Sudah lama nggak ke Surabaya. Saat mendarat, disuguhi dengan bandar udara internasional Juanda yang baru, yang masih resik dan sekilas bersuasana seperti bandar udara Changi di Singapura. Seperti biasa, fasilitas komuter baru pun nggak akan bisa lepas dari iklan. Jualan medianya terasa ada dimana-mana, meski sebagian tampak ditampilkan dengan cara yang tidak biasa. Yang paling unik adalah 2 media berikut: kereta troli dan garbarata.
Lihat saja kereta troli untuk pengangkut barang, yang diisi dengan ragam iklan A-Mild dengan gaya copy-nya yang khas, namun kontektual dengan suasana pusat komuter transportasi. Kalau nggak salah hitung, ada 4 varian iklan A-Mild di kereta troli ini: “Dibantu Mau Bantu Gak Mau,” “Buah Tangan Banyak Larangan,” “Lagi Enak Ngantri Malah Disalip,” dan “Udah Mendarat Niat Masih Liburan.” Nggak tau deh, apakah iklan-iklan A-Mild ini tayang pula di bandar udara lainnya.
Saat hendak pulang kembali menuju Jakarta, dari tempat tunggu keberangkatan, dengan leluasa kita bisa melihat pesawat parkir dengan garbarata (skybridge atau bahasa ndeso-nya belalai) yang menghubungkan pesawat dengan terminal bandara. Kalau di Jakarta, garbarata ini hanya ditempeli iklan maskapai penerbangan. Namun kalau di Juanda, garbarata yang bisa dilihat oleh ratusan orang di tempat tunggu ini sudah ditempeli dengan beragam iklan rokok. Salah satunya yang cukup mendominasi adalah iklan Gudang Garam.
Lumayan lah sejenak berlibur ke Surabaya, sebelum esok sudah harus kembali lagi ke kehidupan “normal.”