<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Media Ide &#187; Experiential</title>
	<atom:link href="http://media-ide.bajingloncat.com/category/experiential/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://media-ide.bajingloncat.com</link>
	<description>Where Indonesia's online branding, social media, and creativity is talked about</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:52:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Refleksi 2011: Dunia Online Nggak Asyik Tanpa Kopdar</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 01:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[axis]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[koprol]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[socmedfest]]></category>
		<category><![CDATA[ted]]></category>
		<category><![CDATA[twitalk]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4824</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan kopdar sepertinya sudah mendarah daging bagi netizen Indonesia. Aktif dulu di ranah daring, lalu pasti akan diikuti oleh ngumpul-ngumpul di dunia nyata. Makanya nggak heran, semakin banyak muncul komunitas baru yang pergerakannya dimulai dari ranah daring. Di tahun 2011 ini, bukan hanya kegiatan ngumpul-ngumpul yang diinisiasi komunitas yang semakin banyak, tapi juga muncul beberapa <em>event </em>berskala besar yang dihadiri kumpulan komunitas.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kebiasaan kopdar sepertinya sudah mendarah daging bagi netizen Indonesia. Aktif dulu di ranah daring, lalu pasti akan diikuti oleh ngumpul-ngumpul di dunia nyata. Makanya nggak heran, semakin banyak muncul komunitas baru yang pergerakannya dimulai dari ranah daring. Di tahun 2011 ini, bukan hanya kegiatan ngumpul-ngumpul yang diinisiasi komunitas yang semakin banyak, tapi juga muncul beberapa <em>event </em>berskala besar yang dihadiri kumpulan komunitas.</p>
<p>Berikut ini beberapa kegiatan yang berawal dari <em>social media </em>dan berakhir menjadi jumpa kopdar, yang diadakan di tahun 2011:</p>
<p><strong>Piknik Asik</strong></p>
<p>Akhir bulan Januari beberapa orang di Twitter mengajak siapapun yang mau untuk ikutan ngumpul bareng di taman. Bukan di mal, bukan di restoran, bukan di kafe, tapi di tempat terbuka. Kebon binatang Ragunan menjadi pilihan tempat kopdar pertama. Acaranya <em>fun</em>, murni piknik dan saling kenalan. Kegiatan ini lalu berulang kali terjadi selama setahun kemarin, hingga yang terakhir diadakan minggu lalu di Taman Monas.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4830" title="meetups piknikasik" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-piknikasik.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>TEDxJakarta</strong></p>
<p>TEDx adalah kegiatan independen para pecinta program TED. Sudah beberapa kali kegiatan ini dilakukan, dan pada bulan Maret kemarin, pengunjungnya membludak. Lebih dari 500 orang menghadiri kegiatan yang diselenggarakan di @america ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-tedx.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4832" title="meetups tedx" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-tedx.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg"><br />
</a></p>
<p><strong>Twitalk Anniversary</strong></p>
<p>Di akhir bulan April, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/03/ulang-tahun-perdana-twitalk/">Twitalk</a> (@twitalkID) yang setiap minggunya menyelenggarakan kegiatan tanya jawab di Twitter, menyelenggarakan ulang tahun pertamanya. Acara ini dihadiri oleh hampir semua orang yang pernah diajak tanya jawab di ranah daring. Banyak pelaku industri digital yang hadir di perhelatan ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg"><img class="aligncenter" title="meetups twitalk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-twitalk.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Kopfest</strong></p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh Yahoo! Koprol pada bulan Juli, sebagai peringatan 1 tahun sejak diakuisisinya Koprol oleh Yahoo! Yang hadir di acara ini memang kebanyakan adalah komunitas yang terbentuk di dalam Koprol itu sendiri. Acaranya lumayan meriah sih, penuh musik dan hiburan. Yang lucu, beberapa pengguna Koprol senior pun diajak untuk menjadi maskot di acara ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-kopfest.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4827" title="meetups kopfest" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-kopfest.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>Social Media Festival</strong></p>
<p>Mungkin inilah perhelatan terbesar <em>social media </em>di tahun 2011. <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/" target="_blank">Social Media Festival</a> diselenggarakan selama 3 hari di bulan September, menghadirkan puluhan komunitas, <em>brand</em>, organisasi, dan dihadiri puluhan ribu pengunjung. Yang membuat acara ini sukses adalah komunitas yang ikut berpartisipasi di dalamnya. Mereka yang menggaungkan sendiri acara ini. Bayangkan kalau puluhan komunitas itu menggaet massanya masing-masing dan menjadikan Social Media Festival ini sebagai sentra kopdar? Dampaknya sungguh luar biasa.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-socmedfest-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4831" title="meetups socmedfest 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-socmedfest-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>ON|OFF</strong></p>
<p>Ini adalah bentuk baru dari Pesta Blogger, karena dirasakan dunia <em>social media </em>jauh lebih luas, dan tak hanya mencakup blogger. Meski bentukan baru, sayangnya acara yang diselenggarakan masih mengikuti pola Pesta Blogger. Entah karena gaungnya sudah mulai melemah, atau karena sudah ada perhelatan Social Media Festival beberapa bulan sebelumnya, acara ini tidak seramai Pesta Blogger di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-on-off-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4828" title="meetups on off 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-on-off-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>PictFest</strong></p>
<p>Perhelatan ini bisa dibilang versi mikronya Social Media Festival. Dikelola oleh instansi yang sama, namun lebih fokus pada komunitas yang bergerak di dunia fotografi dan videografi. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari tepat seminggu setelah acara ON|OFF berlangsung.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-pictfest-2011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4829" title="meetups pictfest 2011" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-pictfest-2011.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p><strong>So-Me Playground</strong></p>
<p>Kalau mau ngomong perhelatan <em>social media </em>yang paling gagal adalah ya So-Me Playground ini. Untuk sebuah acara yang (seharusnya) berawal dari <em>social media</em>, acara ini sangat minim gaung <em>buzz-</em>nya. Bisa jadi karena acara ini memang diselenggarakan sendiri oleh <em>brand </em>Axis, tapi tidak melibatkan pergerakan komunitas di awalnya.</p>
<p>Akhirnya acara yang diselenggarakan di 8 kota ini bisa dibilang tak berbeda dengan acara konser musik biasanya. Di Jakarta acara ini dilakukan di Pantai Karnaval Ancol dengan pengunjung yang tak terlalu banyak. Katanya di kota-kota lain pun sepi pengunjung pula. Beberapa berkomentar di Twitter kalau bahkan para pelaku aktif <em>social media </em>di kota itupun malah nggak tahu ada acara ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-axis-so-me-playground.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4826" title="meetups axis so-me playground" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/12/meetups-axis-so-me-playground.jpg" alt="" width="530" height="398" /></a></p>
<p>Pastinya masih ada lagi acara-acara serupa yang diselenggarakan di berbagai kota. Kalau teman-teman punya info tentang ini, boleh loh diceritakan di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/12/20/refleksi-2011-dunia-online-nggak-asyik-tanpa-kopdar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngobrolin Brand, Agency, Buzzer, dan Quiz Hunter</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/27/ngobrolin-brand-agency-buzzer-dan-quiz-hunter/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/27/ngobrolin-brand-agency-buzzer-dan-quiz-hunter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 05:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[aqua]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[competition]]></category>
		<category><![CDATA[influencer]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4706</guid>
		<description><![CDATA[Obrolan seru FreSh di perhelatan <a href="http://www.socmedfest.com " target="_blank">Social Media Festival</a> hari pertama waktu itu membahas fenomena kampanye <em>brand</em> di <em>social media</em>. Acara dibuka lebih dulu oleh Pandu Padmanegara yang bercerita tentang Facebook Groups <em>social media</em> Strategist Club, yang berisikan orang-orang dari beragam latar belakang, yang mau berbagi ilmu demi pemanfaaatan <em>social media</em> yang positif di Indonesia. Belum gabung? Silakan kunjungi <a href="http://www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/" target="_blank">tautan ini</a> untuk melihat isinya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest03.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4707" title="freshsocmedfest01" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest01-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Obrolan seru FreSh di perhelatan <a href="http://www.socmedfest.com " target="_blank">Social Media Festival</a> hari pertama waktu itu membahas fenomena kampanye <em>brand</em> di <em>social media</em>. Acara dibuka lebih dulu oleh Pandu Padmanegara yang bercerita tentang Facebook Groups <em>social media</em> Strategist Club, yang berisikan orang-orang dari beragam latar belakang, yang mau berbagi ilmu demi pemanfaaatan <em>social media</em> yang positif di Indonesia. Belum gabung? Silakan kunjungi <a href="http://www.facebook.com/groups/Social.Media.Strategist/" target="_blank">tautan ini</a> untuk melihat isinya.</p>
<p>Selanjutnya ngobrol-ngobrol FreSh pun dimulai. Yang hadir kala itu: Joshua Gunawan (@joshuagunawan) dari Aqua Danone, Alderina (@alderina) yang sering berurusan dengan proyek <em>social media</em> di tempat kerjanya, Muhadkly Acho (@muhadkly) yang menanjak popularitasnya di Twitter, dan Henda Eka Putra (@hendraekaputr4) yang sering ikut kontes di Twitter dan Facebook dan sering menang.</p>
<p>Joshua sempat cerita kalau kampanye di <em>social media</em> memang dibutuhkan kalau <em>brand</em> ingin ngobrol dengan konsumennya. Kala <em>brand</em> ingin berinteraksi langsung dengan konsumennya. Untuk itu <em>brand</em> harus bisa menyajikan dirinya melalui sebuah personifikasi di akun <em>social media</em>.</p>
<p>Joshua berkata kalau objektif kampanye hanya untuk eksposur, sebenarnya promosi <em>brand</em> di televisi, radio, majalah, dan media konvensional lain sudah cukup. Jelas terbukti karena penetrasinya yang nasional. Hanya saja, <em>social media</em> membawa sesuatu yang berbeda dibandingkan media-media tersebut. <em>Social media</em> itu dua arah sehingga <em>brand</em> bisa bertanya dan mendapat masukan langsung dari konsumennya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest02.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4708" title="freshsocmedfest02" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest02-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Alderina menambahkan tanpa <em>brand</em> masuk di <em>social media</em>, <em>brand</em>-pun akan tetap dibicarakan. Kalau yang dibahas di ranah daring itu positif sih tidak masalah, namun kalau negatif? Salah satu alasan kenapa <em>brand</em> perlu hadir di <em>social media</em> adalah agar bisa menyeimbangkan komentar-komentar negatif itu dengan pengetahuan dan manfaat positif yang memang sejatinya bisa diberikan oleh <em>brand</em>.</p>
<p>Alderina juga berbagi cerita tentang profesi baru yang kini ia geluti. Kala kuliah dulu tidak ada yang terbayang kalau akan ada profesi baru di dunia ini dimana ia bisa menggunakan Twitter dan Facebook sebebas mungkin (karena memang menjadi tuntutan pekerjaan). Kenyataannya memang usia <em>social media</em> masih muda. Semua individu yang terlibat di dalamnya selalu masih harus terus belajar dan mencoba berkeksperimen langsung. Tidak ada hal yang salah dan benar. Kesempatan baru masih terus terbuka, dan semua orang masih bisa ikut belajar dan mencoba memanfaatkannya.</p>
<p>Hal serupa diceritakan oleh Acho. Ia belajar melalui tweet apa yang sebaiknya ia sampaikan kepada <em>follower</em>-nya. Kekuatan tweet adalah di kontennya. Acho memilih jalur humor dalam penyampaian tweetnya, karena ia melihat konten itulah yang dibutuhkan pengguna Twitter. Orang sudah pusing menghadapi kehidupan sehari-hari. Untuk banyak orang, Twitter menjadi alternatif konten hiburan. Terhadap merekalah, Acho menyampaikan pesan-pesan dalam tweetnya.</p>
<p>Konten tweet yang menarik lebih akan terasa maksimal kalau dikirimkan pada waktu yang tepat. Acho misalnya, jarang menulis tweet pada jam kerja. Biasanya ia mulai aktif saat makan siang dan saat masa pulang kantor. Seperti televisi, Twitter punya &#8220;<em>prime time</em>&#8220;-nya sendiri. Pastikan tweet kita tersampaikan pada masa banyak <em>follower </em>kita menyimaknya, supaya interaksi yang muncul pun bisa maksimal.</p>
<p>Putra, sebagai salah satu dari komunitas pemburu kuis ikut berbagi cerita. Ia sudah berpuluh-puluh kali mendapat hadiah dari kontes yang diadakan di Twitter dan Facebook. Entah sudah berapa banyak <em>gadget</em>vdan <em>voucher</em> yang ia terima. Ia bahkan pernah mendapatkan hadiah kesempatan berjalan-jalan pula bersama dengan keluarganya. Semua itu ia dapatkan karena ia intens dan bekerja sama dengan komunitasnya. Bahkan, mereka punya BBM groups tempat mereka berbagi informasi tentang kuis dan strategi untuk memenangkan kuis tersebut.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest03.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4709" title="freshsocmedfest03" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest03-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Putra juga memberi masukan kepada <em>brand</em> dan admin yang memegang akunnya di <em>social media</em>. Ia juga adalah konsumen <em>brand</em>. Sebagai konsumen yang ia pegang adalah janji langsung dari produsen. Dalam konteksnya di <em>social media</em>, yang ia pegang adalah janji yang diberikan oleh akun <em>brand</em>, termasuk salah satunya adalah kejelasan proses pelaksanaan kontes.</p>
<p>Acho juga menceritakan pengalamannya menjadi seorang <em>buzzer</em>. Ia harus mengolah pesan yang disampaikan oleh <em>brand</em> dan <em>agency</em>-nya dan menuturkannya dalam bahasa yang ia biasa gunakan. Terkadang memang tidak semua kampanye <em>brand</em> memiliki karakteristik yang sesuai dengan Acho. Misalnya, ia pernah diminta untuk membantu <em>buzz</em> yang mengandung pesan kesehatan, padahal Acho sendiri adalah perokok. Namun akhirnya dicapai kesepakatan kalau fungsi <em>buzzer</em> yang Acho lakukan hanyalah untuk mempromosikan situs (dan bukan pesan kesehatan). Kata Acho, buzz itu bisa dilakukan untuk 2 tujuan: menyampaikan pesan <em>brand</em> dan/atau sekedar untuk membantu meningkatkan <em>traffic</em> ke situs <em>brand</em>.</p>
<p>Joshua juga bercerita bahwa <em>buzzer</em> itu hanya sebagian kegiatan kampanye saja. Tidak melulu dibutuhkan <em>buzzer</em> dalam kampanye <em>social media</em>, karena ujung-ujungnya kembali pada objektif kampanye itu sendiri. Bisa saja promosi melalui <em>banner</em> di portal-portal lebih efektif dibanding menggunakan <em>buzzer</em> kalau memang objektifnya adalah mengejar <em>leads </em>untuk datang mengunjungi <em>website</em>.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest04.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4710" title="freshsocmedfest04" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/freshsocmedfest04-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Acara ngobrol-ngobrol FreSh ini berlangsung selama satu jam, sebelum akhirnya FreSh lanjut ke sesi berikutnya, yakni presentasi dari Angkie Yudistia (@angkieyudistia). Angkie pernah menjadi salah satu finalis abang none Jakarta yang kini sedang berkampanye membangun kesadaran agar masyarakat tidak gampang mengejek-ejek fisik seseorang, misalnya: menyebut seseoang itu autis, cacat mental, dsb. Angkie sendiri sejak kecil mengalami gangguan pendengaran. Di sesi ini, Angkie mengundang beberapa audiens untuk ikut dalam sebuah simulasi, agar mereka ikut merasakan bagaimana menjadi seorang difabel.</p>
<p>Perhelatan FreSh ini pun berakhir pukul 21:00 dan ditutup dengan foto bersama. Terima kasih untuk partisipan yang sudah hadir, serta seluruh panitia Social Media Festival yang membuat acara FreSh bulan ini menjadi lebih meriah.</p>
<p>Foto lebih banyak bisa dilihat di <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.251027081606549&amp;type=1" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
<p>Artikel ini sebelumnya sudah pernah dipublikasikan di <a href="http://www.freshyourmind.com/2011/09/fresh-fenomena-brand-di-social-media/" target="_blank">blog FreSh</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/27/ngobrolin-brand-agency-buzzer-dan-quiz-hunter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Hari di Social Media Festival</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 02:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[FreSh]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[socmedfest]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4694</guid>
