Arsip Artikel dengan Kategori Experiential
Experiential »
Hari ini adalah hari pertama perhelatan Echelon 2010 di Singapura. Acara yang dihadiri oleh banyak peserta dari beragam negara ini memang banyak dinantikan oleh para penggiat web di Asia, terutama mereka yang masih bersifat start-up (baru mulai). Acara ini diikuti oleh banyak eksibitor dari Indonesia, India, Singapura, Australia, dan beberapa negara lain. Yang ikut serta menjadi eksibitor dari Indonesia adalah Krazymarket.com, Tokopedia.com, Urbanesia.com, BukuQ.com, amn.co.id, Medresalabs.com. Seharusnya ada Koprol.com, tapi sejak diakuisisi Yahoo! Koprol sudah tidak dianggap start-up lagi.
Experiential »
Selama 3 hari ini, 26-28 Maret 2010, di Sentul City (sekitar 38 kilometer dari Cawang), sedang diadakan Indonesian Hot Air Balloon Adventure yang pertama. Sebenarnya sih, penggunaan balon udara raksasa ini telah dilakukan pada acara nikah massal di Lampung dan Palembang. Saksi dan penghulu beserta pilot naik dalam satu keranjang dan diterbangkan, lalu menjalankan akad nikah di udara (enak kan kalau ikut nikah massal dan dapat sponsor?).
Experiential »
Selama 3 hari kemarin berada di Axis java Jazz Festival dan mengaku diri sebagai seorang press, sehingga bisa bebas masuk menonton pertunjukan manapun, termasuk semua special show seperti John Legend, Babyface, Toni Braxton, dan Manhattan Transfer. Yang melelahkannya dibanding Java Jazz Festival tahun lalu adalah luasnya area JIExpo Kemayoran. Di satu sisi, kita nggak perlu berdesakan melewati kerumunan orang kalau mau berpindah dari panggung ke panggung (seperti terjadi tahun lalu). Di sisi lain, rentang lokasinya amat berjauhan, sehingga untuk berpindah dari acara di Ruang Lawu dan Semeru lantai 6 ke acara di Hall D cukup melelahkan.
Experiential »
Tanggal 30 Januari 2010 kemarin adalah perhelatan WordCamp Indonesia yang kedua, yang berlokasi di Universitas Gunadarma Depok. Penyelenggaranya masih sama, Mas Valent Mustamin. Kalau tahun lalu juragan WordPress sendiri, Matt Mullenweg, yang datang, di tahun ini salah satu lead developer-nya, Beau Lebens, yang berbagi cerita. Beau Lebens juga terlibat dalam pengembangan servis Intense Debate, aplikasi web yang dikembangkan oleh Automattic (seperti WordPress). Selain Beau, banyak pembicara lokal pula ikut berbagi cerita seputar WordPress, PHP, dan MySQL.
Book, Experiential »
Lebih tepatnya sih workshop cuma 2 jam, lalu sisa waktu yang 3 hari, murni dipakai untuk berlibur dan hura-hura. Setiap akhir tahun, Acer Indonesia mengundang beberapa perwakilan media untuk wisata bersama, sekaligus memperkenalkan aktivitas Acer yang sudah berjalan dan program Acer di tahun mendatang. Di akhir tahun 2009 ini, selain beberapa perwakilan media, Acer ikut pula mengajak 4 blogger. Selain pemilik blog Media Ide ini, ditunjuk pula Ndoro Kakung, Ollie, dan Fany untuk mengikuti Acer Workshop yang diselenggarakan di Lombok selama 3 hari
Experiential »
Kalau Anda perhatikan sejak 3 tahun belakangan ini, kegiatan brand activation yang merambah ke area mal, sekolah, hingga pagelaran event besar seperti Indonesia International Motor Show, Bobo Fair, Indocomtech, dll pasti tak lepas dari keinginan brand untuk lebih banyak berinteraksi dengan pengunjung melalui sebuah pengalaman tak terlupakan. Bentuknya bisa beragam, dari kolam mandi bola untuk anak-anak, kuis berhadiah, pagelaran musik dan dansa, hingga penyediaan aplikasi interaktif state-of-the-art yang spesifik disesuaikan dengan tema kampanye brand tersebut.
Experiential »
Kali ini ngobrolin yang berbeda sama sekali di Media Ide, yakni fesyen. Bukan, bukan berarti yang menulis blog ini mengerti fesyen. Haha, tidak sama sekali. Sama sekali buta fesyen, nggak kenal dengan nama perancang busana, nggak kenal juga dengan para top model sekarang. Hanya saja selama seminggu ini kata fesyen menjadi perhatian, karena acara megah dan glamour-nya Jakarta Fashion Week 2009. Jadi mumpung akhir minggu, bahasnya yang ringan-ringan saja ya!
Experiential »
Di hari kedua Blogfest Asia di aula utama diadakan HKBloggerCon yang menggunakan bahasa Cantonese. Di ruang terpisah, bagi mereka yang tak paham bahasa tersebut, bisa membuat acara diskusinya sendiri. Format yang dipilih untuk diskusi ini (katanya) mengikuti pola Barcamp.





