Info dan artikel baru seputar advergame, animasi, komik, video, viral, dan website.
Dodge Beriklan di Komik
Kategori: Comic, Print — Pitra @ Saturday, November 18, 2006, 10:42 am

DodgeCara beriklan seperti ini sebenarnya sudah lama muncul di komik-komik US. Produk terlihat di-endorsed oleh karakter superhero. Hanya saja, yang umumnya beriklan seperti ini adalah produk anak-anak dan remaja, seperti mainan, sereal, snack, film, dll.

Apakah mungkin segmen Dodge juga bergeser ke arah para pembaca remaja? Tapi kalau remaja, gaya visualnya kok seperti iklan untuk anak-anak ya?

Rejuvenasi Karakter
Kategori: Knowledge, Comic — Pitra @ Tuesday, June 27, 2006, 3:25 pm

Akhir minggu ini film layar lebar Superman kembali muncul. Sudah banyak yang membahas tentang film ini. Beberapa kritikus bahkan memuji film arahan Bryan Singer ini. Sutradara ini sebelumnya berhasil menerjemahkan karakter X-Men ke layar lebar dengan sentuhan menarik, tanpa menghilangkan karakterisasi tokoh-tokoh di dalamnya. Mudah-mudahan hal serupa terjadi pula di film Superman Returns ini.

SupermanPenokohan Superman sendiri, maupun asal-usulnya, sebetulnya sudah berulang kali diceritakan ulang, dengan berbagai versi. Versi komiknya sendiri pun berbeda-beda. Versi terakhirnya bisa dibaca di mini seri Superman: Birthright tahun 2004. Hampir setiap 20 tahun sekali, karakter Superman, dan karakter-karakter utama dari komik terbitan DC, seperti Batman, Wonder Woman, ini selalu direjuvenasi. Asal-usul, sifat, perilaku karakter berikut penceritaannya, diolah dan disesuaikan dengan karakteristik pembacanya. Hal ini dilakukan untuk menarik pembaca baru, yang dulunya masih bayi namun sekarang sudah memiliki uang saku dan melakukan pembelian.

Setiap rejuvenasi akan selalu dihadapkan dengan pro dan kontra. Bagaimana menyikapi tren pembaca baru yang masih muda, dan mempertahankan pembaca loyal yang sudah semakin dewasa. Menghidupkan karakter fiktif hingga membangun emosional pembaca memang tidak bisa dilakukan dengan mudah. Bercerita pada pembaca yang sudah sangat melek internet dan terbuka wawasannya tentu akan berbeda dengan bercerita pada pembaca 20 tahun lalu. Dahulu batas antara hitam dan putih, kejahatan dan kebaikan, bisa digamblangkan dengan jelas. Sekarang, membuat cerita seperti itu malah membuat pembaca bosan.

Bila ingat cerita-cerita komik pada tahun 1980-an, semua terasa sangat sederhana, dibandingkan cerita komik sekarang. Untuk para pembaca yang sudah terbiasa main online game dengan cerita yang rumit, para pembuat cerita komik juga harus bisa mengembangkan karakter dalam komiknya menjadi lebih kompleks (bahkan kadang membuat pusing kepala). Karakter Superman yang di tahun 1980-an lebih kuat super dibanding man-nya, kini dibalik. Unsur manusiawi sangat kuat dimasukkan. Tokoh Clark Kent dibuat lebih menarik daripada tokoh Superman itu sendiri. Kehidupan pribadi Clark Kent pun dibuat lebih menarik, dari hubungan dengan orang tuanya, hubungannya dengan Lois Lane hingga ke jenjang pernikahan, sampai pada dampak emosional yang dirasakan para karakter di sekeliling Superman saat ia meninggal hingga hidup kembali.

(lanjut?)

Pengendara Angin
Kategori: Comic, Local Game — Pitra @ Saturday, June 3, 2006, 10:44 am

Wind Rider

Komik Wind Rider ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Komiknya sendiri berkisah tentang dunia masa depan yang sudah memasuki abad langit, dimana kota-kota kini berada di atas langit. Komik karya Is Yuniarto dan John Reinhart ini bisa Anda lihat preview beberapa halamannya di website mereka.

Di website ini pula, Anda bisa mengunduh game Wind Rider, yang diproduksi oleh mereka sendiri menggunakan aplikasi Game Maker. Bukan game yang kompleks, tapi setidaknya game ini ikut memberikan suasana abad langit yang diceritakan di komiknya. Silakan mencoba!

Wind Rider

Mendistribusikan Komik Brand
Kategori: Knowledge, Comic — Pitra @ Tuesday, May 23, 2006, 1:26 am

Komik merupakan salah satu media komunikasi yang menarik untuk brand, khususnya brand yang ditujukan untuk konsumen anak-anak. Penanaman pesan brand melalui penokohan dan penceritaan komik yang menarik merupakan salah satu kelebihan komik dibandingkan media lainnya. Namun, komik tanpa kanal distribusi yang benar, tentu juga tidak akan memberikan manfaat bagi brand.