		<description><![CDATA[Kamis hingga Sabtu, 22-24 September 2011 kemarin perhelatan besar <a href="about:blank" target="_blank">Social Media Festival (SocMedFest)</a> diselenggarakan di FX. Acara ini diselenggarakan bekerja sama antara tim <a href="http://salingsilang.com" target="_blank">Salingsilang.com</a>, <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">Dailysocial.net</a>, dan FX sendiri. Untuk yang sudah beberapa kali datang ke Pesta Blogger, acara SocMedFest ini punya karakteristik yang amat berbeda. Tiga hari, di dalam sebuah mal di pusat kota (yang memang punya karakteristik anak muda yang kuat), tersebar merata di 8 lantai mal, dan yang paling penting, bisa menggerakkan banyak komunitas untuk menggerakkan dan meramaikan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/09/socmedfest0.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Kamis hingga Sabtu, 22-24 September 2011 kemarin perhelatan besar <a href="about:blank" target="_blank">Social Media Festival (SocMedFest)</a> diselenggarakan di FX. Acara ini diselenggarakan bekerja sama antara tim <a href="http://salingsilang.com" target="_blank">Salingsilang.com</a>, <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">Dailysocial.net</a>, dan FX sendiri. Untuk yang sudah beberapa kali datang ke Pesta Blogger, acara SocMedFest ini punya karakteristik yang amat berbeda. Tiga hari, di dalam sebuah mal di pusat kota (yang memang punya karakteristik anak muda yang kuat), tersebar merata di 8 lantai mal, dan yang paling penting, bisa menggerakkan banyak komunitas untuk menggerakkan dan meramaikan.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest0.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4695" title="socmedfest0" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest0.jpg" alt="" width="530" /></a></p>
<p>Kebetulan juga, yang menulis blog ini ikut membantu mengisi acara di hari pertama, dengan menyelenggarakan perhelatan FreSh bulanan di atrium lantai satu FX. Waktu itu FreSh membuat <em>talk show </em>yang menghadirkan 4 individu yang menjadi <em>stakeholder </em>kampanya <em>brand </em>di <em>social media</em>. Tanggapan dari audiens pun luar biasa. Sayangnya memang, <em>sound system </em>yang dipakai kurang memadai untuk dipakai di sebuah atrium.</p>
<p>SocMedFest menghadirkan banyak sekali komunitas dan forum yang bergerak di ranah daring. Dari yang bermassa kecil, hingga yang beranggotakan banyak orang di berbagai daerah, tumplek blek di satu mal. Setiap komunitas dan forum itu menggerakkan anggotanya sendiri untuk ikut serta membantu dan meramaikan. Wajar jika selama tiga hari ini pengunjung yang hadir mencapai 43.000 orang. Seharusnya FX senang, karena hampir setiap restoran di sana ikut kebagian rejeki. Bahkan banyak restoran yang akhirnya kewalahan, karena tak siap menghadapi kerumunan massa sebanyak ini. Katanya, terakhir kali FX mendapat kunjungan sebanyak ini adalah saat FX menyelenggarakan Piala Dunia beberapa tahun lalu.</p>
<p>Lalu ada apa saja di SocMedFest? Ada diskusi olahraga, musik, film, <em>social media</em>, komik, finansial, gombalan, <em>fashion</em>, dan kayaknya apapun topik yang pernah ditemui di Twitter dan Facebook, ada di sini. Selain FreSh, juga ada Akademi Berbagi, Twitalk, @fiksimini, @anjinggombal, iPhonesia, Ayo Foto, Coin A Chance, Blood for Life, TEDxJakarta, Indonesia Bercerita, @keluarumah, Ganti Baju, Masyarakat Komik Indonesia, dan masih banyak lagi. Yang paling raksasa dan niat adalah Indonesia Berkebun, karena menghias satu ruangan penuh dengan tanaman-tanaman hijau. Bahkan ada sebuah peta Indonesia yang disusun dari ratusan tanaman hias. SocMedFest ini memang bisa jadi ajang memperluas pesan yang ingin disampaikan masing-masing komunitas dan forum (besar dan kecil).</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4697" title="socmedfest2" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest2.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4698" title="socmedfest3" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest3.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p>Yang menarik tentunya adalah menjalin silaturahmi dengan beragam teman yang sebelumnya hanya ditemui di ranah daring. Beredar dari satu <em>booth </em>ke <em>booth </em>lain, berkenalan dengan teman baru, menjalin relasi baru, menyapa teman yang sudah lama nggak ketemu, berbagi cerita. Kalau ada acara yang dibangun dengan sukses dan hidup karena komunitasnya yang ikut bergerak sendiri, ya mungkin baru SocMedFest ini yang bisa dibilang berhasil. Lihat saja banyak banget akun Twitter yang mempromosikan acara 3 hari ini dengan ikhlas. Bahkan kata “socmedfest” menjadi <em>trending topic </em>lokal saat berlangsungnya acara.</p>
<p>Bulan depan masih akan ada acara serupa yang akan kembali mengumpulkan netizen di satu tempat. Namanya ON|OFF, dengan Pesta Blogger menjadi bagian dari acara tersebut. Mudah-mudahan acara yang akan berlangsung selama 2 hari ini akan seramai dan semerah acara SocMedFest ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4699" title="socmedfest4" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest4.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4700" title="socmedfest5" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/09/socmedfest5.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/09/25/tiga-hari-di-social-media-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IdeaFest Conference 2011 (Bagian Dua)</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/30/ideafest-conference-2011-bagian-dua/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/30/ideafest-conference-2011-bagian-dua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 12:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firly Afwika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[creative]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[ideafest]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4598</guid>
		<description><![CDATA[IdeaFest Conference 2011 pun kembali berlanjut. Setelah istirahat makan siang, audiens pun dihibur dengan penampilan musik dari Bayu Risa yang sangat eklektik. Penampilan Bayu Risa ini mengantarkan kita pada sesi ketiga “<em>The Rise of Creative Collaboration</em>” yang menghadirkan Menteri Perindustrian M.S.Hidayat, Peter F. Gontha, Sandiaga Uno, dan dipandu oleh presenter handal Andy F. Noya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/ideafest.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><strong>M.S.Hidayat, Peter F. Gontha, Sandiaga Uno, dan Andy F. Noya</strong></p>
<p>IdeaFest Conference 2011 pun kembali berlanjut. Setelah istirahat makan siang, audiens pun dihibur dengan penampilan musik dari Bayu Risa yang sangat eklektik. Penampilan Bayu Risa ini mengantarkan kita pada sesi ketiga “<em>The Rise of Creative Collaboration</em>” yang menghadirkan Menteri Perindustrian M.S.Hidayat, Peter F. Gontha, Sandiaga Uno, dan dipandu oleh presenter handal Andy F. Noya. Diskusi ini dibuka dengan pemaparan dari M. S. Hidayat tentang bagaimana pemerintah mengembangkan industri kreatif. Beliau mengutarakan bahwa industri kreatif banyak dimotori oleh generasi muda dan masih menyimpan potensi yang sangat besar. Dalam kesempatan ini Pak Hidayat juga menyatakan bahwa <em>venture capital</em> bisa menjadi alternatif finansial industri kreatif.</p>
<p>Peter F. Goentha memeriahkan diskusi ini dengan menceritakan kisahnya membesarkan industri music jazz melalui penuturan yang jujur, cerdas, spontan, dan menghibur. Peter menjelaskan bagaimana kreativitas bisa dikembangkan menjadi komoditas. Ia juga menambahkan, “dibutuhkan konsistensi, persistensi dan persuasi untuk bisa menjual kreasi yang kita punya.”</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.22.11-PM.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-4599" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.22.11 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.22.11-PM-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a>Sandiaga Uno banyak menjelaskan tentang kendala yang sering dialami pekerja kreatif, “Bank sulit memberikan pinjaman ke industri kreatif karena kolateralnya <em>intangible</em>, akibatnya kebanyakan cuma sekedar jadi ide saja. Karena perbankan tidak didesain dan diregulasi untuk mendanai industri yang tidak memiliki kolateral dan <em>track record.</em>&#8221; Sandi juga menambahkan, “semakin kuat kelas menengah, semakin besar pula kebutuhan produk-produk untuk solusi dan <em>entertainment</em>. Karenanya, pelaku industri kreatif harus bisa melihat apa yang dibutuhkan 87 juta kelas menengah itu dalam 5 tahun ke depan.” Sandi pun menutup diskusi ini dengan berpesan, “untuk jadi <em>entrepreneur</em> jangan cuma berani sukses, tapi juga harus berani gagal!”</p>
<p>Setelah sesi ketiga berakhir pertunjukan menarik dari Jogja Broadway yang muncul dengan format unik yang memanfaatkan bahan dasar rumah tangga sebagai kostum menghibur audiens dengan pertunjukan <em>mini theater</em> yang tidak biasa. Akhirnya kita sampai pada sesi yang paling ditunggu-tunggu! Sesi “<em>Long Love Idealism</em>” yang menghadirkan Stefan Sagmeister yang sering dianggap “Tuhan” dalam dunia desain grafis.</p>
<p><strong>Stefan Sagmeister</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.31.47-PM.png"><img class="alignright size-medium wp-image-4601" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.31.47 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.31.47-PM-300x225.png" alt="" width="300" height="225" /></a>Sagmaister banyak menceritakan tentang proses pembuatan “<em>The Happy Film</em>” yang telah dilaluinya. Ia menyebutkan, &#8220;<em>In order to create &#8220;The Happy Film&#8221;, I must be in a happy state of my life.</em>” Sagmesiter menambahkan bahwa dalam proses kreatifnya ia selalu merasakan kebahagiaan, ia melakukan apa yang membuatnya bahagia, dan selalu mencatat apapun yang dilakukannya. Dalam kesempatan ini ia juga memutarkan video kesehariannya dan menunjukkan fakta-fakta unik seputar kehidupan yang ditemuinya.</p>
