Home » Online Living

Pelampiasan Stres di Social Media

26 October 2010 2,527 views 9 komentar

Sore hingga malam kemarin bisa dibilang hari terparah yang dialami Jakarta dalam setahun ini. Hujan di Jakarta memang selalu berakibat genangan dan banjir, namun belum pernah hingga separah semalam. Katanya lebih dari 30 titik utama terendam air. Boro-boro mobil dan motor, angkutan umum seperti TransJakarta, bus umum, hingga KRL saja mati kutu. Banyak yang akhirnya memutuskan berjalan kaki (termasuk penulis blog ini) daripada tersiksa dalam kendaraan yang bergerak lebih pelan daripada siput. Banyak yang akhirnya terpaksa menginap di kantor, hotel, atau rumah teman terdekat, daripada menunggu tak jelas kapan kemacetan mereda.

Semua informasi seputar kemacetan bermunculan di portal berita dan social media. Mereka yang terjebak tak bergerak dalam mobil pastilah stres luar biasa. Ada yang bilang butuh waktu 5 jam hanya untuk menempuh kurang dari 5 km. Mereka yang terjebak di dalam TransJakarta juga tak bisa berbuat apa-apa selain berdiri menunggu. Mereka yang menunggu di halte TransJakarta stres melihat antrian panjang di setiap koridor. Mereka yang menunggu KRL hanya menunggu pasif tanpa kejelasan kapan kereta tiba. Pelampiasan stres setiap orang tentu berbeda, dan Twitter serta Facebook menjadi medium ampuh dalam penyalurannya.

Yang paling sering adalah dengan mengeluarkan kata-kata makian. Emosi mau nggak mau keluar, baik lewat mulut ataupun lewat rangkaian kata-kata.

Ada pula yang mengungkapkan kekesalannya dengan lebih positif, melalui joke satir. Stres memicunya untuk mengkritisi kegagalan transportasi di Jakarta ini melalui serangkaian tweet dan status update kreatif yang pastinya bisa bikin telinga Fauzi Bowo terbakar.

Untuk mereka yang terpaksa berjalan kaki, beberapa di antaranya malah membagi kisah perjalanannya, dan melakukan dokumentasi foto di titik macet dan banjir yang mereka lalui.

Kalau Anda, bagaimana cara Anda kemarin melampiaskan stres di Twitter dan Facebook?

Kredit foto: @agvngardan

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

9 komentar »

  • Luhur :

    Syukur, saya tidak ikut stres jadi tidak perlu pelampiasan di social media. Malah geli sendiri saat baca tweet dan update status yang ada.

  • Purwoshop :

    Saya kalau kemarin kebetulan cuti om, jadi saya sangat bersyukur bisa berada dirumah dan menikmati timeline yg ada sembari bersyukur. Alhamdulilah tidak ikutan mencela yg negatif :)

  • Arham :

    Beruntung kemarin stay di depok … yg repot sekarang malah mau ke ambas betulin hape .. doakan yah semoga ngak banjir

  • dr.acer :

    Yang kerjanya Online atau naik Sepeda pasti merasa beruntung banget yah :D

  • sibair :

    saya jadi inget dulu kata2 bapak walikota… "banjir dan macet serahkan ke ahlinya" eh malah makin macet xD

  • ihsan :

    problem warga ibu kota..

    beruntung aku yang tak tidur di pangkuan ibu kota.

  • lukmanefendil :

    wadOoooh.. banjir.. macet panas ujan.. apa lagi ya.. :D keep smile aja.. yang penting berdoa untuk keselamatan negara ini :D

  • Rusa :

    maka dari itu, Rusa putuskan

    gak jadi stay di Jakarta

  • Tentang Keluhan dan Kemesraan Itu | Journey to Faschel :

    [...] yang dituliskan di sini dan di sono, sosial media menjadi tempat pelampiasan dan curhat. Saya pribadi sih, juga melakukan hal itu. [...]

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge