Sedikit Cerita Tentang Komunitas
Seorang Howard Rheingold pernah menuliskan dalam bukunya Virtual Communities (1993)  tentang keberadaan orang-orang yang terhubung melalui jaringan maya. Definisinya saat itu adalah “when people carry on public discussions long enough, with sufficient human feeling, to form webs of personal relationships,†yang konteksnya sebenarnya masih relevan hingga saat ini.
Komunitas di ranah daring terwujud dari orang-orang yang terkumpul karena punya kedekatan emosional (meskipun belum tentu pernah bertemu wajah). Biasanya kedekatan itu akan semakin terlihat saat kegiatan kumpul-kumpul kopdar dilakukan. Sebelumnya kita hanya mengenal nickname dan avatar. Saat bertemu, wajah yang sebelumnya cuma diimajinasikan pun terlihat nyata. Pastinya, tatap mata akan membuat orang-orang yang tergabung dalam komunitas akan semakin dekat.
Di Indonesia, komunitas virtual bisa ditemukan di banyak tempat. Di dalam mailing list, forum, Kaskus, Facebook, Twitter, Koprol, blogger, dll. Bahkan untuk situs sebesar Kaskus, Facebook, Twitter, atau Koprol, terbentuk pula banyak sub komunitas di dalamnya. Di Twitter misalnya, para penggemar @fiksimini sering berkumpul. Ada pula komunitas pecinta budaya seperti @kopdarbudaya yang sebulan sekali sering ngobrol ngalur ngidul hingga malam. Di Facebook, komunitas terbentuk dari banyak Facebook Page dan Facebook Groups. Di Kaskus bahkan ada sub komunitas Kaskus regional yang kerap kali berkumpul dan beraktivitas offline bersama.
Umumnya komunitas virtual ini bebas dimasuki siapa saja. Hanya saja, seperti biasanya, saat ada orang baru hendak ikut serta, nggak lalu membuatnya berani langsung aktif. Umumnya siklus bergabungnya seseorang dalam komunitas adalah sebagai berikut:
- Lurker
Saat orang belum bergabung. Masih mengintip-intip para komunitas ini biasanya mengerjakan apa ya? - Novice
Saat pertama kali bergabung. Mungkin suaranya belum banyak terdengar, tapi setidaknya beberapa anggota komunitas sudah mengenalnya. - Regular
Sudah menjadi anggota biasa. Aktif, cukup dipercaya, dan sering berbagi, sehingga anggota lain pun senang dengan keberadaannya. - Leader
Saat ia menjadi panutan para anggota komunitas lainnya. Ia sangat dipercaya, jujur, otentik, aktif berinteraksi, selalu konsisten dalam setiap tindakan. Untuk mencapai tahap ini jelas butuh waktu lama, karena tidak mungkin mendapatkan kepercayaan secara instan dari para anggota lainnya. - Elder
Saat seseorang mulai jenuh dengan komunitas yang sudah digelutinya. Bisa jadi ia mulai punya perubahan pandangan. Bisa jadi anggota komunitas sudah sangat besar dan ia mulai tidak merasa nyaman dan aman di dalamnya.
Bergabung di sebuah komunitas itu menyenangkan. Bisa jadi akan punya teman baru, relasi bisnis baru, kesempatan baru. Yang perlu diingat adalah, di komunitas manapun kita bergabung, bersikaplah yang jujur dan otentik, agar orang pun percaya dengan kita dan mau menerima kita bergabung dalam komunitasnya.
Tulisan ini juga merupakan rangkuman berbagi cerita di hari Jumat, 27 Mei 2011 kemarin saat ulang tahun pertama FreSh Surabaya.





wuhihihi manteb..jadi yang kemarin dateng telat tetep bisa tau presentasi mas pitra ya..
“Yang perlu diingat adalah, di komunitas manapun kita bergabung, bersikaplah yang jujur dan otentik, agar orang pun percaya dengan kita dan mau menerima kita bergabung dalam komunitasnya.”
Petuah yg harus diingat
kurniasepta baru saja menulis..Belajar Ngeblog di BLOG 1000 Follower 2000 Like
wah… ini baru sebagian kecil kan? maren pas dateng lebih banyak lagi materinya.. ^^ *baca catatan*
oo begitu ya ada tingkatannya, sekarang aku paham, terimakasih Pitra
Ngeliat life cycle komunitas…..Asyik juga nih teori…..ngerasain hampir semua level
Pada level elder, jadi inget omongan seorang kawan yang bilang dirinya itu “mantan blogger”
nice..
sepertinya saya sudah berada pada fase elder -.-’ hahaha..trus abis itu kemana ya saya??
sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
dan ikuti undian bagi-bagi duit ratusan ribu rupiah
sukses selalu!!
Makasih informasinya, salam kenal.
[...] giliran Pitra Satvika yang presentasi tentang komunitas. Presentasi Pitra direkap dalam blognya di http://media-ide.com. Berikut [...]
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.