<p>Sagmeister banyak menawarkan cara baru dalam desain, tak hanya terpaku pada peralatan konvensional dan dalam ruang. Ia banyak mengubah cara pandang dengan menggunakan alam sebagai media. Sagmeister telah melalui <em>sabbatical period</em> dimana ia melakukan proses kreatif sendiri dan menggarap karya pribadi tanpa tuntutan industri. Menurutnya, <em>&#8220;If you support pitching, you&#8217;re not creating work for audience but pitchers.</em>&#8221; Sagmeister menambahkan bahwa “<em>sometimes you just have to say NO to the client.</em>” Akhirnya, Sagmeister menutup ceritanya dengan menyihir audiens IdeaFest 2011 dengan visualisasi pesan &#8220;<em>Having Guts Always Works Out For Me.</em>&#8221; IdeaFest Conference 2011 pun berhasil menyisakan kekaguman audiens yang tak terhingga pada kejeniusan Stefan Sagmeister yang luar biasa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/30/ideafest-conference-2011-bagian-dua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IdeaFest Conference 2011 (Bagian Satu)</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/29/ideafest-conference-2011-bagian-satu/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/29/ideafest-conference-2011-bagian-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 23:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Firly Afwika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[creative]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[ideafest]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4585</guid>
		<description><![CDATA[“Saatnya anak muda menunjukkan potensi kreatifnya!” Itulah pesan yang ingin disampaikan dalam <strong>IdeaFest Conference 2011</strong> yang berlangsung di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, 23 Juli 2011 lalu. Acara yang mengangkat tema “<em>Pursue Your Creative Dream</em>” ini menghadirkan deretan pembicara yang memiliki cerita dan pengalaman menarik seputar industri kreatif, seperti Glenn Fredly, Erwin Arnada, Andy S.Boediman, Dian Muljadi, Sarah Sechan, Peter F.Gontha, Sandiaga Uno, M.S. Hidayat, Andy F. Noya dan tentunya ikon desain yang paling ditunggu, Stefan Sagmeister.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/ideafest.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/ideafest.jpg"><img class="size-medium wp-image-4586 alignleft" title="ideafest" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/ideafest-300x300.jpg" alt="IdeaFest Conference 2011" width="300" height="300" /></a>“Saatnya anak muda menunjukkan potensi kreatifnya!” Itulah pesan yang ingin disampaikan dalam <strong>IdeaFest Conference 2011</strong> yang berlangsung di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, 23 Juli 2011 lalu. Acara yang mengangkat tema “<em>Pursue Your Creative Dream</em>” ini menghadirkan deretan pembicara yang memiliki cerita dan pengalaman menarik seputar industri kreatif, seperti Glenn Fredly, Erwin Arnada, Andy S.Boediman, Dian Muljadi, Sarah Sechan, Peter F.Gontha, Sandiaga Uno, M.S. Hidayat, Andy F. Noya dan tentunya ikon desain yang paling ditunggu, Stefan Sagmeister.</p>
<p><strong>Glenn Fredly</strong></p>
<p>Setelah resmi dibuka oleh Bernhard Subiakto (Festival Director IdeaFest 2011), sesi pertama “<em>Rock &amp; Roll Idealism</em>” diawali dengan cerita Glenn Fredly tentang perjuangannya bersama Green Music Foundation. “Jadilah terang di tempat yang gelap” idealisme inilah yang dibawa Glenn untuk membuat perubahan melalui musiknya.</p>
<p>Setelah 10 tahun berkarya, Glenn memutuskan untuk resmi menjadi artis yang merdeka di tahun 2011. Menurutnya, sudah seharusnya artis bisa menjadi label untuk dirinya sendiri. Keputusannya untuk menjadi <em>independent artist</em> justru membuka berbagai kesempatan untuk mengasah kreativitasnya. Sejak tahun 2006 Glenn mulai menyuarakan kepeduliannya tentang isu perubahan iklim, kemanusiaaan dan pilar kekuatan budaya. Semuanya dilakukan melalui diplomasi lewat musik, yang sering disebutnya dengan “<em>Music for Change.</em>” Glenn menjelaskan bagaimana <em>talent</em> bisa menjadi <em>capital</em> bagi seorang musisi yang jika terus dikembangkan bisa memberikan perubahan besar untuk lingkungan di sekitarnya.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.34.45-PM.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-4588" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.34.45 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.34.45-PM-300x224.png" alt="" width="300" height="224" /></a>Dalam misinya, Glenn bersama musisi lain yang tergabung dalam Green Music Foundation telah membantu penduduk Desa Ende, NTT yang sudah 15 tahun hidup tanpa listrik dan air bersih. Keberhasilan Glenn meningkatkan taraf kehidupan penduduk Desa Ende secara bertahap membuktikan bahwa “<em>It is possible for musician to empower their society through music</em>. Inilah kenapa musik harus bisa menjadi <em>movement</em>,” tutur Glenn.</p>
<p>Tahun 2009, bersama teman-temannya Glenn mendirikan “Rumah Pintar” pertamanya dari hasil bermusik. Rumah Pintar ini berisi buku dan musik pilihan untuk meningkatkan taraf pendidikan anak-anak di desa tertinggal. Selain “Rumah Pintar,” Glenn juga aktif terlibat dalam proyek kemanusiaan “Save Mentawai,” proyek musik Beta Maluku yang berhasil mengawinkan musik hip-hop dengan budaya lokal yang mengangkat keunikan bahasa daerah. Dari proyek Beta Maluku, Green Music Foundation berhasil menjual 2.000 kopi album dalam waktu 2 bulan. Tak hanya itu, Glenn juga menyuarakan kepeduliannya dengan mengumpulkan 1.000 gitar yang hasilnya akan dibagikan untuk anak-anak Indonesia.</p>
<p>Terinspirasi dari bisnis filantrofi, menurut Glenn, musisi bisa mendapatkan haknya dengan semestinya dan bisa membagikan hasilnya untuk kemanusiaan. Glenn menutup ceritanya siang itu dengan pernyataan, “ide kreatif itu tidak bisa dimonopoli tapi harus dibagikan seperti virus yang menular. Intinya adalah bagaimana membangun ide kreatif Itu menjadi sesuatu yang hidup dan bisa menghidupi.”</p>
<p><strong>Erwin Arnada</strong></p>
<p>Presenter kedua adalah Erwin Arnada yang baru menghidup udara segar setelah bebas dari Lapas Cipinang 24 Juni 2011 lalu. Erwin membuka presentasinya dengan menebarkan semangat bahwa potensi kreatif itu dimiliki oleh semua orang. Erwin menyatakan bahwa kreativitas itu tidak boleh hanya sampai pada gagasan atau ide, lebih jauh lagi ide itu harus ditransformasikan dalam dunia material yang formatif. Erwin juga menceritakan bagaimana sebuah karya bisa <em>survive</em> dan <em>sustain</em> yaitu dengan berevolusi. Ia memberi contoh band The Rolling Stone yang sudah 50 tahun berkarya dan bisa diterima dari generasi ke generasi karena mereka terus berevolusi. Erwin pun menegaskan bahwa evolusi adalah bagian penting dari <em>sustainability</em>! Di sinilah proses asimilasi menjadi penting, bagaimana kita bisa memanfaatkan nilai lama yang bisa digabungkan nilai baru yang bisa dikonfigurasikan.</p>
<p>Erwin juga menambahkan, “kita tidak akan bisa berkembang kalau kita tidak berani mengambil resiko! <em>Free your mind</em> adalah kata kunci dari setiap penciptaan.” Ketika mendekam dalam penjara selama 8 bulan, Erwin membuktikan bahwa perjalanan waktu tidak bisa mematikan kreativitas kita. Bagaimana tidak, dari dalam penjara Erwin bisa meluncurkan sebuah majalah bertajuk “What’s in Bali” berisi informasi tentang gaya hidup, hiburan, seni dan hobi, yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Rusia. Tak hanya itu, di balik jeruji besi, ia juga berhasil menyelesaikan dua buah buku serta kisah hidupnya yang terinspirasi dari kesehariannya di kamar sel nomer 212 akan difilmkan dengan judul “Rabbit versus Goliath.” Keberanian Erwin untuk terus berkarya membuktikan bahwa penjara pun tidak bisa mengurung pikiran dan imajinasi kreatifnya. Akhirnya Erwin berpesan, “Jangan pernah ada ketakutan dalam diri, karena pikiran kita sendirilah yang akan mematikan kreativitas kita.”</p>
<p><strong>Dian Muljadi dan Sarah Sechan</strong></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.27.36-PM.png"><img class="alignright size-medium wp-image-4587" title="Screen shot 2011-07-28 at 7.27.36 PM" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/Screen-shot-2011-07-28-at-7.27.36-PM-300x169.png" alt="" width="300" height="169" /></a>Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif tentang perempuan di era digital yang menghadirkan Dian Muljadi dan Sarah Sechan dan dipandu oleh Andi S. Boediman. Dalam diskusi ini mereka banyak membahas tentang transformasi kehidupan perempuan di era digital yang ditunjang oleh kemajuan teknologi dan fenomena jejaring sosial. Sarah Sechan menjelaskan bagaimana perempuan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara yang cerdas. “Perempuan kini dituntut untuk tahu banyak hal, mulai dari urusan rumah tangga, gaya hidup, dll. <em>Digital helps me!</em>”. Sarah pun menceritakan pengalamannya tentang besarnya pengaruh jejaring sosial Twitter untuk menggalang dana kemanusiaan, &#8220;Berkat jejaring sosial, saya berhasil mendapat bantuan 4 truk besar dan uang 30 juta untuk korban bencana di Merapi dan Mentawai.”</p>
