Home » Online Living

Menghargai Karya Orang Lain

17 March 2011 6,207 views 24 komentar

Saat konten disebar secara digital, memang menjadi sangat rawan untuk dibajak. Kita sudah tahu lah ya tentang lagu-lagu yang dibajak di ranah daring. Saat musisi mengeluarkan album barunya, nggak lama album dengan seluruh lagunya dalam format MP3 bisa ditemukan dengan mudah di jagad maya. Hal yang sangat mudah dilakukan oleh setiap orang yang sudah kenal dengan internet.

Tidak hanya lagu, konten berupa foto dan tulisan pun rawan untuk dibajak. Sejak pertama kali ngeblog hingga sekarang, blogger pelaku copy paste (copas) selalu ada. Kebanyakan umumnya adalah blogger baru (yang mungkin belum tahu), yang lalu menyadur apa adanya tulisan dari blog atau portal lain, dan menaruhnya persis (atau hampir persis) di blog miliknya. Mereka bahkan tidak mencantumkan sumber aslinya, sehingga seakan-akan tulisan itu adalah tulisan karyanya sendiri. Simak tulisan Devi di blognya yang telah menjadi korban copas.

Bahkan bila seseorang mencantumkan sumber aslinyapun tidak berarti itu tindakan yang benar. Saat menyadur tulisan, cek ketentuan yang berlaku di situs atau blog sumber tulisan tersebut. Kalau memang tidak diizinkan oleh penulisnya, ya jangan dilakukan.

Lalu mungkin Anda bertanya, melakukan copas kan tidak melanggar hukum? Kalau ketahuan juga nggak akan diapa-apakan. Sebenarnya itu sudah terjadi pelanggaran hukum, hanya saja biasanya korban copas malas mengadukannya, karena membuang waktu. Namun bukan berarti pelaku copas akan bebas nyaman. Tekanan sosial pasti akan selalu ada. Ada banyak teman-teman di ranah daring yang sangat peduli dengan hal ini. Bersiaplah, karena pelaku copas akan mendapat kritikan, ejekan, hingga mungkin makian dari pelaku online lainnya.

Kasus rentan pembajakan lainnya adalah foto. Terkadang untuk tulisan blog (atau bahkan untuk kepentingan komersial), kita membutuhkan visual. Lalu dengan entengnya kita mencari di Google Images. Banyak sih yang pasti kita dapat. Hanya saja kita umumnya tidak pernah mengecek dulu sumber gambar aslinya, dan ketentuan yang berlaku terhadap gambar itu. Ada yang mengizinkan kita mengambil gambar itu dengan menyebutkan sumber aslinya. Ada yang tidak mengizinkannya sama sekali. Kalau mau lebih aman, silakan cari gambar di Flickr, lalu pilih opsi Creative Commons di bagian bawah. Pastikan gambar yang kita pakai itu bebas pakai atau tidak. Atau kalau punya modal berlebih, silakan beli dari situs-situs yang menjual stock foto.

Ada lagi konten video. Belakangan ini semakin banyak stasiun televisi lokal yang mengambil konten acaranya dari YouTube. Nggak ada yang salah dengan itu, asalkan stasiun televisi itu menyebutkan kredit pengunggahnya. Jangan menyebutkan sumber video dari YouTube atau Vimeo, karena itu nggak ada bedanya dengan menyebutkan nara sumber sebuah talk show adalah seorang manusia (ya pasti manusia kan?). Sebut kredit nickname atau nama lengkap pengunggah atau pembuat video aslinya. Mereka kan juga butuh mendapatkan atribusi kalau karyanya sampai ditayangkan oleh media lain.

Mari kita biasakan mulai menghargai karya orang lain. Kalau dalam setiap tulisan kita ada pemikiran/referensi orang lain, sebutkan dan berikanlah ia atribusi. Tanpa dia, bisa jadi tulisan kita malah akan jadi kosong, atau malah mungkin tidak ada sama sekali. Setiap foto/gambar yang kita tayangkan, kalau memang kita tahu pembuatnya, sebutkan nama dan tautannya. Tunjukkan kalau kita memang menghargai karya orang itu.

Kredit foto: Emberflylayouts

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

24 komentar »

  • Kampung Perawan :

    Mungkin jika ada seseorang yang merasa dirugikan dengan aksi copas. Kalo menurut saya mendingan “Korban” langsung datangi tuh situs pelaku dan suruh hapus itu postingan.

    Sebenernya meski “pelaku” tidak menyebutkan sumber, google udah tahu itu karya siapa.. asal belum di “rewrite”.

  • BLOG Personal @kurniasepta :

    Kalo yg sy lakukan adalah mengambil photo orang lain untuk ilustrasi. Maaf :(

  • budiono :

    betapa sakit hatinya ketika karya yang dibuat dengan jerih payah, tiba2 diambil orang begitu saja dan diakui sebagai karyanya

  • @yoshife :

    sepakat gan… “Mari kita biasakan mulai menghargai karya orang lain. Kalau dalam setiap tulisan kita ada pemikiran/referensi orang lain, sebutkan dan berikanlah ia atribusi.” copas dari blognya @pitra :P
    @yoshife baru saja menulis..batu karas green canyon pangandaran

  • Pitra :

    @kampungperawan: seandainya semua yg copas sadar diri begitu ditegur sih nggak apa-apa, namun ternyata ada yang bebal, seperti yang terjadi dengan blog post-nya Devi (tautannya saya sebutkan di atas).

