Kampanye Perlawanan di Social Media
Setidaknya belakangan ini ada 2 kampanye yang berjalan di Twitter, yang langsung mendapat perlawanan langsung dari audiensnya. Sial banget memang 2 kampanye ini, karena reaksi pengguna social media benar-benar jujur (dan kejam).
Yang pertama adalah kampanye bertagar #ihateslow yang diprakarsai oleh akun Twitter @i_hateslow. Bionya di Twitter: “Gue benci LAMA, LELET, LAMBAT LEMOT, PELAN, dan kawan-kawannya. Lo benci juga? Follow gue!” Kampanye ini juga dibantu oleh beberapa buzzer yang menginisiasi percakapan apapun yang berhubungan dengan ketidaksukaan akan lambat.
Akhirnya terbuka kalau kampanye ini adalah untuk promosi produk internet terbaru dari Smartfren. Situs www.ihateslow.com pun diluncurkan. Isinya mendapat reaksi positif (dan juga banyak yang negatif). Bisa dilihat dari komentar-komentar yang bermunculan. Di satu sisi, ada keberanian untuk brand Smartfren untuk berani berjanji, dan siap ditegur konsumen kalau janji-janji itu tidak terlaksana. Sekarang tinggal kemampuan brand itu sendiri untuk bisa deliver. Kalau nggak ya, siap-siap saja untuk menerima komentar negatif yang banyak, yang bisa berbahaya ke brand itu sendiri (atau alternatifnya, komentar yang muncul di situs disensor – meski nggak ok banget kalau begitu).
Aksi perlawanan nyata lainnya adalah pertarungan taga #garagarasusu yang diusung akun @garagarasusu dan tagar #kibulansusu yang diusung oleh @erikarlebang. Belum tahu siapa yang melakukan kampanye @garagarasusu, meski kampanye ini sudah dilakukan secara offline hari Minggu kemarin di Senayan. Tagar #garagarasusu ini juga dibantu oleh beberapa buzzer yang membantu inisiasi percakapan di Twitter.
Sialnya, tagar ini tiba-tiba mendapat perlawanan dari #kibulansusu, yang melihat perspektif lain dari susu itu sendiri. Berikut ini cuplikannya.
Kalau melihat perlawanan yang diberikan oleh #kibulansusu, ada baiknya siapapun yang memegang akun @garagarasusu bisa berbagi informasi yang ilmiah pula, yang nggak kalah dengan argumen #kibulansusu di atas. Selanjutnya, biarkan nanti publik yang menilai argumen mana yang dianggap benar.




Wah kalau perlawanan buat teleco mah sudah banyak banget
Yang menarik, justru pertarungan terbuka antara #garagarasusu versus #kibulansusu
Fenomena yang membuktikan social media menjadi lapangan yang datar buat siapapun yang bermain didalamnya
bukik baru saja menulis..10 Poin Penting Dalam Social Media Policy
this is warrrrr LOL
didut baru saja menulis..Berbagi Bersama SM*SH
Kalo masih promo biasanya aksesnya cepat selanjutnya sudah banyak pengguna pasti lambat lagi
Yang berilmu ditunggu penjelasannya
Obat Anti Rokok baru saja menulis..Kebakaran Gunung Sumbing Diduga karena Puntung Rokok
benar tu, biasanya cepetnya untuk sementara saja #perlawanan :p
Kurnia Septa baru saja menulis..Download Template Blogger Schemer Mag
Artikel yang menarik
Mungkin ada benarnya #kibulansusu buah dan sayur is the best for our body plus sesekali minum susu atau sesuatu yang dari hewan,
pengalaman pribadi, dulu banyak penyakit2 sepele dan aneh2, yang dokter pun malah ketawa saat kita konsultasi, (dokternya pada banyak yang gak punya empati ternyata), ke pengobatan alternatip, gak dikasih obat cuman disuruh jangan makan daging and susu, boleh konsumsi tapi sekali saja dalam seminggu, eh, ajaib, penyakit penyakit aneh tersebut pada ilang….
tag “i hate slow” sepertinya bakal jadi bumerang buat provider itu.. biasanya provider di Indonesia cepetnya pas masa promo aja.. inget si “AH*”??? sekarang tetep aja youtube buffernya lama kl pake dia..
blog walking.. http://achmadbagoes.web.id/
wow… indikasi adanya pertarungan antar brand yang sedang bersaing, hehehe… ini tinggal pinter-pinternya orang PR untuk klarifikasi dan bikin pernyataan yang bisa mematahkan argumentasi lawan dan menguntungkan diri sendiri, dengan tetap menjunjung tinggi data valid sebagai sebuah kebenaran dalam mengungkapkan fakta sebenarnya tentang susu ^^
syukrr baru saja menulis..Kuli Bangunan vs Pengemis
Tinggalkan komentar Anda!
Facebook Page
Books
Media Ide Friends
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.