<p>Sementara itu, Dian Muljadi banyak bercerita tentang bagaimana ia melihat <em>blue ocean</em> baru dalam transformasi media <em>online</em> yang membuatnya mendirikan portal <em>lifestyle</em> untuk perempuan: Fimela.com. Dian pun menyatakan, “perempuan sudah sangat nyaman dengan dunia digital. Buktinya, transaksi puluhan juta pun rutin terjadi di BBM grup”. Di akhir diskusi Andi S Boediman pun menyimpulkan bahwa <em>content</em>, <em>community</em> dan <em>commerce</em> adalah 3 kunci utama evolusi industri digital masa kini.</p>
<p>Cerita tentang pembicara-pembicara berikutnya akan dituliskan dalam artikel berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/29/ideafest-conference-2011-bagian-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>XL dan Perjalanan ke Semarang</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/28/xl-dan-perjalanan-ke-semarang/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/28/xl-dan-perjalanan-ke-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 00:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4569</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya pada hari Sabtu dan Minggu kemarin, beberapa blogger dari Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Surabaya, diundang oleh operator PT XL Axiata Tbk (XL) untuk datang ke Semarang. Khusus mereka yang dari Bandung dan Jakarta mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Di hari Sabtu pagi para blogger ini berkumpul di Gambir untuk berangkat bersama tim XL ke Semarang dengan menggunakan kereta api.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/IMG_2502.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2502.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4579" title="Para blogger di depan Lawang Sewu" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2502-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Jadi ceritanya pada hari Sabtu dan Minggu kemarin, beberapa blogger dari Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Surabaya, diundang oleh operator PT XL Axiata Tbk (XL) untuk datang ke Semarang. Khusus mereka yang dari Bandung dan Jakarta mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Di hari Sabtu pagi para blogger ini berkumpul di Gambir untuk berangkat bersama tim XL ke Semarang dengan menggunakan kereta api.</p>
<p>Rencananya XL, melalui program #XLNetRally akan melakukan pengujian sinyal untuk rute Jakarta hingga Semarang. Kegiatan rutin tahunan yang biasa mereka lakukan sebelum mudik lebaran. Pada kesempatan ini, XL melalui <em>corporate communucations</em>-nya mengajak media dan blogger untuk ikut merasakannya sendiri. Tentunya momen ini dipakai XL sekaligus untuk mengakrabkan diri dengan individu-individu ini.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2105.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-4570" title="Gerbong nusantara" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2105-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Uji sinyal sendiri sudah dilakukan selama 22-23 Juli 2011 di sepanjang jalur mudik pelanggan di 15 wilayah di seluruh Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Jogjakarta, Solo, Lampung, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Banjarmasin, Bali, Lombok dan Makassar. Kegiatan uji kesiapan jaringan juga dilakukan menggunakan berbagai moda transportasi melalui jalur darat kendaraan bermotor (Lampung-Jakarta, Bandung-Jakarta, Jakarta-Semarang, Jogja-Solo-Semarang dan Surabaya-Semarang) dan kereta api (Jakarta-Semarang), serta jalur penyeberangan laut – <em>ferry</em> (Bakahauni-Merak dan Ketapang-Gilimanuk). Khusus untuk pengujian Jakarta-Semarang dengan jalur kereta api inilah, XL mengajak media dan blogger.</p>
<p>Dengan menggunakan aplikasi TEMS yang terinstalasi di sebuah ponsel yang dimodifikasi, pengukuran dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kualitas sinyal di sepanjang daerah dan jalur yang dilalui. Pengukuran kualitas dilakukan pada layanan 2G dan 3G, mulai dari <em>voice call</em>, <em>video call</em>, SMS, dan data.</p>
<p>Media sendiri sudah berangkat di hari sebelumnya. XL sepertinya sengaja membuat perjalanan yang terpisah antara media dan blogger. Bisa jadi karena XL sudah paham kalau media dan blogger punya karakteristik yang berbeda. Media ikut karena memang sudah menjadi bagian dari tugasnya. Media butuh berita mutakhir seputar XL, sementara para blogger lebih tertarik untuk ikut karena mereka mengejar pengalamannya. Kalau nggak ada cerita yang menarik, tentu nggak ada yang asyik untuk diceritakan di blog.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2499.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4576" title="Suasana di dalam gerbong nusantara" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2499-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Tentu saja XL berhasil memberikan pengalaman cerita yang menarik. Dimulai dengan penggunaan gerbong nusantara yang khusus dipakai untuk keperluan wisata. Gerbong yang lengkap dengan televisi 42&#8243;, karaoke, sofa, ruang tamu merangkap ruang makan, tempat tidur, serta makanan dan minuman tanpa akhir. Perjalanan sekitar 6 jam pun tak terasa karena XL sudah menyiapkan beragam hiburan di dalam gerbong. Dari grup musikal yang kocak dan menghibur, beragam aktivitas permainan, hingga karaoke. Belum tentu seumur hidup bisa dua kali merasakan kenikmatan menggunakan gerbong nusantara ini.</p>
<p>Selama perjalanan, para blogger bisa menikmati akses <em>wi-fi </em>gratis. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama dengan XL memang sudah menyiapkan beberapa gerbong dengan akses <em>wi-fi</em> untuk persiapan mudik nanti. Perjalanan ini juga sebagai pengetesan lancar atau tidaknya koneksi internet selama perjalanan. Kenyataannya memang tetap ada <em>blank spot</em> di beberapa lokasi yang dilewati. Di sini akses internet tidak bisa ditemukan sama sekali, meski diakui mayoritas selama perjalanan, koneksi internet cukup lancar (meski kadang turun ke koneksi 3G). Nantinya layanan <em>wi-fi </em>akan dipasang di Kereta Api Argo Bromo Anggrek New Image yang akan beroperasi dan dinikmati pelanggan mulai Agustus 2011.</p>
<p>Pengalaman tak berhenti di sana. Para blogger disambut di Semarang oleh dua gadis cantik yang mengalungkan selendang batik dan menawarkan beras kencur. Sesampai di hotel dan menaruh barang, ajakan makan berlanjut dengan mengemil di Toko Oen, sebuah rumah makan yang menjadi salah satu ciri khas Semarang. Di sini, para blogger Jakarta dan Bandung pun bisa bertemu dengan teman-teman blogger Semarang, serta Surabaya dan Jogja yang baru sampai pula di Semarang.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2500.jpg"><img title="Sambutan di kota Semarang" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2500-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" />   </a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2149.jpg"><img title="Toko Oen" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2149-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a></p>
<p>Malamnya XL mengajak para blogger untuk hadir di Obrolan Langsat (Obsat) . Ini untuk pertama kalinya Obsat diadakan di Jawa Tengah, dengan XL yang menjadi sponsornya. Acara dihadiri oleh para blogger tamu dari berbagai kota, hingga para komunitas daring di Semarang. Tema kali ini tentang disiplin berkendara saat mudik.</p>
<p>Ternyata hari sebelumnya, sudah ada teman-teman blogger otomotif yang sudah lebih dahulu sampai di Semarang. Mereka berkendara motor dengan santai dari Jakarta, sambil mencatat kejadian menarik apa yang perlu diantisipasi saat mudik nanti. Mereka juga tentunya melakukan pengecekan sinyal, dengan mengetesnya di berbagai <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2149.jpg"><br />
</a><em>device</em> dan tipe sinyal. Masukan dari mereka pun dipresentasikan di Obsat.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2177.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4572" title="Affy dan Eka" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2177-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Obsat kali ini menghadirkan tim National Traffic Management Center (NTMC) Kepolisian Negara Republik Indonesia, dengan bintang utama Briptu Eka Frestya dan Brigadir Affy. Obrolan yang menyegarkan mata memang. Di acara Obsat ini pihak XL dan POLRI melakukan sosialisasi mengenai kesiapan layanan dalam rangka mengamankan aktivitas pelanggan dan masyarakat saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p>Yang paling menarik adalah saat mereka memutar video layanan masyarakat tentang disiplin berkendara. Video dimulai dengan cuplikan aksi-aksi nekad para pengemudi motor di Jakarta. Kenyataan yang sebetulnya sering terjadi di depan mata kita sehari-hari. Seandainya saja video ini diunggah ke YouTube, pasti akan banyak menjadi pembicaraan. Pasti akan banyak yang tertohok karena bisa jadi mereka pernah melakukan tindakan serupa.</p>
<p>Keesokan paginya, pengalaman di Semarang ini dilanjutkan dengan mengunjungi Lawang Sewu yang baru saja direnovasi. Bangunan kolonial yang dahulu menakutkan ini kini sudah dipugar dan terlihat terang. Yang menarik, mungkin cuma di tempat ini pengunjung ditawarkan untuk wisata masuk besmen yang gelap dan lembab. Pengunjung harus mengenakan sepatu <em>boot </em>yang disiapkan pengelola, karena besmen yang penuh dengan air. Pemandu wisata menyalakan senter dan mengantar pengunjung dalam kegelapan sambil bercerita tentang Lawang Sewu dan misterinya. Termasuk juga tentang aksi-aksi mencari penampakan yang pernah dilakukan serial televisi Dunia Lain dahulu.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2385.jpg"><img class="size-medium wp-image-4574 alignnone" title="Lawang Sewu" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2385-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>   <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2396.jpg"><img class="size-medium wp-image-4575 alignnone" title="Sam Poo Kong" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2396-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a></p>
<p>Selanjutnya, para blogger diantar mengunjungi Sam Poo Kong, klenteng yang (mungkin saja) terluas dan terbesar se-Indonesia. Lapangannya sangat luas, dengan bangunan-bangunan klenteng berukuran raksasa. Baik Lawang Sewu maupun Sam Poo Kong adalah dua tempat wisata yang memang menjadi andalan kota Semarang. Acara di Semarang pun diakhiri dengan makan siang di soto Pak Man, yang memang khas Semarang, sebelum akhirnya menuju ke bandara untuk kembali ke Jakarta.</p>
<p>Mengenai cerita yang lebih lengkap dan mendetil boleh simak juga ulasan <a href="http://priyadi.net/archives/2011/07/27/xlnetrally-2011/%20" target="_blank">Priyadi</a>, <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1450" target="_blank">Iman Brotoseno</a>, dan <a href="http://www.daengbattala.com/xlnetrally-1-pengalaman-menyenangkan-nikmati-kereta-berwifi-pertama-di-indonesia/%20" target="_blank">Amril TG</a> (ada 4 tulisan). Mereka bercerita dengan jauh lebih berunut, plus foto lengkap pula.</p>
<p>Hal yang menarik sebenarnya adalah upaya XL untuk akrab dengan para <em>netizen</em>. Sejak tahun lalu sepertinya XL selalu banyak terlibat dalam <em>event</em> yang bernuansa digital, seperti mensponsori perhelatan raksasa Pesta Blogger, hingga acara skala kecil seperti Obsat dan <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/05/03/ulang-tahun-perdana-twitalk/" target="_blank">Twitalk</a>. Demikian pula dengan event #XLNetRally ini. Para blogger diajak untuk menikmati acara khas XL. Selama perjalanan 2 hari kemarin, tagar #XLNetRally pun bertebaran di linimasa Twitter. Cerita para blogger yang menikmati perjalanan ini pun meramaikan linimasa. Tweet tanpa paksaan, namun memang diceritakan karena menariknya aktivitas yang dilakukan.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2501.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4578" title="Blogger berkumpul di Semarang" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2501-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Pengalaman yang diberikan XL kepada <em>netizen</em> ini bisa menjadi contoh menarik bagi <em>brand</em> lain. XL memberikan rangkaian cerita yang dirasakan langsung oleh para blogger. XL juga memberikan sesuatu yang memang mengejutkan, yang bisa membuat orang untuk bercerita tanpa diminta (dan tanpa dibayar). <em>Brand</em> juga harus melebur dan bergaul dengan komunitas daring. Kalau katanya di <em>social media</em>, <em>brand</em> ingin menjadi teman bagi <em>fans</em> dan <em>followers</em>-nya, maka di perhelatan <em>offline</em> pun, perwakilan <em>brand</em> harus bisa bergaul langsung dengan individu-individu <em>netizen</em> ini. Hubungan yang lebih personal ini dalam jangka panjang akan membangun ikatan emosional antara <em>brand</em> dan <em>netizen</em>. Yakin deh, pada saat nanti <em>brand</em> mengalami krisis di ranah daring, para <em>netizen</em> yang punya ikatan emosional ini yang akan membela <em>brand</em> terlebih dahulu.</p>
<p>Sekarang, apa cerita <em>brand</em> Anda dan apa yang membuat <em>netizen</em> akan tertarik mendengar dan merasakannya?</p>
<p>Foto-foto lain tentang #XLNetRally di Instagram bisa dicek di <a href="http://web.stagram.com/tag/xlnetrally/" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/28/xl-dan-perjalanan-ke-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bubu Awards 2011</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/bubu-awards-2011/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/bubu-awards-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 13:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[bubu awards]]></category>
		<category><![CDATA[idbyte]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4551</guid>
		<description><![CDATA[Setelah acara IDBYTE Conference berakhir, di tempat yang sama dilakukan penganugerahan Bubu Awards untuk insan digital Indonesia. Sejak beberapa bulan sebelumnya insan digital Indonesia bisa mengirimkan profil diri dan situs yang telah mereka kerjakan. Melalui penilaian puluhan juri, akhirnya diumumkan pemenang sebagai berikut:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/bubuawards.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/bubuawards.jpg"><img class="size-medium wp-image-4552 alignright" title="bubuawards" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/bubuawards-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Setelah acara IDBYTE Conference berakhir, di tempat yang sama dilakukan penganugerahan Bubu Awards untuk insan digital Indonesia. Sejak beberapa bulan sebelumnya insan digital Indonesia bisa mengirimkan profil diri dan situs yang telah mereka kerjakan. Melalui penilaian puluhan juri, akhirnya diumumkan pemenang sebagai berikut:</p>
<p>1. Web Award, dengan sub kategori:</p>
<ul>
<li>Product/consumer: Ngomik.com</li>
<li>E-commerce: Kampungpulsa.com</li>
<li>News/entertainment: Fimela.com</li>
<li>Corporate: Telkomsel</li>
<li>Social Media: Filmoo.com</li>
<li>Game: Football Saga</li>
<li>Utility: Pricearea.com</li>
<li>Education: Indonesiabercerita.org</li>
<li>Government: Babelprov.go.id</li>
<li>Culture &amp; Tourism: Infobackpacker.com</li>
</ul>
<p>2. Digital Campaign Award: Magnum Launching</p>
<p>3. Mobile App Award: Bouncity</p>
<p>4. Digital Talent Award, dengan sub kategori:</p>
<ul>
<li>Digital Business Leader: Agung Adi Prasetyo, CEO Kompas Gramedia.</li>
<li>Digital Influencer: Adrie Subono, Java Musikindo.</li>
<li>Digital Community Leader: Ainun Chomsum, Akademi Berbagi.</li>
</ul>
<p>5. Digital Marketing Plan For Startup: Rockto.com</p>
<p>Serta untuk pemenang Best of the Best adalah: Indonesiabercerita.org.</p>
<p>Selamat untuk para pemenang Bubu Awards. Semoga kemenangan saat ini bisa memicu produktivitas yang lebih baik di masa datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/bubu-awards-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IDBYTE Conference 2011</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/idbyte-conference-2011/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/idbyte-conference-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 13:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[ebay]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[idbye]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[mig33]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4547</guid>
		<description><![CDATA[IDBYTE Conference diselenggarakan hari Kamis, 14 Juli 2011 di Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, setelah sebelumnya selama 3 hari diadakan <em>workshop</em>. Pembicara yang hadir di IDBYTE Conference ini sangat beragam, dari perwakilan Facebook, Google, LinkedIn, eBay, hingga pembicara lokal dari Kaskus dan Mig33.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4534" title="idbyte2011_01" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01-300x272.jpg" alt="" width="300" height="272" /></a>IDBYTE Conference diselenggarakan hari Kamis, 14 Juli 2011 di Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, setelah sebelumnya selama 3 hari diadakan <em>workshop</em>. Pembicara yang hadir di IDBYTE Conference ini sangat beragam, dari perwakilan Facebook, Google, LinkedIn, eBay, hingga pembicara lokal dari Kaskus dan Mig33.</p>
<p>Setelah acara dibuka resmi, yang berbagi cerita pertama kali adalah Javier Olivan dari Facebook. Javier sedikit bercerita tentang perkembangan Facebook dari awal berdiri hingga kini. Ia berbagi cerita tentang fitur Facebook Photos, yang langsung jadi primadona bagi para penggunanya. Fungsinya sederhana, hanya galeri foto. Yang membedakannya dengan fitur serupa di situs berbagi foto adalah kuatnya faktor <em>social graph </em>di Facebook.</p>
<p>Javier juga bercerita kalau Facebook selalu ingin bisa semakin banyak diakses oleh banyak orang dengan mudah. Pada tahun 2008 Facebook melakukan lokalisasi bahasa, dengan mengajak para anggotanya untuk ikut berkontribusi, termasuk bahasa Indonesia, yang banyak dibantu oleh pengguna Facebook dari Indonesia yang saat itu memang belum banyak.</p>
<p>Saat ini sudah ada 750 juta pengguna Facebook. Akses ke Facebook pun tidak dibatasi via web, tapi juga bisa melalui ponsel, temasuk ponsel klasik (<em>feature phone</em>), dengan mengakses situs Facebook versi <em>mobile</em>. Untuk <em>smart phone</em>, Facebook juga sudah menyiapkan aplikasi untuk beragam OS. <em>Facebook for every phone</em>, prinsipnya.</p>
