Akhir minggu ini film layar lebar Superman kembali muncul. Sudah banyak yang membahas tentang film ini. Beberapa kritikus bahkan memuji film arahan Bryan Singer ini. Sutradara ini sebelumnya berhasil menerjemahkan karakter X-Men ke layar lebar dengan sentuhan menarik, tanpa menghilangkan karakterisasi tokoh-tokoh di dalamnya. Mudah-mudahan hal serupa terjadi pula di film Superman Returns ini.
Penokohan Superman sendiri, maupun asal-usulnya, sebetulnya sudah berulang kali diceritakan ulang, dengan berbagai versi. Versi komiknya sendiri pun berbeda-beda. Versi terakhirnya bisa dibaca di mini seri Superman: Birthright tahun 2004. Hampir setiap 20 tahun sekali, karakter Superman, dan karakter-karakter utama dari komik terbitan DC, seperti Batman, Wonder Woman, ini selalu direjuvenasi. Asal-usul, sifat, perilaku karakter berikut penceritaannya, diolah dan disesuaikan dengan karakteristik pembacanya. Hal ini dilakukan untuk menarik pembaca baru, yang dulunya masih bayi namun sekarang sudah memiliki uang saku dan melakukan pembelian.
Setiap rejuvenasi akan selalu dihadapkan dengan pro dan kontra. Bagaimana menyikapi tren pembaca baru yang masih muda, dan mempertahankan pembaca loyal yang sudah semakin dewasa. Menghidupkan karakter fiktif hingga membangun emosional pembaca memang tidak bisa dilakukan dengan mudah. Bercerita pada pembaca yang sudah sangat melek internet dan terbuka wawasannya tentu akan berbeda dengan bercerita pada pembaca 20 tahun lalu. Dahulu batas antara hitam dan putih, kejahatan dan kebaikan, bisa digamblangkan dengan jelas. Sekarang, membuat cerita seperti itu malah membuat pembaca bosan.
Bila ingat cerita-cerita komik pada tahun 1980-an, semua terasa sangat sederhana, dibandingkan cerita komik sekarang. Untuk para pembaca yang sudah terbiasa main online game dengan cerita yang rumit, para pembuat cerita komik juga harus bisa mengembangkan karakter dalam komiknya menjadi lebih kompleks (bahkan kadang membuat pusing kepala). Karakter Superman yang di tahun 1980-an lebih kuat super dibanding man-nya, kini dibalik. Unsur manusiawi sangat kuat dimasukkan. Tokoh Clark Kent dibuat lebih menarik daripada tokoh Superman itu sendiri. Kehidupan pribadi Clark Kent pun dibuat lebih menarik, dari hubungan dengan orang tuanya, hubungannya dengan Lois Lane hingga ke jenjang pernikahan, sampai pada dampak emosional yang dirasakan para karakter di sekeliling Superman saat ia meninggal hingga hidup kembali.
(lanjut?)