Walls - Connello

Di Indonesia, penyaluran/distribusi komik karya dalam negeri secara umum hanya dilakukan melalui 2 cara, jalur mainstream dan independen. Jalur mainstream adalah dengan cara mendistribusikannya ke toko-toko buku utama. Promosi tambahan seperti materi POS (point of sales) masih diperlukan, untuk menarik perhatian konsumen akan komik tersebut. Jalur independen dilakukan dengan mendistribusikannya secara gerilya. Umumnya dilakukan dari event ke event. Cara yang relatif lebih murah, tapi lebih melelahkan. Masing-masing cara memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri.

Lalu, bagaimana dengan komik brand? Cara-cara di atas tetap bisa dilakukan, namun dengan masuknya brand dalam komik, muncul beberapa alternatif kanal distribusi. Cara yang umum dilakukan adalah menjadikan komik sebagai banded promo dari brand. Komik dikemas sebagai bagian dari kemasan produk, dan dijadikan alat untuk menarik konsumen untuk membeli produk. Trik yang paling umum dilakukan adalah dengan membuat beberapa seri komik dan menaruhnya secara acak di setiap kemasan. Karena anak-anak suka mengkoleksi sesuatu, cara ini memberikan peluang untuk meningkatkan penjualan dengan lebih cepat. Cara ini sebenarnya tidak hanya terbatas untuk banded promo berupa komik. Banded promo lain seperti mainan, cergam, kartu, bisa pula menggunakan cara serupa. Pengukuran melalui distribusi ini juga mudah, karena langsung terukur dari seberapa banyak produk terjual.

(lanjut?)

Komik Informasi
Kategori: Knowledge, Comic — Pitra @ Thursday, April 27, 2006, 1:41 am

Sudah tidak disangsikan kalau komik adalah salah satu media komunikasi cetak yang efektif. Bentuknya yang berupa narasi visual, dilengkapi teks dan gambar sebagai penguat visual, seakan mengajak pembaca untuk berimajinasi. Mungkin kita lebih banyak mengenal komik sebagai media baca yang menghibur, dengan persepsi kalau hanya anak-anak saja yang membaca komik. Tapi, pernahkah terpikirkan untuk memanfaatkan komik sebagai media komunikasi sosial, dengan target orang dewasa?

Leif Packalen dan Frank Odoi, dua komikus profesional yang banyak menangani komik informasi, mengatakan kalau komik bisa dipakai sebagai media ajar berbiaya rendah. Komik bisa dipakai untuk menjelaskan hal-hal yang sensitif seperti kesehatan (tentang kanker, AIDS, dsb), konflik SARA, hingga untuk membangun penyadaran kebersihan lingkungan sekitar.

Pembaca berharap untuk terhibur melalui alur drama dan humor dalam komik. Melalui komik informasi, drama dan humor tetap harus didahulukan. Penyampaian informasi maupun pesan pendidikan di dalamnya didapat saat pembaca menginterpretasi keseluruhan cerita. Bukan dengan jalan mendikte pembaca mana yang benar atau salah. Biarkan pembaca mengambil keputusannya sendiri setelah ia membaca keseluruhan cerita komik tersebut.

Commonwealth Department of Community Services and Health Australia

(lanjut?)

ragam sponsor
Join the GMI panel and get paid for your opinions! Floor FX A-BOX Rank My Wall Eye Pleasure
komentar terakhir
  • JonruPak, BelajarMenulis.com juga sedang mengadakan lomba blog, dengan konsep yang agak beda. Info selengkapnya di...
  • Widi Asmoromas pitra.. ini bagus nih :D thanks for sharing! sharing is not stealing
  • santiwow. gini dech, klo jadi kapitalis yang mukanya tebel. bilangnya cari duit buat kemanusiaan, tapi cari profit...
  • tungdeblang pool resto & loungedi kos2an temen saya,daerah pengadegan ada stiker kayak gitu…hehe… di...
  • simple_lifech4mL3yQHUMzZ,,LOwWw gUyZzz…gW Lgi biNgUn9 b4n93tzz nieEE..? 4d4 y6 m4w b4ntUin gw g4k???gw l4gy ad4...
  • wibigimana sih cara liat story board tvc . . . gw butuh bgt story boardnya baygon yang versi demam...
  • ulung prabowoDear Bajing Loncat, saya ulung dari Initiative media-saya sedang mengumpulkan data tentang perkembangan...
  • harryd.renaissance = keren!
ragam tautan
dari blog lain

dunia yang gatal

  • Tunggu...

eye pleasure

  • Tunggu...

RSSKQF