<p>Untuk <em>brand</em>, Facebook mengingatkan kalau mereka bisa membangun <em>fans </em>melalui Facebook Page, dan bukan Facebook Profile. Javier mengingatkan jumlah <em>fans </em>jangan menjadi pertimbangan utama. Lebih penting membangun <em>engagement</em> via komunikasi dengan <em>fans</em>. Hal yang juga bisa membantu promosi Facebook Page adalah melalui <em>sponsored stories</em>, format iklan teks yang dimunculkan dalam bentuk rekomendasi dari seorang teman kita yang melakukan <em>like </em>terhadap sebuah Facebook Page. <em>Sponsored stories </em>ini akan membantu penyebaran informasi dari pengguna yang sudah me-<em>like</em> Facebook Page ke teman-temannya. <em>Value </em>yang diberikan melalui <em>sponsored stories</em> ini adalah kekuatan <em>word of mouth</em> dari Facebook.</p>
<p>Presentasi kedua dibawakan oleh Oliver Hua, COO eBay Greater China, SEA, and Japan. Katanya sejak 5 tahun terakhir, 21% pertumbuhan ekonomi negara berkembang merupakan kontribusi dari internet. Kalau ditotal, ada $8 trilyun transaksi <em>ecommerce </em>di internet (B2B dan B2C) sejak 5 tahun terakhir. Hua bercerita kalau penetrasi konsumen untuk berbelanja tersebut disebabkan oleh 4 tren: <em>mobile</em>, <em>digital</em>, <em>local </em>(misalnya aplikasi untuk mengecek komparasi harga barang secara lokal sekitar daerah itu), dan <em>social </em>(seperti konsep yang dilakukan Groupon, membeli dalam jumlah <em>bulk</em>, supaya konsumen mendapat keuntungan lebih).</p>
<p>Menurut Hua, Indonesia punya potensi besar di bidang <em>ecommerce</em>, karena penggunaan <em>social media</em> yang tinggi, penetrasi <em>mobile </em>yang tinggi, dan <em>ecommerce </em>saat ini masih berada di tahap awal, sehingga peluangnya masih sangat besar. Yang dibutuhkan di Indonesia adalah tempat para pembeli dan penjual bertransaksi <em>ecommerce</em>. Beberapa peman ecommerce di Indonesia antara lain: plasa.com, dealkeren.com, multiply.com, dan tokobagus.com.</p>
<p>Hua bercerita tentang strategi eBay yang dilakukan di Indonesia. eBay ingin memfasilitasi transaksi perdagangan lintas negara, sehingga para pebisnis di Indonesia bisa menjual langsung produk mereka ke lebih dari 95,7 juta pembeli di seluruh dunia. Pasar yang menjadi kunci ekspor: Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Jerman. Hingga saat ini sudah ada 21 <em>retail </em>dari Indonesia yang berjualan di eBay sejak 2011. Ada 50% volume transaksi penjualan di eBay Indonesia dilakukan untuk para pembeli di Amerika Serikat dan Eopa.</p>
<p>Setelah makan siang presentasi IDBYTE Conference dibawakan oleh Michelle Guthrie, JAPAC Director, Strategic Business Development Google. Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan pengguna internet yang terbesar dan tercepat di Asia Tenggara (sebesar 16,7%), diikuti oleh Filipina (13,7%), Thailand (13,1%), Vietnam (10%), Malaysia, lalu Singapura. Katanya juga, kini sebanyak 77% konsumen global melihat video <em>online</em>.</p>
<p>Penggunaan <em>mobile</em> yang meningkat pesat berpengaruh terhadap peningkatan penggunaan internet <em>mobile </em>di Indonesia. Saat ini ada 211 juta pengguna <em>mobile </em>di Indonesia (dengan penetrasi 91%). Terdapat 180 juta lebih pengguna internet <em>mobile</em> selama 5 tahun terakhir. Sebanyak 17% masyarakat urban di Indonesia punya <em>smart phone</em>. Intensitas penggunaan internet pun tinggi, dengan 633 halaman per bulan per orang. Percaya atau nggak, sebanyak 71% konsumen Indonesia menggunakan internet setiap harinya, menghabiskan 35 jam untuk <em>online </em>per minggu, atau 6,1 hari per minggu, atau 5,7 jam per hari.</p>
<p>Michelle juga berbagi cerita kalau kini sebanyak 4.2 milyar <em>search </em>terjadi setiap harinya di seluruh dunia. Pencarian (<em>search</em>) di Indonesia paling banyak untuk topik otomotif (misal: Honda), diikuti dengan FMCG (misal: Oriflame, Carrefour, KFC), dan hiburan (misal: YouTube, musik, video). Mengikuti di bawahnya topik penerbangan (misal: Lion Air, Garuda Indonesia), komputer (misal: Acer), <em>gadget </em>(misal: Nokia, BlackBerry), dan perbankan (misal: KlikBCA, Bank Mandiri).</p>
<p>Selanjutnya Andy Zain yang presentasi. Andy bercerita kalau kini Indonesia punya 168 juta pengguna <em>mobile</em>, dan 30 juta pengguna internet. Kalau dihitung banyak-banyakan sedunia, populasi penduduk Indonesia nomor 5 sedunia, populasi pengguna <em>mobile </em>nomor 6 sedunia, tapi ternyata nomor 16 untuk populasi pengguna internet. Indonesia bahkan juga menjadi pengguna Opera Mini terbesar di dunia. Penguna internet pwling banyak 16-19 tahun. Diduga akhir 2011 akan ada 251 juta koneksi. Menurutnya, <em>Indonesia is not a trend follower, but is a trend creator</em>, karena pengguna internet Indonesia selalu saja menciptakan <em>hype </em>baru, dengan misalnya: menciptakan <em>trending topic </em>sesering mungkin.</p>
<p>Andy Zain menyampaikan data dari Nielsen, tahun 2010 kemarin belanja <em>advertising </em>total sebanyak 60 trilyun rupiah, dan akan tumbuh lebih dari 20% per tahunnya. Namun, angka yang dipakai untuk belanja <em>advertising </em>di ranah digital hanya lebih dari 2%.</p>
<p>Hal yang unik dari pengguna <em>mobile </em>di Indonesia adalah adanya 2 segmen target yang bertolak belakang. Satu segmen adalah <em>white collar </em>yang tinggal di daerah urban dan berpendidikan tinggi, serta punya akses ke PC dan <em>mobile</em>. Segmen kedua adalah para pekerja umum yang hidup di koa-kota satelit dan di daerah kampung. Mereka tidak punya akses ke PC, namun aktif menggunakan <em>mobile</em>. Andy berbagi cerita kalau segmen kedua inilah pengguna mayoritas <em>mobile </em>di Indonesia. Kalau mau membuat aplikasi yang berguna dan dipakai banyak orang di Indonesia, cobalah menyasar segmen kedua ini.</p>
<p>Andy juga berbagi cerita menarik tentang industri musik yang kini sebenarnya hidup dari <em>mobile</em>. Berbeda dengan negara lain yang pendapatan musiknya datang melalui iTunes, kala di Indonesia sebanyak 70-80% pendapatan industri musik masuk melalui RBT, dengan nilai total 1,7 trilyun rupiah. Pendapatan lainnya yang terlihat sangat kecil adalah dari penjualan CD/kaset 0,2 trilyun rupiah, dan konser 0,1 trilyun rupiah. Untuk komparasinya, estimasi pembajakan CD mencapai 1 trilyun rupiah (jauh lebih besar daripada pendapatan penjualan legal).</p>
<p>Presentasi selanjutnya adalah dari Gerald Ang, Head of Digital, Asia at Research In Motion yang banyak bercerita tentang keberadaan komunitas BlackBerry di Indonesia, dilanjukan dengan presentasi Ken Dean Lawadinata, Chief Executive Officer, KASKUS Networks yang berbagi cerita tentang sistem pembayaran yang terjadi di Kaskus. Maaf nggak mencatat banyak pada dua sesi ini karena banyak mengobrol dan menjalin <em>networking</em>.</p>
<p>Presentasi IDBYTE Conference ditutup oleh Clifford Rosenberg, Managing Director, LinkedIn Australia dan New Zealand. Clifford sedikit berbagi tentang evolusi internet. Sejak 1995 internet telah berevolusi, dengan munculnya portal sebagai <em>gateway </em>internet. Portal ini menjadi gerbang utama pengguna untuk mencari informasi di internet.</p>
<p>Selanjutnya muncul Google yang membuat pencarian di internet menjadi lebih mudah. Lalu muncul <em>social network </em>yang memperkuat perkembangan komunitas maya di ranah digital. Karakter LinkedIn berbeda dengan Facebook dan Twitter, terkait dngan konteks percakapannya. Pada dasarnya, semakin banyak pengguna <em>social network </em>ingin membedakan jejaring profesional dan personalnya. Facebook dan Twitter sangat cocok untuk komunikasi yang bersifat publik (melalui <em>update </em>status, bermain <em>game</em>,<em> </em>dan berbagi foto). LinkedIn lebih dipakai untuk membangun identitas, koneksi, dan <em>insight </em>yang terkait dengan dunia profesional. LinkedIn menjadi tempat para profesional mudah ditemukan saat ada yang mencarinya via Google. Clifford selanjutnya lebih banyak bercerita tentang bagaimana membangun profil LinkedIn yang bercitra profesional.</p>
<p>Acara IDBYE Conference pun akhirnya ditutup sejenak, sebelum malamnya kegiatan penganugerahan Bubu Awards dimulai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/15/idbyte-conference-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IDBYTE &#8211; Workshop Hari Pertama</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/11/idbyte-%e2%80%93-workshop-hari-pertama/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/11/idbyte-%e2%80%93-workshop-hari-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 13:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[adobe]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[game developer]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[idbyte]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4533</guid>
		<description><![CDATA[Selama hari Senin hingga Kamis (11-14 Juli 2011) ini berlangsung perhelatan <a href="http://id-byte.com" target="_blank">IDBYTE</a> di Pacific Place, Jakarta. Selama 3 hari pertama ini berlangsung <em>workshop </em>gratis namun terbatas bagi umum, dengan tema berbeda-beda. Hari pertama <em>workshop </em>bertajuk â€œ<em>The Future of Application World</em>â€  khusus ditujukan untuk para <em>developer</em>. Acara dimulai sekitar jam 10 di salah satu teater Blitz Megaplex dengan sambutan dari juragan IDBYTE, ibu Shinta Dhanuwardoyo dan Menkominfo Tifatul Sembiring.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4534" title="idbyte2011_01" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_01-300x272.jpg" alt="" width="300" height="272" /></a>Selama hari Senin hingga Kamis (11-14 Juli 2011) ini berlangsung perhelatan <a href="http://id-byte.com" target="_blank">IDBYTE</a> di Pacific Place, Jakarta. Selama 3 hari pertama ini berlangsung <em>workshop </em>gratis namun terbatas bagi umum, dengan tema berbeda-beda. Hari pertama <em>workshop </em>bertajuk â€œ<em>The Future of Application World</em>â€  khusus ditujukan untuk para <em>developer</em>. Acara dimulai sekitar jam 10 di salah satu teater Blitz Megaplex dengan sambutan dari juragan IDBYTE, ibu Shinta Dhanuwardoyo dan Menkominfo Tifatul Sembiring.</p>