  • Antyo Rentjoko :

    Sederhana saja. Kalau para pelaku ditanya apa rela tulisan dan jeptetannya, atau sketsanya, diambil dan diakui orang lain lanats diakui sebagai karya dia, bahkan buat nyari duit, dia rela gak? Sejauh pengalaman saya, jawabannya adalah mrèngès :D

  • mawi wijna :

    hhmm… kita buat saja artikel yang tak mungkin bisa di-copas. Seperti menceritakan pengalaman pribadi yang dilengkapi dengan dokumentasi ber-watermark. Hingga kalau ada pihak yang meng-copas artikel kita, secara tidak langsung ia wajib meniru apa yang kita lakukan.
    mawi wijna baru saja menulis..Oki yang Jalan Kaki ke Sekolah

  • fairyteeth :

    Yg parah kalo udah kayak yg masak2 itu.. Ujug2 jadi buku (abal-abal), inget @ditut dan para teman2 berani baking nya

  • Suke :

    Klo ditegur sadar mungkin karena nggak tau ssih, web saya malah ada yang copas, dah gitu gambar dah dikasih watermark, sempat sempatnya watermark diilangin, kita tegur ndableg, kita lapor ke webhosting, webhostingnya juga ndableg… Ter… la… lu…

  • sibair :

    Wah klo gambar lewat gugel memang sangat sering kita liat nyantol ke pasang di blog orang dan hanya di cantumkan atas nama google dan bukan nama orang pengunduhnya…

    Saya sempat baca di blognya mbak devi masalah copas itu mas. Dan membuat mbak devi men-disable klik kanan agar kontentnya tidak di copas lagi.. :D

  • Billy Koesoemadinata :

    bajak? kaya’nya ga.. nyantumin foto sih kadang2, tapi gue ngasih link sih di mana gue ngambilnya.

    kalo tulisan sendiri yang dicopas, yah.. udah pernah gue mengadu juga sama yang mengcopas, ada yang jera dan minta maaf sambil nyabut tulisan atau nyebut asalnya.. ada juga yang ga peduli dan malah sulit dihubungin dan terus tetep copas sampai seterusnya

    gondok

  • 4presentation :

    Iya sob… aku setuju banget…!!!!!!
    4presentation baru saja menulis..Spongebob Squarepants

  • kunderemp :

    Salah satu gambarku di-copas. Ada yang masang di blog, ada yang masang jadi foto profil di fesbuk.
    Aku sih senyum2 saja. Padahal di gambarnya ada signature-ku. :D
    kunderemp baru saja menulis..Tulisan Pak JB Kristanto 5 Maret yang lalu

  • kurniasepta :

    perlu kedewasaan dan kesadaran
    kurniasepta baru saja menulis..Ikuti lewat Email – Widget Baru Blogger

  • Rusa :

    berita2 di tv sekarang cuma asal nyomot aja video di YouTube, tapi gak sebutin siapa yg ngaplot, yg ngaplot kan bukan YouTube kanap sumbernya ditulis YouTube?

  • Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen :

    Sepakat….televisi nyontek you tube itu sudah keterlalu.

  • obat alami diabetes :

    walaupun sederhana dan apa adanya lebih baik karya orsinil sendiri,ada rasa puas,sekaligus sarana bejajar supaya jadi percaya diri,

  • Propolis Diamond :

    Sepakat…
    Kita harus menghargai karya orang lain bila karya kita ingin dihargai…
    Setidaknya kalau copas harus disertakan sumbernya..
    Propolis Diamond baru saja menulis..Kolesterol Tinggi Picu Kematian Mendadak

  • Media Ide » Blog Archive » Courtesy of YouTube :

    [...] Baca juga tulisan lama di blog ini tentang Menghargai Karya Orang Lain. [...]

  • Chandra B. :

    saya juga ngerasa ngenes gimana gitu kalo tau ada tulisan saya dicopas di blog lain. sebagian nulis sumber, sebagian nggak. dan saya makin gigit jari melihat blog yang hitnya tinggi walau isi artikelnya kebanyakan copas semua walau dengan menyantumkan sumber.

    tapi saya juga bukannya nggak berdosa. saya malah sering dengan sengaja nyari gambar di google tanpa menyantumkan sumber gambar. dan konten blog saya (di blogspot) saya juga sebenernya copas-terjemahan dari website luar. jadi, kayaknya memang udah hukum karma. sekali kita terlibat per-copasan, akan menjadi korban juga.

    lebih baik kalo di setiap tulisan di blog, kita masukkan unsur-unsur yang bersifat pribadi seperti pengalaman atau komentar pribadi tentang topiknya walau topiknya bersifat informatif yang dimaksudkan untuk digunakan banyak orang.

  • yopie :

    copas emang harus di basmi sampai akar2nya hee…nice post
    yopie baru saja menulis..Free Antique Furniture Appraisal

  • andina :

    segala konten yg aslinya punya orang lain entah berupa teks, foto dll wajib berikan sumbernya. daripada kena masalah nantinya

  • Yha :

    yups,, like this..
    aku korban plagiat ide dan foto2 anakku :’(

    semoga orang2 pelaku copas diberi hidayah oleh ALLAH SWT
    :D
    AMin

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge