Pelampiasan Stres di Social Media
Sore hingga malam kemarin bisa dibilang hari terparah yang dialami Jakarta dalam setahun ini. Hujan di Jakarta memang selalu berakibat genangan dan banjir, namun belum pernah hingga separah semalam. Katanya lebih dari 30 titik utama terendam air. Boro-boro mobil dan motor, angkutan umum seperti TransJakarta, bus umum, hingga KRL saja mati kutu. Banyak yang akhirnya memutuskan berjalan kaki (termasuk penulis blog ini) daripada tersiksa dalam kendaraan yang bergerak lebih pelan daripada siput. Banyak yang akhirnya terpaksa menginap di kantor, hotel, atau rumah teman terdekat, daripada menunggu tak jelas kapan kemacetan mereda.
Semua informasi seputar kemacetan bermunculan di portal berita dan social media. Mereka yang terjebak tak bergerak dalam mobil pastilah stres luar biasa. Ada yang bilang butuh waktu 5 jam hanya untuk menempuh kurang dari 5 km. Mereka yang terjebak di dalam TransJakarta juga tak bisa berbuat apa-apa selain berdiri menunggu. Mereka yang menunggu di halte TransJakarta stres melihat antrian panjang di setiap koridor. Mereka yang menunggu KRL hanya menunggu pasif tanpa kejelasan kapan kereta tiba. Pelampiasan stres setiap orang tentu berbeda, dan Twitter serta Facebook menjadi medium ampuh dalam penyalurannya.
Yang paling sering adalah dengan mengeluarkan kata-kata makian. Emosi mau nggak mau keluar, baik lewat mulut ataupun lewat rangkaian kata-kata.
Ada pula yang mengungkapkan kekesalannya dengan lebih positif, melalui joke satir. Stres memicunya untuk mengkritisi kegagalan transportasi di Jakarta ini melalui serangkaian tweet dan status update kreatif yang pastinya bisa bikin telinga Fauzi Bowo terbakar.
Untuk mereka yang terpaksa berjalan kaki, beberapa di antaranya malah membagi kisah perjalanannya, dan melakukan dokumentasi foto di titik macet dan banjir yang mereka lalui.
Kalau Anda, bagaimana cara Anda kemarin melampiaskan stres di Twitter dan Facebook?
Kredit foto: @agvngardan

Syukur, saya tidak ikut stres jadi tidak perlu pelampiasan di social media. Malah geli sendiri saat baca tweet dan update status yang ada.
Saya kalau kemarin kebetulan cuti om, jadi saya sangat bersyukur bisa berada dirumah dan menikmati timeline yg ada sembari bersyukur. Alhamdulilah tidak ikutan mencela yg negatif
Beruntung kemarin stay di depok … yg repot sekarang malah mau ke ambas betulin hape .. doakan yah semoga ngak banjir
Yang kerjanya Online atau naik Sepeda pasti merasa beruntung banget yah
saya jadi inget dulu kata2 bapak walikota… "banjir dan macet serahkan ke ahlinya" eh malah makin macet xD
problem warga ibu kota..
beruntung aku yang tak tidur di pangkuan ibu kota.
wadOoooh.. banjir.. macet panas ujan.. apa lagi ya..
keep smile aja.. yang penting berdoa untuk keselamatan negara ini
maka dari itu, Rusa putuskan
gak jadi stay di Jakarta
[...] yang dituliskan di sini dan di sono, sosial media menjadi tempat pelampiasan dan curhat. Saya pribadi sih, juga melakukan hal itu. [...]
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.