotol Sosro tidak seprimer Indomie, sehingga ikatan batin yang tercipta tidak pula sekuat Indomie.
  • Indomie sudah menjadi alat pelepas rindu. Kalau ada yang akan tinggal lama di luar negeri, pasti ia akan membawa sedus Indomie untuk pelepas rasa kangennya akan Indonesia. Padahal, bisa jadi Indomie ini juga ada di negaranya, mengingat sebetulnya Indomie bisa ditemukan di 20 negara di dunia. Hal yang sulit kalau ia mau mengemas Tehbotol Sosro untuk dibawa ke luar negeri. Memang sih ada versi kotaknya, tapi tentu tidak senikmat merasakannya langsung dari botol.

Nah, rekan-rekan ada cerita lain?

Sekedar info tambahan, berikut ini iklan TVC Indomie di Afrika.

Foto: billboard Indomie terbaru di Salmiya, Kuwait oleh @pinot

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

13 komentar »

  • Tweets that mention Media Ide » Blog Archive » Saat Merk Lokal Dibela -- Topsy.com :

    [...] This post was mentioned on Twitter by willy gunawan, Ade Anom A, Damay Zykir Pasrahi, Amir Ammar, Media Ide and others. Media Ide said: new post: "Saat Merk Lokal Dibela" http://bit.ly/9Ip2b0 (thx om @pinot atas foto di kuwait-nya, pinjam ya) [...]

  • @claralila :

    Kalo gw liatnya bkn semata pembelaan krn yakin akan apa yg dibelanya, tp lbh ke sekadar lucu2an and upaya mencapai TT.

    Intermezzo sesaat dr timeline keluh kesah macet n politik :)

  • Outstandjing :

    Yang Om Pitra belum tulis:

    Berita ini sekaligus membuat banyak orang tahu (dan ingat), bahwa Indomie beroperasi juga di negara lain.

    Info sekilas ini menjadi lebih penting dari berita utamanya 'indomie dilarang di Taiwan', yang ada hanya perasaan kaget, sedikit geli, bangga, dan ingin membela.

    Karena itu, yang lebih penting utk Indomie sampaikan, bukan hanya sanggahan mengenai kandungan berbahaya (toh di sini gak ada yg kuatir), melainkan bahwa Indomie 'membawa nama bangsa di kancah bisnis internasional'

  • Arham :

    Kalau yg di cerca itu indomie rasa SBY saya sih setuju tapi kalau indomie yg khas anak kosan ya pribadi sih saya ikut FPI (FrontPembelaIndomie)

  • joe :

    konon katanya Indomie yang untuk Indonesia salah kirim ke Taiwan, tapi kok bisa ya….

  • ihsan :

    KEmaren saya melihat berita di SCTV, pihak berwenang taiwan melakukan razia.

    Saya menyesal tanggapan resmi dari pihak indofood. Indofood menyatakan bahwa produk yang diekspor ke taiwan telah memenuhi standar di negara taiwan.

    Lalu ketika ditemukan produk yang mengandung bahan terlarang di taiwan, indofood berdalih produk tersebut bukan ditujukan untuk pasar taiwan. lalu produk itu UNTUK SIAPA???

    bukankah di negara kita pengawasan begitu longgar.. jangankan yang resmi, produk ilegal yang tak terdaftar aja mudah ditemukan di negara kita. nah sekali lagi produk yang yang seharusnya masuk ke taiwan itu harus masuk ke pasar mana???

  • mawi wijna :

    Indomielezat belum mengeluarkan sabda…

  • Belajar Ngeblog di B :

    Dulu suka indomie tapi beralih ke sedap. Alasan yg dikemukakan diatas memang benar

  • Kunderemp :

    Kritikus Film, peraih Pulitzer, wartawan dari Chicago, Roger Ebert pernah mencantumkan Indomie sebagai kado natal yang sebaiknya diberikan pada orang lain lho..

  • West Java :

    secara tidak langsung disadari atau tidak.. ini jadi promosi yang baik bagi indomie :)

  • Wahyu Kurniawan :

    #ihsan

    ada regulasi tersendiri untuk masing-masing negara. dan itu memang di atur juga oleh badan pangan internasional untuk ambang batas maximal.

    kebetulan, taiwan memiliki aturan yang beda. jadi ya tidak bisa disalahkan juga donk kalo indomie ada beberapa versi untuk masing-masing negara. seperti halnya label SNI untuk helm import :))

    hehe.. tp sy sendiri sudah lama mengkonsumsi makanan masakan sendiri, hanya sesekali makan diluar. masakan yang dimasakpun cenderung yang alami, tanpa penyedap dsb.. jadi bisa lebih yakin dengan apa yang masuk dalam tubuh kita.

  • Media Ide » Blog Archive » Indomie dan Rapper :

    [...] banyak negara. Nggak hanya Asia, brand Indomie itu sudah sampai di Timur Tengah, hingga Afrika. Di tulisan terdahulu, bisa dilihat foto sebuah billboard besar Indomie di Kuwait. Bahkan pembelaan teradap brand ini [...]

  • try samsuri :

    Good analysis, jadi teringet kata pr kondang silih, manajemen isu ataupun krisis malah bisa berdampak positif ke brand atau perusahaan tersebut, tergantung PR nya mengelola isu tersebut, mohon izin, saya posting di blog saya yaaa.. thanks

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge