Tingkat Kepercayaan di Indonesia
Semalam teman-teman di IndoPacific Edelman berbagi informasi menarik tentang tingkat kepercayaan di Indonesia, menggunakan metode pengukuran Edelman Trustbarometer (yang memang sudah sering mereka pakai sejak tahun-tahun sebelumnya). Isi presentasinya sendiri bisa dibaca saja salindianya berikut ini:
Sudah dibaca? Banyak sih memang bahasannya. Ada pengukuran yang membandingkan tingkat kepercayaan Indonesia dibandingkan negara-negara lain. Ada juga yang membahas tingkat kepercayaan audiens terhadap lembaga korporasi, industri, dan media, dibandingkan dengan rata-rata negara lain di dunia.
Hasil survei juga menunjukkan kalau audiens butuh 3-5 kali menerima informasi sebelum akhirnya percaya terhadap informasi tersebut. Dibandingkan tahun sebelumnya, audiens juga semakin percaya terhadap informasi yang disampaikan melalui media tradisional, media daring, dan hebatnya audiens pun semakin mempercayai informasi yang disampaikan via social media.
Kalau tahun sebelumnya, individu biasa (seperti kita) masih tidak bisa diandalkan sebagai sumber informasi, di tahun ini justru kepercayaan terhadap individu biasa seperti ini meningkat. Artinya, bisa jadi kita semakin lebih percaya apa kata teman, saudara, relasi kita daripada orang-orang yang berada jauh di lingkaran kita.
Kalau melihat data yang disampaikan Edelman ini, sebenarnya ada pertanyaan sih. Baiklah tingkat kepercayaan terhadap informasi di social media meningkat, apalagi kalau disampaikan oleh teman kita sendiri. Masalahnya, apakah benar informasi yang disampaikan itu berdasarkan fakta yang benar?
Ingat nggak, pengguna social media di Indonesia itu punya satu kebiasaan buruk terkait dengan ini. Kalau ada yang melempar info di Twitter, misalnya tentang seseorang meninggal, dengan santainya banyak yang melakukan retweet dan menyebarkan, tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi apakah itu hoax atau fakta. Begitu di linimasa kita melihat beberapa tweet serupa, kita langsung saja ikut menyebarkan.
Nggak berbeda dengan penyebaran informasi yang disampaikan melalui BBM. Asalkan ada pengguna BBM yang membaca informasi dari temannya yang layak untuk disebarkan (karena ia menganggapnya penting), maka dengan gampangnya ia melakukan broadcast message. Padahal belum tentu juga informasi yang dibacanya benar.
Mudah-mudahan saja, seiring dengan terus meningkatnya tingkat kepercayaan di Indonesia ini, bisa diikuti dengan penyebaran informasi yang lebh bertanggung jawab pula. Semua tentunya kembali ke diri kita sendiri. Cek dahulu kebenaran sumber informasi sebelum kita menekan tombol Send.


[...] Tulisan ini ditayangkan juga di blog Media Ide. [...]
Infografiknya dapat dari mana?
Lebih menyederhanakan
Meski tetap saja masih terlalu kompleks. Jadi bingung gimana memaknainya….. *garuk2kepala
bukik baru saja menulis..Antara Akun Anonim dan Anonimitas Kita
@bukik: Semua data itu diberikan oleh IndoPacific Edelman. Bisa langsung tanya-tanya saja ke tim @digirangers kalau mau tahu lebih lanjut. Haha saya saja bingung kok bacanya. Mesti sambil dijelasin langsung baru paham benar maksudnya.
Nice info bro.
Mobiles10 baru saja menulis..SymTorrent v1.50 S60v3
memang sulit untuk menahan tidak menyebarkan, mungkin memang begitulah tipe orang Indonesia yg baik hati, suka menolong. Jadi melihat info yang terlihat penting langsung disebar.
Info grafiknya panjang dan rapi, temanya bagus,, artikelnya bisa dijadikan refenrensi nih slam kenal mas, moga sukses selalu
Rokim seid baru saja menulis..How to Play Texas Holdem, For Beginners
emang sudah jadi budaya kok, jadi memang agak susah buat ngilangin kebiasaan untuk begitu. mudah2 an aja informasi yg disebarkan memang benar apa adanya…
your post is nice..
keep share yaa, ^^
di tunggu postingan-postingan yang lainnya..
jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
terima kasih..
blognya bagus sekali..hehe
kebiasaan orang indonesia suka membantu jadi informasi apapun pasti di sampaikan ke teman atau saudaranya
obat herbal kanker payudara baru saja menulis..obat diare
Paparan yang menarik, tapi apakah data sudah pasti valid? But nice article..
Salam kenal..artikelnya yg bagus2,, saya liat2 ya untuk jd pembelajaran saya juga….makasih
siiip,,,setuju banget,,,sekarng orang semakin mudah percaya berita di media soial,,namun kebenaranya harus perlu dibuktikan dulu,,semoga semuany imbang,,bukan hanya hoax belaka. thanks buat infonya
blognya bgus… bisa buat pembelajaran buat diri saya….
postingan artkikel yang bagus gan…
i like it
mungkin kta bsa b’tukar info d web kmi http://unsri.ac.id
Lengkap juga datanya, kalo mau melakukan penelitian dari kampus bisa ngga mas ?lalu harus hubungi siapa?
izin share informasi mas :
Kontes SEO TOTAL HADIAH 30 JUTA
Seorang wartawan harus bisa mempertanggung jawabkan dengan baik apa yg ia wartakan.
informasi yang sangat bagus sekali gan ,
semoga bermanfaat dan berguna iyah gan ??
Tinggalkan komentar Anda!
Social Media Landscape in Indonesia 2012
Facebook Page
Books
Kategori
Arsip
Tag
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Artikel Terakhir
Komentar Terakhir
Setiap materi dalam blog ini boleh Anda kutip, sepanjang Anda mengikuti ketentuan Creative Common Attribution-NonCommercial-ShareAlike 2.0.
© 2005-2008 Media Ide. Didukung oleh PT Strategi Optima, menggunakan WordPress dengan theme modifikasi dari Arthemia.