<p>Salah satu tujuan penting dari IDBYTE ini adalah agar Indonesia tidak sekedar menjadi konsumen dunia digital dengan menjadi salah satu pengguna Facebook dan Twitter terbesar, namun juga bisa menjadi produsen konten dan aplikasi digital yang terbesar pula. Potensinya ada, tinggal bagaimana mengeksplorasinya lebih jauh, sehingga konten Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tifatul Sembiring pun meyakini kalau kondisi Indonesia itu aman untuk pengembangan industri kreatif, terutama teknologi informasi.</p>
<p>Setelah pembukaan, acara pun dipisah menjadi dua sesi <em>workshop</em>. Salah satu sesi <em>workshop </em>membahas tentang fitur-fitur OS Android Honeycomb yang dibawakan oleh Mr  Rajdeep Dua, sementara sesi satunya membahas tentang Intel yang menjadi <em>processor </em>untuk hampir semua <em>platform </em>dan <em>device</em>, dari <em>netbook</em>, <em>tablet</em>, <em>smartphone</em>, <em>smart TV</em>, dan yang tertanam di <em>device</em> khusus.</p>
<p>Intel mengenalkan bisnis model <a href="http://appdeveloper.intel.com/ " target="_blank">Intel AppUp Developer Program</a>, dimana <em>developer</em> bisa menjual aplikasinya ke <em>end user</em>. Hasil penjualannya dibagi dengan 70% untuk <em>developer </em>dan 30% untuk Intel. Konsepnya mirip dengan Apple AppStore atau Google Android Market, hanya bedanya ini ditujukan untuk beragam <em>platform </em>dan <em>device </em>berbeda yang didukung oleh Intel. Beragam <em>tutorial </em>bisa dicek di <a href="http://appdeveloper.intel.com/forum " target="_blank">tautan ini</a> atau bisa follow @develop4appup.</p>
<p>Intel mengundang para <em>developer</em> Indonesia dan memberikan insentif sebesar USD 500 untuk masing-masing 10 <em>developer </em>yang pertama kali mengirimkan aplikasinya. Untuk tiga tertingginya akan menerima insentif USD 800. Bagi para <em>developer </em>yang tertarik, silakan <em>submit </em>ke situsnya.  Setelah melewati proses validasi yang dilakukan Intel, aplikasi akan langsung ditayangkan di AppUp.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg"></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg"></a><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4535" title="idbyte2011_02" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_02.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a><br />
Di sesi Intel selanjutnya, presentasi dilanjutkan oleh Anton dari Touchten, <em>developer</em> iOS yang membuat <em>game </em>Sushi Chain. Tim Touchten sudah mengembangkan beberapa aplikasi <em>game </em>untuk AppStore dan kini mengandalkan <em>revenue </em>yang lumayan tinggi dari sana. Mereka menjalin kerja sama dengan beberapa blogger pengulas <em>game</em>, sehingga secara tidak langsung membantu promosi <em>game </em>mereka. Ada salah satu <em>game </em>baru karya merekea, Hachiko untuk iPad yang diunduh sebanyak 30.000 kali. <em>Game</em> yang terkonversi dari versi <em>light </em>ke <em>paid </em>sekitar 0.084%. Yang mengunduh dari pasar Indonesia sebanyak 300-an kali, meski yang akhirnya membeli hanya sebanyak 2-3 orang.</p>
<p>Setelah makan siang, sesi Intel diisi oleh Fathihadi dari <a href="http://www.augindonesia.org" target="_blank">Adobe User Group Indonesia (AUGI)</a> yang bercerita tentang Open Screen Project. Intinya, Adobe berupaya menjadi sebuah <em>platform </em>aplikasi masa depan, dengan semakin banyaknya Flash digunakan di banyak <em>device. S</em>aat ini <em>plugin </em>Flash sudah dipasang di lebih dari 98% peramban. Prinsip dari Open Screen Project adalah <em>develop </em>satu kali, tapi bisa dipakai di banyak <em>platform </em>sekaligus.</p>
<p>Acara <em>workshop </em>IDBYTE hari ini diakhiri dengan sesi <em>hands on </em>di @America. Mr  Rajdeep Dua berbagi informasi tentang pengembangan aplikasi yang menggunakan Google AppEngine.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_04.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4537" title="idbyte2011_04" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/07/idbyte2011_04.jpg" alt="" width="530" height="396" /></a></p>
<p>Selain acara <em>workshop</em>, para pengunjung juga bisa menikmati sajian pameran dari beragam produk informasi di lantai dasar Pacific Place. Acara IDBYTE masih akan berlangsung hingga Kamis, dengan penganugerahan Bubu Awards sebagai puncak kegiatan acaranya. Bagi yang tertarik untuk sesi <em>workshop </em>hari Selasa dan Rabu besok, silakan daftar di <a href="http://id-byte.com/workshop/ " target="_blank">tautan ini</a> dan bagi yang tertarik untuk mengikuti <em>conference</em>, silakan daftar di <a href="http://id-byte.com/tickets/" target="_blank">tautan ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/11/idbyte-%e2%80%93-workshop-hari-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontes Pengembangan Aplikasi Android</title>
		<link>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/06/11/kontes-pengembangan-aplikasi-android/</link>
		<comments>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/06/11/kontes-pengembangan-aplikasi-android/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 15:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pitra Satvika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experiential]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[competition]]></category>
		<category><![CDATA[idbyte]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://media-ide.bajingloncat.com/?p=4488</guid>
		<description><![CDATA[Tahu nggak waktu hari ini membuka Android Market, salah satu aplikasi gratis yang dijadikan featured new app hari ini adalah MyQuran Indonesia. Sudah cukup banyak memang aplikasi lokal yang bermunculan di Android Market. Ada yang sangat menonjol seperti MyQuran Indonesia ini yang dikembangkan oleh Wali Studio, dan Makan di Mana yang dikembangkan oleh Agranet. Ada juga yang masih sekedar coba-coba tes ke pasar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
	<img src="wp-content/uploads/2011/05/logo-bubu-awards.jpg" alt="This image has no alt text" />
	</p><p>Tahu nggak waktu hari ini membuka Android Market, salah satu aplikasi gratis yang dijadikan <em>featured new app </em>hari ini adalah MyQuran Indonesia. Sudah cukup banyak memang aplikasi lokal yang bermunculan di Android Market. Ada yang sangat menonjol seperti MyQuran Indonesia ini yang dikembangkan oleh Wali Studio, dan Makan di Mana yang dikembangkan oleh Agranet. Ada juga yang masih sekedar coba-coba tes ke pasar.</p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/06/androidappmyquranindonesia.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4490" title="androidappmyquranindonesia" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/06/androidappmyquranindonesia.jpg" alt="" width="530" height="331" /></a></p>
<p><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/06/androidappmakandimana.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4489" title="androidappmakandimana" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/uploads/2011/06/androidappmakandimana.jpg" alt="" width="530" height="331" /></a></p>
<p>Intinya, belum banyak aplikasi Android berkualitas buatan lokal yang punya konten dan/atau fungsi yang menarik, sementara pasar terhadap ponsel ber-OS semakin besar. Lihat saja, betapa gencarnya Samsung mempromosikan Galaxy Tab-nya dulu. Belum lagi kini mulai semakin banyaknya <em>device </em>Android berukuran 10 inch yang diusung <em>brand </em>terkenal seperti Acer Iconia dan Asus Transformer. Ada pula <em>vendor </em>lokal dengan ponsel pabrikan Cina-nya yang kini juga banyak yang bermain di OS Android. OS Android yang dulu berkesan <em>geek</em>, semakin dekat dengan penggunanya.</p>
<p>Sebagai bagian dari aktivitas keseuruhan IDBYTE, bersama dengan Qualcomm dan HTC diselenggarakan <a href="http://bubuawards.com/v07/competition/android-apps-dev/ " target="_blank">kontes pengembangan aplikasi <em>mobile </em>berbasis Android</a>. Tema yang diangkat berhubungan dengan turisme Indonesia.</p>
<p>Kontes pengembangan aplikasi ini tidak harus yang sudah terpublikasi umum di <em>market</em>, tapi bisa saja baru tahap <em>prototype</em>, namun tentunya akan lebih keren kalau sudah dilengkapi dengan konsep <em>business model</em>-nya. Tujuannya? Supaya pengembang pun ikut memikirkan sisi pemasaran dari produknya, nggak sekedar membuat saja. Lebih detilnya tentang kontes ini bisa dicek di situs <a href="http://bubuawards.com/v07/competition/android-apps-dev/" target="_blank">Bubu Awards</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://media-ide.bajingloncat.com/2011/06/11/kontes-pengembangan-aplikasi-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

